POTENSI MITIGASI KARBON HUTAN MANGROVE DI INDONESIA

Muhamad Soimin, Antje Gaertner, Aina Tubau Comas, Coen van Tuijl

Abstract


Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem terpenting yang ada di bumi karena memberikan manfaat ekologis yang sangat besar. Salah satu peranan utama hutan mangrove yaitu fungsi sekuestrasi karbon yang lebih tinggi dibandingkan dengan hutan boreal, temperate (beriklim sedang), dan tropis. Berdasarkan kesepakatan yang tercantum dalam Paris Climate Agreement 2015, Indonesia yang memiliki hutan mangrove terluas di dunia telah menargetkan untuk mengurangi emisi karbon pada tahun 2020 dengan target pengurangan emisi tanpa syarat (unconditional) dan 2030 dengan syarat (conditional). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi mitigasi karbon restorasi hutan mangrove di Indonesia. Pemodelan dengan menggunakan CO2Fix Model digunakan untuk mensimulasikan empat skenario yang diinginkan untuk menginvestigasi apakah restorasi 1,8 juta hektar hutan mangrove yang telah hilang sejak tahun 1980 cukup untuk mencapai target, jumlah hutan mangrove harus direstorasi untuk mencapai target mitigasi Indonesia berdasarkan Paris Climate Agreement, dan tingkat penebangan hutan mangrove yang sesuai dengan target Indonesia. Hasil simulasi menunjukkan bahwa target pengurangan emisi tanpa syarat 2020 akan dicapai setelah 22 tahun dengan restorasi 1,8 juta hektar hutan mangrove, target tanpa syarat 2030 setelah 87 tahun, dan target bersyarat setelah 102 tahun. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa restorasi hutan mangrove memiliki potensi mitigasi karbon yang efektif dalam jangka waktu yang lama.

Kata kunci: mengrove, sekuestrasi, restorasi, CO2Fix,


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.