STRUKTUR KOMUNITAS KARANG KERAS (SCLERACTINIA) DI ZONA INTERTIDAL PANTAI MANDALIKA LOMBOK TENGAH

Siti Nurhaliza, Muhlis Muhlis, Imam Bachtiar, Didik Santoso

Abstract

Abstrak: Zona intertidal merupakan daerah pantai yang terletak antara pasang tertinggi dan surut terendah. Salah satu ekosistem yang terdapat di kawasan intertidal adalah ekosistem terumbu karang. Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem laut yang menjadi sumber kehidupan bagi berbagai biota laut sehingga keberadaannya sangat penting, baik dari segi ekologis maupun ekonomis. Pantai Mandalika memiliki ekosistem terumbu karang dengan zona intertidal yang cukup luas. Pesatnya perkembangan wisata di Pantai Mandalika secara tidak langsung akan mempengaruhi kehidupan terumbu karang. Penelitian ini dilakukan untuk menyediakan data dan informasi terkini mengenai kondisi keanekaragaman karang keras di zona intertidal Pantai Mandalika yang mencakup komposisi spesies, famili dan bentuk pertumbuhan, serta indeks ekologi (indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi spesies). Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni 2019 selama periode surut terendah di kawasan intertidal. Metode yang digunakan yaitu metode Underwater Photo Transect (UPT). Hasil penelitian ini menemukan 30 spesies karang keras yang termasuk dalam 8 famili di zona intertidal Pantai Mandalika. Favites paraflexuosa adalah spesies yang paling banyak ditemukan di daerah tersebut dengan persentase 22%. Famili Faviidae (79%) memiliki persentase terbesar di semua transek. Ada 5 jenis bentuk pertumbuhan karang keras di daerah yang 87% di antaranya adalah bentuk karang masif. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener adalah 2,5 dengan indeks keseragaman 0,8, dan indeks dominansi 0,1.

Kata kunci: komunitas, terumbu karang, zona intertidal, keanekaragaman, Pantai Mandalika.

Abstract: The intertidal zone is a coastal area located between the highest and lowest tides. One of the ecosystems in the intertidal area is the coral reef ecosystem. The coral reef is one of the marine ecosystems which is a source of life for various marine biota so that its existence is very important, both in ecological and economic terms. Mandalika Beach has a coral reef ecosystem with a fairly extensive intertidal zone. The rapid development of tourism in Mandalika Beach will indirectly affect the life of coral reefs. This research to provide data for the existing condition of hard corals diversity in the area for better understanding of future research. This research covers the species, family and life form composition, and ecologycal indices (diversity, species equitability, and dominance indices). The research was conducted on June 2019 during the lowest tide period and carried out with a Underwater Photo Transect (UPT) method. The results revealed that Mandalika’s Intertidal Zone had 30 species of hard corals that belongs to 8 families. Favites paraflexuosa was the most abundant coral in the area with 22% of community composition. The Faviidae family (79%) had the largest percentage in all transects. There were 5 type life forms of hard corals in the area which 92% of them were coral massive type. The Shannon-Wiener diversity index score was 2.5 with equitability index 0.8, and dominance index is 0.1.

 

Keywords: community coral reef, intertidal zone, diversity, Mandalika Beach.


Full Text:

PDF

References

Atmadja, W. S. (1999). Sebaran dan beberapa aspek vegetasi rumput laut (algae makro) di perairan terumbu karang Indonesia. Jakarta: Puslitbang Oseanologi-LIPI.

Babcock, R. C. (1986). A Comparation of the Population Ecology of Reef Flat Corals of the Family Faviidae (Goniastrea, Platygyra). PhD thesis. Townsville: James Cook University.

Bachtiar, I., Karnan, I.I.A Hakim., L. Japa, E. Pradjoko & Syafruddin (2016). Kajian potensi dampak pembangunan danau di distrik the Lagoon terhadap komunitas cacing nyale di Mandalika Resort: pengelolaan cacing nyale. Laporan Akhir. Lembaga Penelitian Universitas Mataram.

Begon, M., C.R. Townsend & J.L. Harper. (2006). Ecology; from Individuals to Ecosystems 4th Edition. Malden: Blackwell Publishing.

Brown, B. E., Holley, M. C., Sya’rani, L. & Tissier, L. M. (1983). Coral asseblages of reef flats around Pulau Pari, Thousand Islands, Indonesia. Atoll Research Bulletin, 281: 1-13.

Dollar, S. J. (1982). Wave stress and coral community structure in Hawaii. Coral Reefs, 1: 71-81.

English, S, Wilkinson, C. & Baker, V. (1997). Survey Manual for Tropical Marine Resources 2nd Edition. Townsville: Australia Marine Science Project Living Coastal Resource.

Giyanto (2013). Metode transek foto bawah air untuk penilaian kondisi terumbu karang. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia, 38 (1): 47-61.

Giyanto, G., Prayudha, B. & Hafizt, M. (2018). Status Terumbu Karang Indonesia 2018. Jakarta: LIPI.

Hanapiah, F. M., Saad, S., Ahmad, Z., Yusof, H. M. & Khodzori, F. A. (2019). Assesment of benthic and coral community structure in an inshore reef in Balok, Pahang, Malaysia. Biodiversitas, 20 (3): 872-877.

Luthfi, M. O. (2003). Sebaran Spasial Karang Keras (Scleractinia) di Perairan Pulau Panjang, Jepara. Skripsi. Jurusan Ilmu Kelautan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro. Semarang.

Luthfi, M. O. (2009). Bentuk Pertumbuhan Karang di Wilayah Rataan Terumbu (Reef Flat) Perairan Kondang Merak, Malang, Sebagai Strategi Adaptasi Terhadap Lingkungan. Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan VI ISOI 2009: 109 – 117.

Muhlis (2011). Ekosistem terumbu karang dan kondisi oseanografi perairan Kawasan Wisata Bahari Lombok. Berkala Penelitian Hayati (Jounal of Biological Researches), 16 (2): 111-118.

Odum, E. P. (1993). Dasar-dasar Ekologi. Jakarta: PT. Gramedia. (Terjemahan).

Kelley, R. (2009). Coral Finder Indo Pasific. Townsville: BYO Guides.

Suharsono (2008). Jenis-jenis Karang di Indonesia. Jakarta: Program COREMAP II-LIPI.

Suprapto (2002). Struktur Komunitas Karang Hermatipik pada Mikro-Atol Dataran Terumbu Pulau Panjang, Jepara. Skripsi. Jurusan Ilmu Kelautan UNDIP. Semarang.

Tianran, C., Kefu, Y. U., Qi, S. H. I., Shu, L. I., Price, G. J., Rong, W., Meixia, Z., Tegu, C… Jianxin, Z. (2009). Twenty-five years of change in scleractinian coral communities of Daya Bay ( northern South China Sea ) and its response to the 2008 AD extreme cold climate event. Chinese Science Bulletin, 54: 2107-2117.

Veron, J.E.N. (1986). Corals of Australia and the Indo-Pacific. Honolulu: Universitas Hawai Press.

Veron, J.E.N. (2000). Corals of the World. Australian Institute of Marine Science. Townsville: Australia.

Wolstenholme, J., Dinesen, D. Z. & Alderslade, P. (1997). Hard corals of the Darwin Region, Northern Territory, Australia. Proceedings of the Sixth International Marine Biological Workshop, 381-298.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.