PELATIHAN DESAIN WEBSITE SEKOLAH PADA SMA METHODIST BERASTAGI DENGAN ADOBE DREAMWEAVER

Rin Rin Meliani Salim, Sophya Hadini Marpaung, Yuni Marlina Saragih

Abstract

Kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk membekali siswa-siswi SMA Methodist Berastagi dalam menghadapi perkembangan teknologi, salah satunya website. Dengan harapan, siswa-siswi mampu mendesain website sekolah Methodist Berastagi agar melalui teknologi sekolah akan lebih dikenal oleh masyarakat luas. Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari di laboratorium SMA Methodist Berastagi. Sebelum mengikuti pelatihan siswa-siswi diberikan pretest untuk mengukur pemahaman dan kemampuan. Kemudian siswa-siswi diberikan modul dan diajarkan desain website menggunakan Adobe Dreamweaver. Tim pengabdian memilih Adobe Dreamweaver karena aplikasi tersebut memberikan kemudahan mendesain tanpa perlu menghapal tag-tag HTML maupun mempelajari CSS. Setelah diajari, siswa-siswi diberikan kompetisi untuk mendesain website sekolah. Tiga desain terbaik ditampilkan di depan dan diberikan hadiah. Di akhir kegiatan pelatihan, siswa-siswi diminta untuk mengisi posttest dan kuesioner untuk mengukur keberhasilan pelatihan. Hasil rata-rata nilai pretest sebesar 19 dan rata-rata nilai posttest sebesar 65,65. Hasil ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan siswa-siswi SMA Methodist Berastagi. Di samping itu, hasil penilaian kuesioner juga menunjukkan siswa-siswi puas dengan pelatihan yang diberikan.

Full Text:

PDF

References

C. Taddeo and A. Barnes. 2016. “The school website: Facilitating communication engagement and learning,” Br. J. Educ. Technol., 47(2), 421–436.

T. R. Knapp. 2016. “Why Is the One-Group Pretest–Posttest Design Still Used?,” Clin. Nurs. Res. 25(5), 467–472.

S. McCoy, A. Everard, D. F. Galletta, and G. D. Moody. 2017. “Here we go again! The impact of website ad repetition on recall, intrusiveness, attitudes, and site revisit intentions,” Inf. Manag., 54 (1), 14–24.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.