Penggunaan Subject-Verb Agreement dalam Menulis Text Bahasa Inggris
DOI:
10.29303/jppm.v9i3.12511Published:
2026-08-06Downloads
Abstract
Writing ability in English particularly subject-verb agreement requires strong grammar mastery as the core of constructing correct sentences. However, the eighth grade of junior high students in Pondok Pesantren Modern Al-Ghozali, Gunung Sindur have difficulty in using Subject -Verb Agreement, particularly in the present tense and present progressive tense. The causes of having much more theories and lacking of writing practice in English make them have low understanding and confidence in using English in the class. This Community Service (PKM) is aimed to enhance students’ understanding in Grammar, to improve students writing in English, and to build their confidence through interactive and applied learning. The method was conducted through observation, pre-test, presentation delivery, interactive game, error analysis, writing practice, and post test. The material is focusing on the use of subject-verb agreement in writing English text. The activity was conducted on Sunday, 12 April 2026 at Pondok Pesantren Modern Al-Ghozali, Gunung Sindur, Bogor. The results show a significant improvement in students’ understading indicated by the rise in the average pre-test score from 45% to 76% at the stage of error analysis, and a further increase to 85% in the post-test, representing a total improvement of 40%. These findings imply that an interactive teaching approach combined with error analysis is effective in enhancing students’ ability to apply subject-verb agreement rule in English text.
Keywords:
English writing subject-verb agreement English textReferences
Azar, B. S. (2003). Fundamentals of English grammar (3rd ed.). Longman.
Celce-Murcia, M., & Larsen-Freeman, D. (1999). The grammar book: An ESL/EFL teacher's course (2nd ed.). Heinle & Heinle.
Dinillah, N. I., Anugrawati, N., & Ariana. (2021). Students’ ability in using subject-verb agreement in writing an essay. Journal of Language Testing and Assessment, 1(2), pp. 125-133.
Eastwood, J. (2002). Oxford guide to English grammar. Oxford University Press.
Greenbaum, S., & Quirk, R. (1990). A Student's Grammar of the English Language. Longman.
Heydari. P. & Bagheri. M.S. (2012). Error analysis: Sources of L2 learners’ errors. Theory and Practice in Language Studies, 2(8), 1583-1589.
Huddleston, R., & Pullum, G. K. (2002). The Cambridge grammar of the English language. Cambridge University Press.
Sirait, L. (2023). Subject verb-agreement errors in the narrative writing of the first semester of English literature students: A case study. DIALEKTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(1), pp. 58-67.
Susfenti, N. E. M. (2024). Students’ ability in using subject-verb agreement. Journal of English Language Teaching and Literature, 3(2), pp. 95-101.
Swan, M. (2005). Practical English Usage (3rd ed.). Oxford University Press.
License
Copyright (c) 2026 Anita Sari, Wirhayati Wirhayati, Kanaya Ratu Vanisa, Tasya Aulia Hidayati, Desthalita Rafni Azzakiya, Poppy Dwidia Gustanti, Amanda Amelia Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

