WORKSHOP PENILAIAN KURIKULUM 2013 BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH DI YAYASAN AL-AZHAR NW KAYANGAN

Ika Nurani Dewi, Septiana Dwi Utami, Ismail Efendi, Baiq Muli Harisanti, Ita Chairun Nissa

Abstract

Yayasan Al-Azhar NW Kayangan merupakan salah satu pondok pesantren di Kabupaten Lombok Barat yang telah menerapkan Kurikulum 2013 sejak tahun 2015. Pelaksanaan penilaian dalam Kurikulum 2013 secara eksplisit mengharuskan guru di sekolah melakukan penilaian menyeluruh di ranah kognitif, afektif, dan psikomotor, sehingga dipandang memiliki kerumitan yang lebih dibandingkan dengan instrumen penilaian pada kurikulum sebelumnya. Melalui program pengabdian kepada masyarakat berupa kegiatan workshop penilaian kurikulum 2013 diharapkan dapat meningkatkan wawasan guru dalam mengembangkan instrumen penilaian K13 yang dinilai masih kurang. Adapun metode yang digunakan adalah Lesson Study meliputi  tahapan, 1) perencanaan (plan), 2) pelaksanaan (do), 3) refleksi (see). Kegiatan workshop melibatkan seluruh guru SMP dan SMA Islam Al Azhar NW Kayangan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa para peserta telah mampu memahami implementasi instrumen penilaian kurikulum 2013 dan berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan workshop. Hal tersebut dapat dilihat dari persentase kehadiran peserta sebesar 82.85% dan jumlah peserta yang telah berhasil menyusun instrumen penilaian sebesar 86.20%. Peserta juga memberikan respon positif terhadap kegiatan workshop yang meliputi aspek perhatian, keterkaitan, kepercayaan, dan kepuasan masing-masing sebesar 90.32%, 72.11%, 82.22%, dan 87.67%. Dengan demikian, adanya kegiatan pengabdian berupa workshop penilaian kurikulum 2013 dapat meningkatkan keterampilan guru dalam pembelajaran K13, khususnya pada instrumen penilaian.

Full Text:

PDF

References

Mardapi, D. 2008. Teknik penyusunan instrumen tes dan nontes. Yogyakarta: Mitra Cendikia Press.

Popham, W. J. 2009. Instruction that up measures up. Virginia: ASCD.

Puspendik. 2011. Tes tertulis. Jakarta: Pusat Penilaian Pendidikan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional.

Uno, H. B., & Koni, S. 2012. Assesment Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Retnawati, H. 2015. Hambatan guru matematika sekolah menengah pertama dalam menerapkan kurikulum baru. Cakrawala Pendidikan, XXXIV(3).

Allen, K. N., & Friedman, B. D. 2010. Affective learning: A taxonomy for teaching social work values. Journal of Social Work Values and Ethics, 7(2).

Setiadi, H. 2016. Pelaksanaan penilaian pada kurikulum 2013. Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan 20(2). 166-178.

Subagia, W., & Wiratma. 2016. Profil penilaian hasil belajar siswa berdasarkan kurikulum 2013. Jurnal Pendidikan. Universitas Pendidikan Ganesha. 5(1).

Reynold, C.R., et al. 2010. Measuremet and assesment in education. New York: Pearson.

Peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2013 tentang Satndar Penilaian Pendidikan.

Hart, C. L., & Alston. 2011. Lesson Study Research and Pratice in Matematics Education Learning Together. London: Springer Dordrecht Heildeberg.

Depdiknas 2003. Undang-undang RI No. 20 tahun 2003.tentang sistem pendidikan nasional.Jakarta: Depdiknas.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2013. Permendikbud Nomor 66 tahun 2013 Tentang Standar Penilaian Pendidikan.

Sanjaya, W. 2008. Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Prenana Media.

Slameto. 2010. Evaluasi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.