RESISTENSI LOGAM BERAT STRAIN BAKTERI HETEROTROFIK ASAL LIMBAHCAIR DOMESTIK SEBAGAI FORMULA PENGURAI LIMBAH

Lud Waluyo

Abstract


Kontaminasi logam berat di perairan, termasuk limbah cair domestik  dapat mempengaruhi kualitas air maupun komponen biologis termasuk bakteri. Salah satu pemecahan masalah secara mikrobiologis dengan menggunakan mikroba indigen. Metode untuk mencapai target dengan menguji resistensi logam berat menggunakan metode streak plate agar slant yang mengandung  HgCl2, dan CuCl2. Konsentrasi HgCl2 yang diujikan adalah 1, 2, 3, 4, 5 mg/L dan seterusnya sampai didapatka resistensi merkuri tertinggi. Konsentrasi HgCl2, dan CuCl2 yang diujikan adalah 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, dan 50mg/L. Perlakuan dilakukan ulangan sebanyak 3 kali. Kultur bakteri heterotrofik kemudian diinkubasi pada suhu 370C selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan Bacillus cereus strain BQAR-01d, Bacillus thuringiensis strain MSS-2, Bacillus cereus strain JDA-1, Bacillus sp. B31 (2008), Aneurinibacillus sp. YR247, Bacillus sp. Gut03, Enterococcus sp. 79w3, Bacillus sp. Z-3, Uncultured Bacillus sp. clone C6A08 semua resisten terhadap CuCl
2. Bacillus cereus strain BQAR-01d, Enterococcus sp. 79w3, Bacillus sp. Z3, resisten terhadap HgCl2 sampai dengan konsentrasi 50 mg/L. Ada 4 strain bakteri heterotrofik yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi pengurai limbah cair domestik yang mengandung logam berat.

Kata kunci:  resistensi, bakteri heterotrofik, limbah cair, logam berat.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.