https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/issue/feed Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram 2021-02-13T00:40:04+08:00 Ahmad Zamzam ahmadzamzam@unram.ac.id Open Journal Systems https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1577 Lingual {Ka-} Of Jereweh Dialect In Sumbawa Language 2020-11-18T03:28:35+08:00 Burhanuddin Burhanuddin burhanuddin.fkip@unram.ac.id Sukri Sukri sukrimuhammad75@yahoo.com Suyanu Suyanu suyanu@unram.ac.id <p>This article intends to explain the status of the lingual {ka-} of Jereweh dialect in Sumbawa language. Data collection uses interview and introspection methods (because the author is a speaker and masters the Sumbawa language) by presenting the whole context of unit usage  {ka-}, while the data is analyzed using the intralingual equivalent method. The results of the data analysis showed four unit states in the Sumbawa language. First, status as bound morpheme (affix), for example in <em><span style="text-decoration: underline;">ka</span>ngering</em> ‘cold’, <em><span style="text-decoration: underline;">kan</span>datang</em> ‘arrival’, <em><span style="text-decoration: underline;">ka</span>nepat</em> ‘oversleep’. Second, status as a signatory for meaningful aspects of ‘already’, usually precedes verbs that fill the predicate function in syntactic construction, for example in construction <em><span style="text-decoration: underline;">ka</span> datang</em> ‘has come’, <em><span style="text-decoration: underline;">ka</span> lalo</em> ‘has gone’, <em><span style="text-decoration: underline;">ka</span> mate</em> ‘have died’, and so on. Third, status as a pointer to ‘this’, for example in the <em><span style="text-decoration: underline;">ka</span> nya</em> ‘this is it’, <em>kabeka <span style="text-decoration: underline;">ka</span></em> ‘why is this’, <em>apa <span style="text-decoration: underline;">ka</span></em> ‘what is this’, and so on. Fourth, not as any unit because it is part (syllable) of the basic morpheme elements, for example <em><span style="text-decoration: underline;">ka</span>momang</em> ‘floating’, <em><span style="text-decoration: underline;">ka</span>meler</em> ‘carried by the flow of water’, <em><span style="text-decoration: underline;">ka</span>mantul</em> ‘stumbles’, etc., because each is not found *momang, *meler, and *mantul in the Sumbawa language Jereweh dialect.</p><p> </p><p>Kata kunci: <em>lingual, affix, aspec marker, syllables.</em></p> 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1578 Aplikasi Metode Kuadrat Terkecil Dan Aturan Cramer’s Dalam Menyelesaikan Permasalahan Analisis Regresi Dan Korelasi 2020-11-18T03:28:35+08:00 Marzuki Marzuki marzuki@unram.ac.id <p>Salah satu tujuan analisis data dalam statistika adalah untuk memperkirakan atau memprediksi besarnya efek (pengaruh) kuantitatif dari perubahan suatu kejadian terhadap kejadian lain. Untuk keperluan penilaian terhadap efek atau pengaruh tersebut, diperlukan suatu analisis yang membahas hubungan fungsional antara dua atau lebih variabel, yang dikenal dengan nama <strong>Analisis Regresi dan Korelasi</strong>. Analisis regresi dan korelasi dapat dengan mudah diselesaikan dengan menggunakan metode kuadrat terkecil (<em>least square method</em>) dan aturan Cramer’s (<em>Cramer’s rule</em>), atau disebut dengan istilah metode determinasi. Metode lain dapat juga digunakan metode inversi dalam mencari formula untuk koefisien-koefisien regresi.. Dengan sedikit melakukan manipulasi matematis dan memberikan pemaknaan baru terhadap suatu variabel, akan memunculkan formula-formula reduktif yang jauh lebih sederhana sehingga akan memudahkan mahasiswa dalam memahaminya.</p><p> </p><p><strong>Kata kunci</strong>: <strong>Analisis regresi dan korelasi, aturan Cramer, metode kuadrat terkecil.</strong></p> 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1579 Hubungan Antara Keterampilan Berpikir Kritis Dan Kemampuan Literasi Sains Pada Mahasiswa Pendidikan Kimia Di Universitas Mataram 2020-11-18T03:28:35+08:00 Devi Ayu Septiani dedev22.deviayuseptiani@gmail.com Eka Junaidi xjuned@yahoo.com Agus Abhi Purwoko agus_ap@unram.ac.id <pre>This ex-post facto quantitative research aims to describe the relationship between critical thinking skills and the ability of scientific literacy in Chemistry Education students at Mataram University. The study population was 234 students with a total sample of 148 students. The sampling technique was done by using proportionate stratified random sampling. The Data collection used instruments of critical thinking skills tests and tests of scientific literacy abilities. Data analysis techniques was used descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis. The results of descriptive statistical analysis showed that the category of learning achievement for critical thinking skills of students included in to the less category. The number of critical thinking skills of students was 39.70, while the ability of scientific literacy included in to the very poor category with a number 51.09. Inferential statistical analysis was used prerequisite tests and hypothesis tests. The prerequisite test was used data normality test and data linearity test. The results of the hypothesis test was used Pearson Product Moment correlation show the value of rxy = 0.20; coefficient of determination of 4 %; and t = 2.4535&gt; ttable = 1.6553. In conclusion, there is a positive and significant relationship between critical thinking skills and the ability of scientific literacy in students with a low level of correlation.</pre><p> </p><strong>Keywords:</strong> <em>critical thinking skills, scientific literacy abilities</em> 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1580 Teknologi Pembuatan Sosis Daging Sapi Dengan Penambahan Tepung Tapioka Sebagai Salah Satu Strategi Untuk Mencukupi Gizi Anak Usia Sekolah 2020-11-18T03:28:35+08:00 Bulkaini Bulkaini b_kaini@yahoo.coom <p>Penelitian dilakukan dengan tujuan <strong> </strong>untuk mengetahui pengaruh level penambahan tepung tapioka terhadap komposisi kimia, nilai organoleptik dan sifat fisik sosis daging sapi dalam upaya untuk mencukupi gizi anak usia sekolah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Pola Searah dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu penambahan tepung tapioka : 0%, 10%, 20 % dan 30%. Data hasil penelitian kualitas sosis dianalisa dengan menggunakan Analisa Variansi pola searah dan dilanjutkan dengan uji jarak Ganda Duncan’s New Multiple Range Test. Hasil analisa varian menunjukkan bahwa penambahan tepung tapioka dalam proses pembuatan sosis daging sapi memberikan pengaruh yang nyata (P&lt;0.05) terhadap kadar abu, susut masak dan daya ikat air sedangkan terhadap kadar air, protein, lemak, pH dan keempukan tidak berpengaruh nyata (P&gt;0,05). Penambahan tepung tapioka sebanyak 10% dalam pembuatan sosis daging sapi dapat memberikan nilai gizi yang lebih tinggi dibandingkan dengan penambahan 20% dan 30% yaitu protein sosis sebesar 13,68±0,73% , kadar lemak sebesar 5,36±0,55% dengan kadar abu 3,68±0,93%. Sifat fisik sosis daging sapi (pH ,Susut masak, DIA dan keempukan ) dengan penambahan tepung tapiokan pada level 10% memberikan pH sosis yang normal yaitu berkisar antara 4,5 – 6,0 dan susut masak berkisar antara 1,5% - 60%.