KEPADATAN OPTIMUM UNTUK MENUNJANG TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN BANDENG (Chanos chanos) PADA TRANSPORTASI SISTEM TERTUTUP

Mas Bayu Syamsunarno, Muh Kholik Maulana, Forcep Rio Indaryanto, Mustahal Mustahal

Abstract

Abstract: This research aims to determine the optimum density in closed system transportation of milkfish juvenile. Milkfish juveniles used in the research had an average weight 1.48±0.12 g. The study consisted of several stages, namelydetermining the ability to fast fish, determining the level of oxygen consumption, determining the rate of excretion of total ammonia nitrogen and determining the optimum density in transportation for 48 hours.The treatments were performed differences in the density of 100, 150, 200, and 250 fish/L using polyethylene plastic size 35x50 cm and styrofoam size of 75 × 43 × 40 cm.The results showed the seed fish can survive and swim actively for 7 days without feeding with oxygen consumption rate as much as 2640 mgO2 and TAN excretion rate 0.1200 mg/L. The different treatment of density had an effect on the survival rate of milkfish juvenile. The optimal density for transportation of milkfish juvenile size 1.48 ± 0.12 g in a closed transportation system with a time of 48 hours is 150 juvenile/L with a 100% survival rate. At the density 250 juvenile/L, the can be done with a long time of 30 hours and resulted in a survival rate above 99%.

 

Keyword: Chanos chanos, Density, Transportation closed system, Survival rate, Water Quality

 

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kepadatan optimal dan lama waktu dalam transportasi sistem tertutup benih ikan bandeng.Benih ikan bandeng yang digunakan memiliki bobot rata-rata 1,48±0,12g. Penelitian terdiri dari beberapa tahap, yaitu penentuan ketahanan ikan tanpa diberi makan, tingkat konsumsi oksigen, laju ekskresi total amoniak nitrogen dan kepadatan optimal benih ikan bandeng dalam transportasi selama 48 jam. Perlakuan yang dilakukan perbedaan kepadatan yaitu 100, 150, 200, dan 250 ekor/L dengan menggunakan plastik polyetylen (PE) ukuran 35x50 cm dan styrofoam ukuran 75×43×40 cm.Hasil penelitian menunjukkan benih ikan bandeng mampu bertahan hidup dan berenang aktif selama 7 hari pemuasaan ikan dengan tingkat konsumsi oksigen sebanyak 2640 mgO2 dan laju ekskresi TAN 0,1200 mg/L.Perlakuan perbedaan kepadataan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup benih ikan bandeng.Kepadatan optimal untuk transportasi benih ikan bandeng ukuran 1,48±0,12 g/ekor pada sistem transportasi tertutup selama 48 jam adalah 150 ekor/L dengan tingkat kelangsungan hidup 100%. Pada kepadatan 250 ekor/L, transportasi dapat dilakukan dengan lama waktu 30 jam dan menghasilkan tingkat kelangsungan hidup di atas 99%.

 

Kata Kunci: Ikan bandeng, Kepadatan, Kualitas Air, Transportasi sistem tertutup, Tingkat Kelangsungan Hidup

Full Text:

PDF

References

Afriansyah, E., Rosmawati & Mumpuni F.S. (2016). Penggunaan Tepung Gandum Sebagai Sumber Karbon pada Pengangkutan Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Mina Sains,2(1): 39 – 44.

Anandasari, R.V., Supriyono E., Carman O. & Adiyana K. (2015). The Use of Zeolite, Active Carbon, and Clove Oil in Closed Transportation of Giant Freshwater Prawn Juvenile. Jurnal Akuakultur Indonesia, 14(1): 42-49.

Boyd, C.E. & Tucker C.S. (1998). Pond Aquaculture Water Quality Management. New York. Springer Science & Business Media. 700p.

Carneiro, P.F.E., da Silva Kaiseler P.H., Swarofsky E.A. & Baldisserotto B. (2009). Transport oh Jundia Rhamdia quelen Juveniles at Different Loading Densities: Water Quality and Blood Parameters. Neotropical Ichthyology, 7(2): 283 – 288.

Clesceri, L.S., Greenberg A.E. & Eaton, A.D. (1999). Standard Methods for the Examination of Water and wastewater 20th edition. Washington. American Public Health Association.

Crammer, G.L., Jensen, C.W. & Southgate, D.D. (2001). Agricultural economics and agribusinees (8thed). New York. John Wiley and Sons, Inc.

Diansari, R.R.V.R., Arini E. & Elfitasari T. (2003). Pengaruh Kepadatan yang Berbeda Terhadap Kelulusanhidupan dan Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Sistem Resirkulasi. Journal of Aquaculture Management and Technology, 2 (3): 37 – 45.

