Penulisan Kreatif Cerita Rakyat: Strategi Pemertahanan Cerita Lisan Sebagai Bahan Penguatan Nilai Karakter

Syaiful Bahri

Abstract

Banyak keluhan yang menyatakan bahwa cerita rakyat sudah ditinggalkan, terutama oleh generasi muda. Pada kondisi seperti itu sering sekali dikatakan bahwa generasi muda tidak memiliki kecintaan dan ketertarikan terhadap cerita rakyat. Hal itu tidak sepenuhnya benar. Salah satu pendorong ketidaktertarikan tersebut adalah penyajian cerita (khususnya dalam bentuk tulis) yang sudah tidak mengarah pada kecenderungan pola penyajian yang umumnya digemari oleh generasi muda. Makalah ini mencoba membandingkan dua cara penyajian satu cerita rakyat etnis Sasak di Lombok, yakni cerita rakyat Putri Mandalika. Penyajian pertama dihasilkan dari lomba penulisan kreatif cerita rakyat, sedangkan penyajian kedua dihasilkan dari penulisan cerita yang disajikan dengan model yang selama ini sudah umum dilakukan. Pembandingan ini dilakukan guna melihat kecenderungan model penulisan kreatif sehingga pola-pola tersebut dapat dijadikan sebagai strategi penyajian yang menarik guna melakukan pemertahanan cerita lisan yang demikian melimpah di seluruh pelosok negeri. Dengan menggunakan metode perbandingan pada unsur dan pola penyajiannya, tergambar bahwa pola penulisan kreatif cerita rakyat lebih berupaya menyajikan awal cerita dengan model yang berbeda. Meskipun pembaca sudah mengetahui alur cerita Putri Mandalika, model penulisan kreatif tersebut lebih menumbuhkan rasa penasaran dan mendorong pembaca untuk mengetahui lebih lanjut keseluruhan isi cerita. Dorongan untuk membaca cerita ini secara otomatis mendorong potensi penumbuhan nilai karakter karena cerita rakyat kaya dengan nilai karakter.

Keywords

penulisan kreatif, pertahanan, putri mandalika, cerita rakyat

Full Text:

PDF

References

Bahri, Syaiful dkk. 2015. “Relasi Kekerabatan Sastra Sasak dan Samawa di Pulau Lombok dan Sumbawa” (Laporan Penelitian). Mataram: Kantor Bahasa NTB.

Bahri, Syaiful. 2017. “Relasi Cerita Rakyat Sasak dan Samawa: Bandingan Sastra ke Arah Pendidikan Multikultural” (Tesis). Mataram: Universitas Mataram.

____________. 2018. “Mandalika dan Lala Buntar: Bandingan Cerita Rakyat Sasak dan Samawa” dalam Prosiding Seminar Nasional Bahasa dan Sastra 2018. Mataram: Kantor Bahasa NTB.

Depdiknas. 2015. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Hasjim, Nafron, dkk. 1998. Sastra Daerah Nusa Tenggara Barat: Analisis, Tema, Amanat, dan Nilai Budaya. Jakarta: Depdikbud.

Ismawati, Esti. 2013. Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Ombak.

Martina, Anna. 2014. Dongeng Cerita Rakyat Nusantara (Nusa Tenggara Barat): Putri Mandalika. Bintang Indonesia.

Pudentia (ed). 2008. Metodotologi Kajian Tradisi Lisan. Jakarta: ATL.

Rosnilawati. 2016. “Studi Komparatif Struktur Cerita Legenda La Hila (Bima) dan Legenda Putri Mandalika (Lombok)” (Skripsi). Mataram: Universitas Mataram.

Sudirman dan Usup Mahri (ed.). 2013. Cerita Rakyat Nusa Tenggara Barat. Mataram: ATL NTB.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.