</p><p>Kata Kunci: Tepung tapioka, nilai gizi sosis usia sekolah</p> 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1581 Pengaruh Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Guided Discovery) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X SMAN 4 Mataram 2020-11-18T03:28:35+08:00 Muntari Muntari muntari@unram.ac.id Sukib Sukib sukib@gmail.com Eli Yanti eliyanti5363@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran penemuan terbimbing (<em>guided discovery</em>) terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kimia siswa kelas X SMAN 4 Mataram. Jenis penelitian ini merupakan <em>quasi experiment</em>dengan rancangan <em>pretest-posttest non-equivalent control group</em>. Sampel dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>, diperoleh kelas XMIA 2 sebagai kelas kontrol dengan model pembelajaran konvensional dan kelas X MIA 4 sebagai kelas eksperimen dengan model pembelajaran penemuan terbimbing (<em>guided discovery</em>). Nilai kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen dan kelas kontrol (<em>pretest-posttest</em>) dianalisis menggunakan uji N-gain untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa, diperoleh N-gain kelas eksperimen berkategori sedang (50%) dan kelas kontrol berkategori rendah (15%). Data hasil belajar kimia dianalisis menggunakan uji N-gain untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kimia siswa, diperoleh N-gain kelas eksperimen berkategori tinggi (72%) dan kelas kontrol berkategori sedang (32 %). Hasil uji hipotesis pada kemampuan berpikir kritis menggunakan uji gain-t, diperoleh t<sub>hitung</sub> lebih besar dari pada t<sub>tabel</sub> (3,5 &gt; 1,67) pada taraf signifikan 5%, yang artinya terdapat pengaruh positif model pembelajaran penemuan terbimbing (<em>guided discovery</em>) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil uji hipotesis pada hasil belajar kimia menggunakan uji gain-t, diperoleh t<sub>hitung</sub> lebih besar dari pada t<sub>tabel</sub> (3,3 &gt; 1,67) pada taraf signifikan 5%, yang artinya terdapat pengaruh positif model pembelajaran penemuan terbimbing (<em>guided discovery</em>) terhadap hasil belajar kimia siswa. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing (<em>guided discovery</em>) berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kimia siswa kelas X SMAN 4 Mataram.</p><p><strong> </strong></p><p>Kata kunci: penemuan terbimbing (<em>guided discovery</em>), kemampuan berpikir kritis, hasil belajar kimia</p> 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1845 Keefektifan Buku Panduan Praktikum IPA Terpadu SMP Berpendekatan Saintifik Dengan Berorientasi Lingkungan Sekitar Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa 2020-11-18T03:28:35+08:00 N. W. S. Darmayanti wyndarmayanti@gmail.com Haifaturrahmah Haifaturrahmah wyndarmayanti@gmail.com Linda Sekar Utami wyndarmayanti@gmail.com Johri Sabaryati wyndarmayanti@gmail.com The purpose of the study was to examine the effectiveness of integrated science practicum guidelines with scientific approach and environmental oriented which was developed to enhance scientific skill process for junior high school students. This study followed the steps of Research and Development (R&amp;D) model. The preliminary field testing was performed in SMPN 17 Mataram and the students in VII B class was chosen as subject. To gain information about the students’ science skills process, One Group Pre-Test and Post-test design have been employed to measure the students’ ability before and after the treatment. The data were analyzed using <em>N-</em>gain score analysis. The result showed that the students’ improve their skills in medium category (gain score 0.4). It means, the implementation of developed practicum guidelines contributed to students’ improvement in science’s process skills. 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1583 Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Lembar Kerja Siswa (LKS) Tipe Diagram Vee Terhadap Hasil Belajar Kimia Materi Kelarutan Dan Hasil Kali Kelarutan Siswa Kelas XI SMA Al-Ma’arif Sangkong 2020-11-18T03:28:35+08:00 Baiq Suriani baiqsuriani551@gmail.com Dwi Laksmiwati laksmiwati@unram.ac.id Jackson Siahaan siahaanj@unram.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan lembar kerja siswa (LKS) tipe diagram <em>Vee</em> terhadap hasil belajar kimia materi kelarutan dan hasil kali kelarutan kelas XI SMA Al-Ma’arif Sangkong Lombok Tengah. Jenis penelitian ini merupakan <em>quasy eksperimental.</em> Desain penelitian yang digunakan yaitu <em>nonequivalent control group design posttest only</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Al-Ma’arif Sangkong. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu <em>purposive sampling</em>. Sampel pada penelitian ini adalah kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 1 sebagai kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan lembar kerja siswa (LKS) tipe diagram <em>Vee</em>, sedangkan pada kelas kontrol diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji-t. Hasil uji statistika uji-t pada taraf signifikan 5% menunjukkan t<sub>hitung</sub> (0,27) &lt; t<sub>tabel</sub> (2,035) yang berarti Ho diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan lembar kerja siswa (LKS) tipe diagram <em>Vee </em>terhadap hasil belajar kimia materi kelarutan dan hasil kali kelarutan pada siswa kelas XI IPA SMA Al-Ma’arif Sangkong Lombok Tengah tidak memberikan pengaruh yang signifikan</p><p> </p><p><strong>Kata kunci</strong>: inkuiri terbimbing, diagram Vee, hasil belajar kimia.