[DJPB] Direktorat Jendral Perikanan Budidaya. (2016). Data Statistik Series Produksi Perikanan Budidaya Indonesia. Diakses dari http://www.djpb.kkp.go.id/index.php/arsip/c/208/data-statistik-series-produksi-perikanan-budidaya-Indonesia/?category_id=35 (diakses pada 2 Januari 2019)

Effendi, I.M. (2002). Biologi Perikanan. Cetakan Kedua. Yogyakarta. Yayasan Pustaka Nusantara. 163 hlm

Gomes, L.C., Chagas, E.C., Brinn, P.P., Roubach R., Coppati C.E. & Baldiserroto, B. (2006). Use of Salt During Transportation of Air Breathing Pirarucu Juvenils (Arapaima gigas) in Plactic Bags. Aquaculture, 256(1): 521 – 528.

Indaryanto, F.I. & Saifullah. (2011). Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Pembelian Ikan Di Pasar Induk Rau Dan Pasar Lama, Kota Serang Banten. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial dan Eksakta, 22(3): 56 – 65.

Ismi, S., Kusumawati D. & Asih Y.N. (2016). Pengaruh Lama Waktu Pemuasaan Dan Beda Kepadatan Benih Kerapu Pada Transportasi Secara Tertutup. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 8(2): 625 – 632.

Ismi, S. (2017). Pengaruh Penggantian Oksigen pada Transportasi Benih Kerapu dengan Sistem Tertutup. Jurnal Ilmu Kelautan dan Tropis, 9(1): 385 – 391.

Karnila, R. & Edison. (2001). Pengaruh Suhu dan Waktu Pembiusan Bertahap Terhadap Ketahanan Hidup Ikan Jambal Siam (Pangasius sutchi F) dalam Transportasi Sistem Kering. Jurnal Nature Indonesia, 3(2): 151 – 167.

Liao, I.S. & Huang H.J. (1975). Studies on the Respiration of Economic Prawn in Taiwan. I. Oxygen Consumption and Lethal Dissolved Oxygen of Egg up to Young Prawn of Penaeus monodon Fabricus. Journal of the Fishries Society of Taiwan, 4 (1): 33 – 50.

Mikhsalmina, Muchlisin Z.A. & Dewiyanti I. (2017). Pengaruh Pemberian Minyak Cengkeh (Syzygium aromaticum) Sebagai Bahan Anaestesi Dengan Konsentrasi Yang Berbeda Pada Proses Transportasi Benih Ikan Bandeng (Chanos chanos). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah, 2 (2): 295 – 301.

Munandar, A., Habibi G.T., Haryati S. & Syamsunarno M.B. (2017). Efektivitas Infusum Daun Durian Durio zibethinus Sebagai Anestesi Alami Ikan Bawal Air Tawar Collosoma macropomum. Depik, 6(1): 1 – 8.

Nirmala, K., Hadiroseyani H. & Widiasto R.P. (2012). Penambahan Garam dalam Air Media yang Berisi Zeolit dan Arang Aktif Pada Transportasi Sistem Tertutup Benih Ikan Gurame Osphronemus goramy Lac. Jurnal Akuakultur Indonesia, 11(2): 190 – 201.

Supriyono, E., Budiyanti & Budiardi T. (2010). Respon Fisiologi Benih Ikan Kerapu Macan Epinephelus fuscoguttatus Terhadap Penggunaan Minyak Sereh dalam Transportasi Tertutup dengan Kepadatan Tinggi. Ilmu Kelautan, 15(2): 103 – 112.

Supriyono, E., Syahputra R., Ghozali M.R.F., Wahjuningrum, D., Nirmala K. & Kristanto A.H. (2011). Efektifitas Pemberian Zeolit, Arang Aktif Dan Minyak Cengkeh Terhadap Hormon Kortisol Dan Gambaran Darah Benih Ikan Patin (Pangasionodon hyppopthalmus) Pada Pengangkutan Dengan Kepadatan Tinggi. Jurnal Ikhtiologi Indonesia, 11(1): 67 – 75.

Verhoef, E. & Verhallen. (2005). The Complete Encyclopedia of Tropical Fish. United Kingdom. Grange Book-PLC.

Wahyu, Supriyono E., Nirmala K. & Enang H. (2015). Pengaruh Kepadatan Ikan Selama Pengangkutan Terhadap Gambaran Darah, pH Darah dan Kelangsungan Benih Ikan Gabus Channa striata (Bloch, 1793). Jurnal Ikhtiologi Indonesia, 15 (2): 165 – 177.

Wedemeyer, G.A. (1996). Physiology of Fish in Intensive Culture Systems. New York. Chapman and Hall. 232p.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.