PERTUMBUHAN KERANGKA KARANG ACROPORA DI PERAIRAN SENGIGI LOMBOK

Muhlis Muhlis

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan 1) Mengetahui laju petumbuhan kerangka karang Acropora (Acropora nobilis dan Acropora nosuta) 2) mengidentifikasi kondisi perairan Senggigi. Pengukuran pertumbuhan karang dilakukan selama empat bulan dengan metode Alizarin red meliputi pertumbuhan panjang dan pertambahan bobot. Untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan pada kedua jenis karang, dilakukan uji t sedangkan kondisi perairan dilakukan uji laboratorium dan dibahas secara diskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan panjang kerangka Acropora nobilis mencapai 17.79 mm atau 0.148 mm/hari dan Acropora nosuta mencapai 14.28 mm atau 0.12 mm/hari. Sedangkan pertambahan bobot kerangka Acropora nobilis mencapai 513.1 mg atau 4.27 mg /hari dan Acropora nosuta mencapai 264.9 mg atau 2.21 mg /hari. Uji statistik menunjukan bahwa ada perbedaan laju pertumbuhan antara kerangka karang Acropora  nobilis dan Acropora nosuta.  Kondisi fisika kimia perairan Sengigi selama penelitian rata-rata sangat baik karena masih pada kisaran batas toleransi untuk persyaratan pertumbuhan karang pada umumnya

 

Kata kunci : Pertumbuhan; Kerangka karang; Acropora sp

 

Abstract: Aims of this research are to know the growth of Acropora  (Acropora nobilis and Acropora nosuta) and identify waters condition of Senggigi. Measurement of the growth of length and weight increasing were carried out for four months by Alizarin methods (red). T test was applied to know difference of the growth on two sorts of the coral, whereas waters was examined in laboratory and presented by description. Results of this research points out that length of growth  of Acropora nobilis is 18.89 mm/four months or 0.15 mm/day, meanwhile Acropora nosuta reaches 15.32 mm/ four months or 0.127 mm/day. Rising of weight of Acropora nobilis is 541.2 mg/ four months or 4.8 mg/day, whereas Acropora nosuta reaches 323.5 mg/ four months or 3.1 mg/day. Statistics test shows there is a difference in the growth of length between Acropora nobilis and Acropora nosuta. During this research, physical and chemical condition of Senggigi waters was generally very good, the conditions of environment were in range of toleration for growing coral.

 

Keywords : Growth; Coral skeleton; Acropora sp

Full Text:

PDF

References

Boarden, P.J.S. & R. Seed. (1985). An Introduktion to Coastal Ecology Yertiary Level Biology. Breackie Son Ltd. Champman and Hall, New York pp 90-105.

Brown, B.E. & Scoffin. (1986). Measuring Growth Rate of Reef Corals as An Introduction of the Effects of Pollution and Enviromental Disturbance, pp 11-24. In B.E Brown (ed), Human Inducce to Coral Reef, Comar, Linesco. 180p

Dirjen Perlindungan hutan dan konsevasi Alam (2008) Pedoman Penangkaran/Trasplantasi Karang Hias Yang Diperdagangkan, Peraturan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan Dan Konservasi Alam Jakarta

Ditlev, H. (1980). A Field-guide to the reef-building corals of the Indo-Pacific. Scandinavian Science Press Ltd. Klampenborg.

Giyanto, Abrar, M., Hadi T. A., Budiyanto, A., Hafizt, M., Salatalohy, A. & Iswari, M. Y. (2017). Status Terumbu Karang Indonesia 2017 Coremap-CTI Pusat Penelitian Oseanograri- LIPI Jakarta.

Goreau, T. F., N.I Goreau & T.J. Goreau. (1982). Corals and Coral Reefs in Life in The Sea. W. H. Freezanand Company, San Fransisco. 2:425-431.

Lambert, A. E. (1978). Coral Grouwth Alizarin Methode pp 523-528 in D. R. Stoddont an R. E. Johannes (eds) Coral Reef: Research Methode, Unisco, 581p.

Levinton, J. S. (1982). Marine Ekology, Practice Hall Inc.. Engloweed Cliffs, New Jersey.526 p.

Loya, Y. (1976). Recolonisation of Red Sea Corrals Affected by Natural Catastrophe and man Mode Pertubation Ekology : 278 - 287.

Muhlis (2011). Ekosistem terumbu karang dan kondisi oseanografi Perairan Kawasan Wisata Bahari Lombok. Jurnal Berkala Penelitian Hayati (Journal of Biological Researches). Vol.16 No.2 : 111-118. http://berkala hayati : org/journal/be 272.bab

Nuraini, S. (1986). Studi Pertumbuhan Acropora aspera (dana) di Perairan Bandengan Jepara Jawa Tengah. Jurnal Penelitian Perikanan. E7:101-105.

Nybakken, J.W. (1992). Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis (Terjemahan dari M. Eidman., Koesoebiono, D.G. Bengen., M Hutomo dan S. Suharjo. P.T. Gramedia Jakarta. 459 p.

Sya’rani, L. (1988). Bentuk Rangka dan Pertumbuhan Acropora aspera (dana) di Laut Jawa Pada Musim Barat. Dalam bunga rampai Pola Ilmiah Pokok Universitas Diponegoro. P 161-170.

Stromgren. 1987. The Effect of Light on the Growth Rate of Internal Acropora pulchra (Brook) from Phuket, Thailand, Lat 8N. Journal of Coral Reef. University of Trondheim. 6:43-47.

Suharsono (2007). Pengelolaan Terumbu Karang Di Indonesia, Pidoto pengukuhan Profesor Riset Bidang Ilmu Oseanografi pada Rabu 12--2007 .Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) LIPI Jakarta http://www.antara.co.id/are/2007/12/12/pakar-kondisi_terumbu karang di indonesia membaik./ diakses 15 Maret 2009

Veron, J.E.N. (1986). Corals of Autralia and the Indo-Pasific , Unuversity of Hawaii Prees, Honolulu, pp.644

White, A. T. (1987). Coral Reefs Valuable Resources of South East Asia. International Center For Living Aquatic Resources Management. Manila. 256 p.

Yasin, M. (1984). Sistematika Hewan. Usaha Nasional Surabaya. p 125.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.