</p> 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1584 Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Dengan Tipe Group Investigation (GI) Terhadap Hasil Belajar Siswa 2020-11-18T03:28:35+08:00 Baiq Rina Rismayanti baiqrinarismayanti44@gmail.com Wildan Wildan Wildanfkip@unram.ac.id Yunita Arian Sani Anwar yunita@unram.ac.id <em>This study aims to determine the effect of the problem based learning model with Group Investigation (GI) type on learning outcomes. This type of research is a quasy experiment in the form of nonequivalent control group design post-test only. The population in this study included all students of class X IPA MA Dakwah Islamiyah Putri Kediri. Taking by random sampling method, and selected class X IPA 1 as the experimental class and class X IPA 3 as the control class. Data collection was carried out using a test of learning outcomes in the form of a question description that had previously been validated. The results showed the average value in the experimental class = 75.45 higher than the control class = 61.81. T test results, yielding t = 3.61&gt; t table = 1.671 means Ho is rejected. Based on these results it can be concluded that the application of the problem based learning model with Group Investigation (GI) type gives a better influence on the learning outcomes of the subject matter chemistry of electrolyte and non-electrolyte solutions in class X MA Dakwah Islamiyah Putri Kediri students.</em> 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1585 Pengaruh Model Pembelajaran Think Talk Write Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Materi Pokok Stoikiometri Kelas X MIA MAN 2 Mataram 2020-11-18T03:28:35+08:00 Hartami Tsania hartamitsania@gmail.com Dwi Laksmiwati laksmiwati@unram.ac.id Jackson Siahaan siahaanj@unram.ac.id <p>This research is aimed to find out the the effect of think talk write (TTW) learning model toward critical thinking skill in stoikiometri subject among 10<sup>th</sup> grade students of MAN 2 Mataram. This research applied quasi experiment in the form of post-test only control group design<em>.</em> The population of this research is 153 students, that is consisted of all 10<sup>th</sup> grade students in MAN 2 Mataram that is distributed into six classes. The method applied in this research is purposive sampling. The sample in this research is 10<sup>th </sup> grade students of MIA 3 as class experiment and 10<sup>th</sup> grade student of MIA 2 as control class. The experiment class is given TTW learning model meanwhile convensional learning model through lecturing was given to control class. Critical thinking skill is focused on stoikiometri subject in the cognitive point. Hypothesis used in this research is t test. The results indicated that at α 5%, t<sub>test</sub> (0,21) &lt; t<sub>table</sub> (1,66). The average of critical thinking skill of experiment class was 68,08 that is higher than control class 67,88. Statiscally, these two classes indicated that TTW learning model does not affect the critical thinking skill on stoikiometri subject among 10<sup>th</sup> grade students of MAN 2 Mataram. <strong></strong></p><p> </p>Keywords: critical thinking skill, TTW learning model, and stoikiometri subject 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1586 Analisis Implementasi Pendekatan Saintifik Dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Dan Proses Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Ipa SMP Di Lombok Barat 2020-11-18T03:28:35+08:00 I Made Wijaya Darma Saputra madewijaya@gmail.com Agus Ramdani aramdani07@unram.ac.id Syamsul Bahri sbahri@unram.ac.id <p>The purpose of this study was to find out how the implementation of the scientific approach undertaken by teachers in the Lesson Plan(RPP) and the Learning Process in junior high school science subjects in West Lombok Regency. This type of research is descriptive qualitative. The research subjects were teachers in Public and Private schools who had implemented the 2013 Curriculum. The research sample was obtained through the Stratified Random Sampling technique by taking 15% of the total population of 162, so the total sample was 16 public school teachers and 8 private school teachers. Data collected by means of documentation, observation, and interviews. Data were analyzed by data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the application of the Scientific Approach in the RPP was already included in the category of Very Good. In the learning process carried out by the teacher using the Scientific Approach has a Good Enough category in the Questioning and Associating step. There were only 25% of the teachers who applied the complete and sequential 5M activities, while 37.5% of the teachers who implemented the complete but non-sequential teachers were 37.5%, while the 37.5% teachers did not apply the complete 5M activities.</p><strong>Keywords</strong>: Scientific Approach; Lesson Plan; Natural Sciences. 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1691 Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa dan Kesulitan Belajar Termokimia dan Kesetimbangan Kimia Sebelum dan Sesudah Pembelajaran Kooperatif NHT 2020-11-18T03:28:35+08:00 Mukhtar Haris mukhtar_haris@yahoo.co.id I Nyoman Loka nyomanloka@unram.ac.id Supriadi Supriadi Supriadi_fkip@unram.ac.id Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia pada pelajaran termokimia dan kesetimbangan kimia melalui pembelajaran kooperatif NHT. Kemampuan berpikir kritis tersebut meliputi kemampuan mengidentifikasi, kemampuan mengevaluasi, kemampuan menyimpulkan, dan kemampuan mengemukakan pendapat. Data penelitian yang diperoleh dianalisis tingkat kemampuan berpikir kritis mahasiswa dan kesulitan belajarnya. Kemudian dibandingkan sebelum dan sesudah pembelajaran kooperatif NHT. Hasil penelitian setelah pembelajaran kooperatif NHT adalah sebagian besar mahasiswa memiliki kemampuan meningkat yaitu kemampuan mengidentifikasi dari sangat rendah dan cukup menjadi tinggi dan sangat tinggi, kemampuan mengevaluasi dari tidak ada menjadi sangat rendah, kemampuan menyimpulkan dari tidak ada dan rendah menjadi cukup dan sempurna, serta kemampuan mengemukakan pendapat dari rendah dan sangat rendah menjadi tinggi dan sangat tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rata-rata mahasiswa sebelum pembelajaran kooperatif NHT memiliki kemampuan yang sangat rendah pada kemampuan mengevaluasi, dan rendah pada kemampuan mengidentifikasi, menyimpulkan, dan mengemukakan pendapat. Setelah pembelajaran kooperatif NHT terjadi peningkatan yaitu kemampuan mengidentifikasi dan mengemukakan pendapat menjadi tinggi, kemampuan mengevaluasi menjadi rendah, dan kemampuan menyimpulkan menjadi cukup 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1692 Pengaruh Pembelajaran Berbasis Inkuiri Terbimbing Terhadap Prestasi Belajar Kimia Materi Koloid Pada Siswa Kelas XI IPA SMAN 7 Mataram 2020-11-18T03:28:35+08:00 Lusi Lolita mukhtar_haris@yahoo.co.id Mukhtar Haris mukhtar_haris@yahoo.co.id I Nyoman Loka nyomanloka@unram.ac.id Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing terhadap prestasi belajar kimia materi koloid pada siswa kelas XI IPA SMAN 7 Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain <em>quasi experimental </em>bentuk <em>nonequivalent control group design</em>. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>purposive sampling</em>. Kelas XI IPA 7 terpilih sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing dan kelas XI IPA 6 terpilih sebagai kelas kontrol diajar menggunakan model pembelajaran konvensional (ceramah dan tanya jawab). Data prestasi belajar dikumpulkan dari hasil <em>posttest </em>setelah siswa memperoleh materi pelajaran koloid. Hasil <em>posttest </em>menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata sebesar 78,89, sedangkan kelas kontrol sebesar 68,42. Dari hasil uji normalitas diperoleh χ2hitung (21,52 untuk kelas kontrol dan 12,66 untuk kelas eksperimen) &gt; χ2tabel (12,592) yang berarti bahwa data pada kedua kelas tidak terdistribusi normal, sehingga dilakukan uji hipotesis nonparametris <em>Mann Whitney U-Test </em>dan diperoleh Zhitung (3,39) lebih besar daripada Ztabel (1,645) pada taraf signifikan 5% yang menunjukkan hipotesis penelitian diterima, yaitu pembelajaran berbasis  inkuiri  terbimbing  memberikan  pengaruh  yang  lebih  baik  daripada pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar kimia materi koloid pada siswa kelas XI IPA SMAN 7 Mataram. 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1693 Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Course Review Horay (CRH) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Stoikiometri Kelas X MIPA SMAN 1 Praya Tengah Tahun Ajaran 2018/2019 2020-11-18T03:28:35+08:00 Baiq Andella Sepira Wildanfkip@unram.ac.id Wildan Wildan Wildanfkip@unram.ac.id Lalu Rudyat Telly Savalas telly@unram.ac.id This research aims to investigate the effect of cooperative learning model Course Review Horay (CRH) towards learning outcomes for chemisty subject matter of stoichiometric solution students in class X MIPA SMAN 1 Praya Tengah. Quasi experimental in the form of posttest only control group design is the type of this study. The population of this research was all students of X MIPA SMAN 1 Praya Tengah. Random sampling method was chosen to be the sampling method of this study. The sample of this study were X IPA 2 as the experiment class and X IPA 1 as control class. In experiment class, cooperative learning model Course Review Horay (CRH) was given, whereas conventional learning model was applied in control class. The result of statistic t-test to test the hypothesis at significant level (5%) showed that t<sub>count</sub> (2,291) &gt; t<sub>table</sub> (1,671) which means H<sub>0</sub> is rejected. Based on this results, it can be concluded that the implementation of cooperative learning model Course Review Horay (CRH) provides better impact towards learning outcomes for chemistry subject matter of stoichiometric solution students in class X MIPA SMAN 1 Praya Tengah. 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1694 Aspektualitas Bahasa Sasak 2020-11-18T03:28:35+08:00 Ratna Yulida whlombok@gmail.com Khairul Paridi paridi@unram.ac.id Arafiq Arafiq arafiq@unram.ac.id Nyoman Sudika sudika@unram.ac.id Tulisan ini memaparkan tentang aspek leksikal bahasa Sasak dan perilaku sintaksisnya yang unik dan berbeda dengan bahasa lainnya. Tulisan ini merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan di delapan wilayah pengguna bahasa Sasak. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik rekam, teknik simak catat, dan teknik kerja sama dengan informan, kemudian data dianalisis dengan metode distribusional dan metode padan, yang direalisasikan dengan teknik perluasan, teknik pelesapan, teknik pembalikan urutan, dan teknik referensial. Dalam penelitian ini ditemukan 28 wujud aspek bahasa Sasak yang dikelompokkan menjadi 11 kategori. Setiap aspek leksikal bahasa Sasak tersebut memiliki berbagai keunikan dalam perilaku sintaksisnya. Biasanya, aspek leksikal bahasa berdistribusi dengan verba membentuk frase verbal namun aspek bahasa Sasak diikuti oleh enklitik, contoh dalam kalimat <em>jekanku mangan</em> ‘sedangku makan’ dalam bahasa Indonesia tidak berterima, namun dalam bahasa Sasak berterima. Inilah yang membuat aspek leksikal bahasa Sasak unik dan berbeda. 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1695 Employing Katzenbach Strategies in Managing Organization Changes in a Private Higher Education Institution 2020-11-18T03:28:35+08:00 Marham Jupri Hadi marhamhadi@gmail.com Baiq Salkiah salkiah@unram.ac.id Katzenbach postulates five principles in managing the organizational changes. Katzenbach‘s strategy are derived from their study on a number of global enterprises like Apple, Microsoft etc. which have successfully reached their peak performance<em>. </em>Further, Katzenbach found that those companies could achieve such higher performance, better customer focus, and more coherent and ethical stance by following these principles. More importantly, they highlight that these business organizations view culture as an accelerator of change, not a hindrance. In other words, culture is seen as a competitive advantage. This paper discusses how this strategy can assist leaders in an Indonesian private university to manage an organizational change that currently happens 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1915 Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Berbantuan Media Mind Mapping Terhadap Hasil Belajar Kimia 2020-11-18T03:28:35+08:00 Safira Safira safira@unram.ac.id Muti’ah Muti’ah mutiah_fkip@unram.ac.id Yunita Arian Sani Anwar yunita@unram.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran <em>Creative Problem Solving</em> (CPS) berbantuan media <em>Mind Mapping</em> terhadap hasil belajar kimia. Penelitian ini merupakan penelitian <em>quasi eksperiment</em> dengan rancangan <em>nonequivalent control group design</em>. Populasi dalam penelitian ini meliputi siswa kelas XI IPA SMAN 4 Mataram. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel yaitu <em>purposive sampling</em>. Sampel pada penelitian ini yaitu kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 5 sebagai kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran <em>Creative Problem Solving</em> (CPS) berbantuan media <em>mind mapping</em> sedangkan pada kelas kontrol diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil belajar yang dikumpulkan dengan teknik tes. Nilai rata-rata hasil belajar pada kelas eksperimen meningkat sebesar 34,545% yaitu dari (35,303 ke 69,848) dan pada kelas kontrol meningkat sebesar 26,364% yaitu dari (41,363 ke 67,727). Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji-t. Hasil uji statistik uji-t pada taraf signifikan 5% menunjukkan t<sub>hitung</sub> (1,267) &lt; t<sub>tabel</sub> (1,671). Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran <em>Creative Problem Solving</em> (CPS) berbantuan media <em>Mind Mapping</em> memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap hasil belajar kimia materi pokok koloid siswa kelas XI IPA SMAN 4 Mataram.</p> 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1819 Pengaruh Model Pembelajaran POE (Predict, Observe, Explain) Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas XI SMAN 1 Kuripan Tahun Ajaran 2018/2019 2020-11-18T03:28:35+08:00 Sumi Uswati agus_ap@unram.ac.id Saprizal Hadisaputra rizal@unram.ac.id Agus Abhi Purwoko agus_ap@unram.ac.id This research aims to investigate the effect of POE(Predict, Observe, Explain) as the learning model toward the students’ chemistry learning outcomes of the reaction rate at class XI IPA SMAN 1 Kuripan. The population of this research was all student of XI IPA SMAN 1 Kuripan. The sample of this study were XI IPA 2 as the experiment class and XI IPA 2 as control class, which were determined by nonprobability sampling technique with non-equivalent control group design pretest-posttest. Independent variable in this study is POE model and dependent variable is the learning outcome of student in the cognitive domain. Hypothesis testing process was conducted by using the Anacova test. The result of statistic Anacova to test the hypothesis at significant level 5% with db = 1:59 showed that tcount (15,24) &gt; ttable (4,00) which means H0 is rejected and Ha is accepted. Based on this result it can be in conclusion, the implementation of POE (Predict, Observe, Explain) give better the students’ chemistry learning outcome of the reaction rate at XI IPA SMAN 1 Kuripan. 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1820 Pengaruh Motivasi Belajar Dan Gaya Belajarterhadap Hasil Belajar Kimia Pada Siswa Kelas X IPA SMA/MA Negeri Se-Kecamatan Gerung Tahun Pelajaran 2017/2018 2020-11-18T03:28:35+08:00 Ayrin Maorining Dyah agus_ap@unram.ac.id I Nyoman Loka agus_ap@unram.ac.id Agus Abhi Purwoko agus_ap@unram.ac.id The study aimed to know the influence of : (1) the effect of learning motivation to chemistry learning outcomes of student class of X IPA SMA/MA Negeri in Gerung District: (2) the effect of learning styles to chemistry learning outcomes of student class of X IPA SMA/MA Negeri in Gerung District; (3) the effect of learning motivation and learning styles to chemistry learning outcomes of student class of X IPA SMA/MA Negeri in Gerung District. This study was a quantitative expost facto. The studied population were all student of class X IPA SMA/MA Negeri in Gerung District of 281 student. The sample of the studies is class of X IPA 1 to X IPA 6 in SMAN 1 Gerung, class of X IPA in SMAN 2 Gerung, and class of X IPA 1 to X IPA 2 in MAN West Lombok were seleced as the sample by proporsional random sampling technique. Data collection of learning motivation and learning styles with questionnaire, and while the data on learning outcomes of chemistry were obtained from the midterm scores of the 2017/2018. The instrument validity test uses product moment correlation and the reliability test uses the Alpha Cronbach. Data analysis techniques used are the product moment correlation, simple regression analysis techniques and multiple regression analysis techniques. The results showed that; (1) there was a positive and significant effect of learning motivation to chemistry learning outcomes of student class of X IPA SMA/MA Negeri in Gerung District. This is evident from of r<sub>stat</sub> = 0,393 greater than r<sub>table</sub> = 0,159, (2) there was a positive and significant effect of learning styles to chemistry learning outcomes of student class of X IPA SMA/MA Negeri in Gerung District. This is evident from of r<sub>stat</sub> = 0,793 greater than r<sub>table</sub> = 0,159, (3) there was a positive and significant effect of learning motivation and learning styles together to chemistry learning outcomes of student class of X IPA SMA/MA Negeri in Gerung District. This is evident from of r<sub>stat</sub> = 0,217 greater than r<sub>table</sub> = 0,159. 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1821 Pengaruh Kompetensiprofesional Guru Kimia Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas Xi IPA SMA Negeri Di Lombok Tengah 2020-11-18T03:28:35+08:00 Achmad Saiful Whatoni tonyachmad991@gmail.com Saprizal Hadisaputra rizal@unram.ac.id Agus Abhi Purwoko agus_ap@unram.ac.id <p>This study aims to describe the effect of the professional competence of chemistry teachers on critical thinking skills of students of XI IPA SMA in Central Lombok in the academic year 2019/2020. This type of research is an ex-post facto quantitative study. This study was used XI IPA of SMA Negeri 1 Praya Timur and SMA Negeri 1 Janapria as research subjects which are divided into 5 classes. Data collection on teacher’s professional competence and critical thinking skills of student was used a questionnaire consist of 13 statements. The data analysis technique used was simple regression analysis technique. The results showed that there was a positive and significant effect on the teacher's professional competence on critical thinking skills. This proved by the value of rcount = 0.72 greater than rtable = 0.158 and Fcount = 117.12 greater than Ftable = 3.91 at 5% error level. Based on the result, a number of 51% of teachers professional competence contibuted to critical thinking skills and the remaining 49% were influenced by other factors which doesn’t examined in this study.</p> 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1822 Mengembangkan Alat Permainan Tradisional Engklek Untuk Meningkatkan Motorik Kasar Anak Usia 4 – 5 Tahun Di PAUD Mutiara Hati 2020-11-18T03:28:35+08:00 Nurhasanah Nurhasanah nurhasanah@unram.ac.id Dwi Istati Rahayu nurhasanah@unram.ac.id Baiq Nunike Resti Aulia nurhasanah@unram.ac.id <p>Dunia anak adalah dunia bermain, dengan bermain anak mampu bereksplorasi, menemukan, dan mempelajari hal – hal baru. Salah satu permainan yang dapat dimainkan anak adalah permainan tradisional engklek. . Tujuan penelitian ini ialah; (1) Untuk mengetahui langkah main modifikasi permainan engklek untuk meningkatkan motorik kasar anak, (2) Untuk mengetahui modifikasi alat permainan tradisional engklek yang cocok untuk meningkatkan motorik kasar anak, (3) Untuk mengetahui efektifitas permainan engklek. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan mengacu pada pendapat Borg &amp; Gall. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif.</p><p>Penelitian ini menemukan empat langkah main engklek yang baik bagi anak usia 4-5 tahun, yakni; (1) Hompimpa (2) melompat ke kotak 1,2,3,4,5,6,7,8 setelah itu kembali ke kotak 1 untuk mengambil gacuk (3) Pemain melempar gacuknya ke kotak selanjutnya (4) Pemain yang dapat menyelesaikan sampai ke kotak 8 tanpa melanggar peraturan adalah pemenangnya. Alat yang digunakan adalah vinyl dengan jejak kaki agar mempermudah anak bermain, ukurannya 2,5x1m, luas perkotak 30x30cm. Gacuk berdiameter 7 cm dan ketebalan 1cm. Penelitian ini menunjukan hasil yang signifikan dengan t<sub>tabel </sub> sebesar 2,125. Peneliti menyarankan guru untuk melatih anak untuk bermain permainan tradisional, bagi pengelola lembaga disarankan memasukan permainan tradisional ini ke dalam program pembelajaran, dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan memberikan inovasi lainnya dalam penelitian ini.</p> 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1823 Peningkatan Kemampuan Berhitung Melalui Kegiatan Bermain Ular Tangga Pada Anak Kelompok B Di PAUD Merpati Ampenan 2020-11-18T03:28:35+08:00 Baik Nilawati Astini nurhasanah@unram.ac.id Nurhasanah Nurhasanah nurhasanah@unram.ac.id Rizky Denizza nurhasanah@unram.ac.id Kemampuan berhitung pada anak usia dini penting untuk dikembangkan karena bermanfaat meningkatkan kemampuannya ke tahap pendidikan selanjutnya. Akan tetapi, pada kenyataannya di PAUD Merpati Ampenan kemampuan berhitung anak kelompok B masih rendah. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan media pembelajaran yang menyenangkan agar kemampuan berhitung anak berkembang maksimal. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana penerapan kegiatan bermain ular tangga yang tepat untuk meningkatkan kemampuan berhitung pada anak kelompok B di PAUD Merpati Ampenan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Pengembangan. Subjek dalam penelitian ini adalah 12 anak ( 7 anak perempuan dan 5 anak laki-laki). Tehnik pengumpulan data menggunakan metode observasi. Tehnik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Langkah-langkah dalam bermain ular tangga yaitu (a) memperkenalkan permainan ular tangga, (b) membantu anak untuk menentukan kelompoknya dengan cara hompimpa, (c) memberitahukan kepada anak cara atau langkah dalam bermain ular tangga dengan cara mempraktekkan langsung kepada anak, (d) mengamati perkembangan anak selama permainan berlangsung, (e) melakukan diskusi dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengembangan I sebesar 56,42%, pengembangan II sebesar 70,65% dan pada pengembangan III sebesar 89,75%, dengan peningkatan 14,23% menunjukkan adanya peningkatan yang terjadi pada pengembangan I ke pengembangan II dan 19,10% menunjukkan adanya peningkatan dari pengembangan II ke pengembangan III. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berhitung terjadi melalui kegiatan bermain ular tangga pada anak kelompok B di PAUD Merpati Ampenan tahun pelajaran 2016/2017. 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1826 Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini Melalui Penerapan Permainan Ular Tangga 2020-11-18T03:28:35+08:00 Dwi Istati Rahayu dwiistati@unram.ac.id Maharani Maharani dwiistati@unram.ac.id Takasun Takasun2 dwiistati@unram.ac.id Nursulistianingsih Nursulistianingsih dwiistati@unram.ac.id Kemampuan berhitung anak masih rendah, terutama dalam memahami lambang bilangan dan urutannya, membilang sesuai urutan, dan mengurutkan sesuai lambang bilangan. Kemampuan ini harus segera diselesaikan, karena menjadi dasar untuk kemampuan berhitung lebih lanjut. Rendahnya kemampuan mengurutkan bilangan ini ditingkatkan melalui penerapan permainan tradisional ular tangga yang menyenangkan untuk anak-anak. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di TK Rinjani UNRAM kelas B1 dengan subjek 15 orang. Pelitian dilakukan dengan 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Tiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, observasi, serta evaluasi dan refleksi. Kriteria ketuntasannya adalah 70% anak sudah mencapai 60 % kemampuan berhitung. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan secara bertahap dari setiap pertemuan dan siklus. Pada siklus pertama terdapat peningkatan, namun belum optimal. Rata-rata kemampuan anak meningkat menjadi 49%, dari sebelumnya 32%. Anak masih membutuhkan bantuan guru. Pada siklus 2, aturan main diubah menjadi bermain secara berkelompok. Kemampuan berhitung anak meningkat menjadi 68%. Peningkatan ini juga disebabkan karena anak semakin memahami aturan permainannya, dan saling membantu satu sama lain ketika ada yang masih bingung. 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1828 Pengaruh Permainan Tradisional Congklak Terhadap Kemampuan Matematika Awal Anak Usia Dini 2020-11-18T03:28:35+08:00 Dwi Istati Rahayu dwiistati@unram.ac.id Nurhasanah Nurhasanah nurhasanah@unram.ac.id M. A Muazar Habibi dwiistati@unram.ac.id Aulia Dwi Amalina Wahab dwiistati@unram.ac.id Kemampuan matematika permulaan anak usia dini akan sangat berguna bagi kehidupannya kelak. Permainan congklak merupakan warisan yang hidup di masayarakat, yang dapat digunakan untuk menstimulasi perkembangan anak, termasuk kemampuan matematika. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui seberapa jauh permainan congklak berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan matematika anak usia dini. Penelitian eksperimen ini dilakukan di TK Mutiara Hati Mataram kelompok B1 dengan jumlah subjek 16 anak. Eksperimen dilakukan melalui 8 kali pertemuan. Perlakuan pertama merupakan data pretes, sedangkan postes menggunakan kemampuan anak pada pertemuan ke delapan. Teknik pengumpulan data melalui treatmen, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui uji beda. Analisis data menghasilkan t (db 30) 2,587. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada taraf 2% antara kemampuan matematika awal anak sebelum dan setelah diberikan perlakuan dengan bermain congklak. Ada pengaruh yang signifikatdari permainan coklak terhadap kemampuan matematika awal anak usia dini. artinya ada Indikator dengan capaian terendah adalah membuat keputusan untuk memulai permainan atau mengatur strategi bermain. 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1829 Potensi Dan Hambatan Internalisasi Nilai Harmonsasi Sosial Melalui Pembelajaran PPKN Di Wilayah Rawan Konflik 2020-11-18T03:28:35+08:00 Yuliatin Yuliatin hjyuliatin3@gmail.com Mursini Jahiban hjyuliatin3@gmail.com Muhammad Mabrur Haslan hjyuliatin3@gmail.com <p>Lombok sebagai bagian dari wilayah Indonesia memiliki intensitas konflik yang cukup tinggi dan potensial. Oleh karena itu, lembaga pendidikan harus ambil bagian dalam upaya pencegahan dengan melakukan internalisasi nilai harmoni sosial melalu berbagai mata plajaran yang ada, termasuk mata plajaran PPKn. Terkait hal tersebut telah dilakukan penelitian dengan tujuan dan target khusus yaitu  teridentifikasi dan terpetaknya potensi dan hambatan internalisasi nilai harmoni sosial melalui pembelajaran PPKn SMP di wilayah rawan konflik di Lombok. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian adalah SMP yang berada di wilayah rawan konflik di Lombok. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data selanjutnya dianalisis menggunakan analisis kualititatif. Hasil penelitin menunjukkan bahwa potensi internalisasi nilai harmoni sosial melalu pembelajaran PPKn meliputi: (1) potensi kurkulum, (2) potesi kearifan lokal yang syarat dengan nilai harmini sosial sehingga dapat diintegrasikan dalam pembelajaran PKPKn. Sementara itu, hambatanya adalah: (1) kurangnya kompetensi guru, (2) keterbatasan sarana pembelajaran, (3) kurangnya kesiapan belajar siswa, (4) kurangnya dukungan keluarga siswa.</p> 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1830 Erotisme Dan Penyimpangan Nilai Dalam Lirik Lagu Pop Indonesia: Kajian Hermeneutika Ricoeur 2020-11-18T03:28:35+08:00 Wika Wahyuni wahyuniwika70@gmail.com <em>This paper discusses the element of eroticism in several Indonesian pop songs. This element of eroticism is also related to deviations in values, namely moral, ethical, and religious values. The purpose of this study is to explain the elements of eroticism and deviation of values contained in the lyrics of several Indonesian pop songs. This study applies descriptive qualitative methods. Data collected in the form of words, images and not numbers. The data in this study are ten pop song lyrics which contain elements of sexuality and value deviations. Data collection is done by re-recording the song lyrics heard from a music player and then analyzed by hermeneutical theory in Paul Ricoeur's view. The technique used to analyze documents is content analysis that refers to the hermeneutic approach. Content analysis is a technique used to draw conclusions through efforts to find the characteristics of messages and be carried out objectively and systematically.</em> 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1831 Revitalisasi Cerita Rakyat Sebagai Pengembangan Karakter Anak Di Era Digital 2020-11-18T03:28:35+08:00 Aryanah Hilman aryanah.hilman23@gmail.com Isna Dia’ul Adha isnadiauladha@gmail.com <p>Folklore is one form of cultural expression of a group that contains moral values and educational values as social institutions in social life. Folklore can also give children a new understanding that has never been experienced. However, folklore has begun to be forgotten and gradually abandoned by the community. So that children who are expected to be the next generation do not understand how the folklore plays a role in character development. This happens because of the presence of sophisticated technologies in this digital age. Revitalization needs to be done as a strategic step to revive folklore that is slowly being left behind. The problem that will be examined in this research is how to revitalize folklore as a character development for young people in the digital age. Analysis methods and techniques are based on literature studies, and data analysis is based on folklore revitalization as the development of children's character education. Presentation of data is done by outlining the revitalization steps associated with the process of developing children's character education. Data source is folklore. So that the final results of this study are expected to provide steps and positive benefits in education, especially in the development of children's character as the next generation in the digital age.<strong></strong></p> 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1841 Analisis Penanda Pasif Bahasa Sumbawa Dialek Sumbawa Besar 2020-11-18T03:28:35+08:00 Rahmad Hidayat rahmathidayat@gmail.com Ratna Yulida Ashriany rahmathidayat@gmail.com Syamsinas Jafar rahmathidayat@gmail.com <pre>Penelitian ini bertujuan menguji tesis pada penelitian sebelumnya mengenai penanda pasif bahasa Sumbawa dialek Sumbawa Besar. Tesis tersebut adalah (a) pemasifan dalam bahasa Sumbawa dialek Sumbawa Besar bergantung pada bentuk morfologi kata kerja dibandingkan dengan susunan kalimatnya, (b) morfem <em>ka-</em>, <em>ya-</em>, dan <em>kaya- </em>merupakan penanda pasif dalam bahasa Sumbawa dialek Sumbawa Besar, dan (c) preposisi <em>ling </em>‘oleh’ merupakan penanda pasif yang opsional kehadirannya dalam konstuksi pasif bahasa Sumbawa dialek Sumbawa Besar. Pada tahapan pengumpulan data, digunakan metode Cakap dan Metode Simak. Metode Cakap menggunakan teknik dasar Pancing, teknik lanjutan Cakap Semuka, dan teknik lanjutan bawahan Lesap dan Ganti. Metode Simak menggunakan teknik dasar Sadap dengan teknik lanjutan Simak Bebas Cakap, Simak Bebas Libat Cakap, Rekam, dan Catat. Untuk memperkuat keabsahan data, digunakan juga metode Introspektif yaitu metode pemunculan data oleh peneliti sebagai penutur bahasa yang diteliti. Pada tahapan penganalisisan data, digunakan Metode Padan Intralingual dengan teknik hubung banding menyamakan (HBS) dan teknik hubung banding membedakan (HBB). Pada tahapan penyajian hasil penganalisisan data, digunakan metode formal dan metode informal. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, pemasifan dalam bahasa Sumbawa dialek Sumbawa Besar tergolong perifrastis dan bukan bergantung pada morfologi kata kerja. Kedua, morfem <em>ka-</em>, <em>ya-</em>, dan <em>kaya-</em> terbukti konsisten sebagai aspekyang bercirikan kala atau kewaktuan dalam kalimat pasif bahasa Sumbawa dialek Sumbawa Besar. Dalam pada itu, preposisi <em>ling </em>‘oleh’ terbukti merupakan unsur wajib pemasifan kalimat dalam bahasa Sumbawa dialek Sumbawa Besar. </pre> 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1844 Analisis Semiotika Pertunjukan Marco De Marinis Syair Wasiat Renungan Masa Tuan Guru Kyai Haji Abdul Madjid Kearah Pengembangan Bahan Ajar Puisi Rakyat Setempat di Lingkungan Perguruan Nahdlatul Wathan Sebagai Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah 2020-11-18T03:28:35+08:00 Sapiin Sapiin sapiin1961@gmail.com Mari'i Mari'i sapiin1961@gmail.com Cedin Atmaja sapiin1961@gmail.com Khairussibyan Khairussibyan sapiin1961@gmail.com <pre>Teks Syair Wasiat Renungan Masa jika dianalisis dengan pendekatan semiotik de Marinis maka akan dapat menjawab (KD) yang berbunyi (1) mengidentifikasi informasi dari puisi rakyat setempat, berkaitan dengan analisis ko-teks, KD (2) menyimpulkan isi puisi rakyat setempat, berkaitan dengan analisis konteks, dan KD (3) menelaah struktur dan kebahasaan puisi rakyat setempat, berkaitan dengan analisis teks. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1). Teks syair Wasiat Renungan Masa yang ditemukan meliputi:(a). Struktur Bunyi, meliputi: orchestra bunyi, symbol bunyi, persajakan dan irama. (b). Penggunaan kata, meliputi: kosa kata, diksi, denotasi dan konotasi, Bahasa kiasan, gaya bahasa dan sarana retorika. 2). Konteks sosial dan budaya syair<em> Wasiat Renungan Masa</em> pada komunitas pengajian NW yang ditemukan: (a). Konteks sosial berkaitan dengan: gender, stratifikasi sosial, tingkat pendidikan, pengaruh tempat, dan pengaruh waktu. (b). Konteks budaya berisi: pedoman berorganisasi, nasihat agama, pedoman bernegara. 3). Ko-teks syair <em>Wasiat Renungan Masa</em> pada komunitas pengajian NW meliputi: paralinguistik, kinetik, proksemik, unsur material, intertekstualitas. 4). Bahan ajar Syair <em>Wasiat Renungan Masa</em> di SMP/M.Ts. NW berupa: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang berisi: KI, KD, Indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, strategi pembelajaran, media dan alat pembelajaran, sumber pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian. </pre> 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1916 Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pada Materi Pokok Koloid Siswa Kelas XI MIPA SMAN 1 Gerung 2020-11-18T03:28:35+08:00 Eva Yulianingsih evayuli@unram.ac.id Mutiah Mutiah mutiah_fkip@unram.ac.id Syarifa Wahidah Al-Idrus Syarifa@unram.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis pada materi pokok koloid siswa kelas XI MIPA SMAN 1 Gerung tahun ajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini merupakan <em>quasi eksperimen</em> dalam bentuk <em>nonequivalent control group design</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMAN 1 Gerung tahun ajaran 2018/2019. Jumlah siswa dalam populasi ini adalah 199 yang tersebar dalam 6 kelas. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel yaitu dengan metode purposive sampling. Sampel pada penelitian ini yaitu kelas XI MIPA 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 5 sebagai kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diberi perlakuan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing sedangkan pada kelas kontrol diberi perlakuan dengan model konvensional (ceramah dan diskusi). Instrumen yang digunakan berupa soal essay kemampuan berpikir kritis dalam ranah kognitif dengan indikator memberikan penjelasan sederhana, menyimpulkan dan memberikan penjelasan lebih lanjut. Hasil nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen meningkat sebesar 24,19 (40,87 ke 65,06) sedangkan data kemampuan berpikir kritis kelas kontrol meningkat sebesar 20,54 (41,22 ke 61,76). Analisis statistik data dilakukan dengan menggunakan uji-t pada taraf kesalahan 5%. Hasil uji statistik Uji-t t<sub>hitung</sub> pada taraf signifikan 5% menunjukkan t<sub>hitung</sub> (1,680) &gt; t<sub>tabel</sub> (1,671) yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang lebih baik model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis pada materi koloid siswa kelas XI MIPA SMAN 1 Gerung tahun ajaran 2018/2019.</p> 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1917 Increasing the Contribution of Ethics Education through Indonesian Language Speech Culture in Elementary School 2020-11-18T03:28:35+08:00 Agus Kichi Hermansyah aguskichi@unmus.ac.id Andreas Au Hurit Andreas@gmail.com Magdalena Naomi Basaur Magdalena@gmail.com Industrial revolution improving era had an impact on human behavior and attitudes. Through language, aside from being used as a means of communication, it can also be used for character building, one of which is ethics. The age of elementary school students is the right age to instill ethical values. This research aims to increase the contribution of ethics education through Indonesian language speech culture in elementary schools. This research is a classroom action research. The subject of this research is fifth grades student YPK Mopah Lama Elementary School of Merauke Regency. This research consisted of three cycles. The results of this study are the increase in students' ethics interacting in schools both to teachers and the interaction between fellow students. The Indonesian language used in communication is very effective in teaching good manners and socializing procedures without being written in the text. Reflections from the results of classroom action research found students are accustomed to using local languages or dialect regional languages in association, therefore through Indonesian can be uniformed and accustomed to in every politeness ethic. The conclusion of this study is an increase in ethics through the Indonesian language. 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1935 Implementasi E-Modul Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Web 2020-11-18T03:28:35+08:00 Farida Fitriani faridaaafitrianii@gmail.com Indriaturrahmi Indriaturrahmi Indriaturrahmi2@gmail.com <p>saat ini trand pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) semakin meningkat seiring dengan perkembangan TIK yang semakin pesat. Guru sebagai pioner utama dalam mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa harus mampu berinovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu sumber belajar yang digunakan oleh guru adalah modul. Namun modul cetak yang biasa digunakan di sekolah kurang diminati oleh siswa, karena membutuhkan biaya untuk memperbanyak modul dan tampilan modul kurang menarik. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan e-modul mata pelajaran bahasa Indonesia berbasis web. Adapun hasil perhitungan kuesioner yang dilakukan pada ahli materi didapatkan presentasi sebesar 67,4 %, pada ahli media sebesar 77,3% dan uji coba kepada siswa sebesar 77,3% dari ke-3 (tiga) validasi tersebut tergolong dalam kriteria layak. Maka dengan begitu, e-modul Bahasa Indonesia dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan mampu meningkatkan minat belajar siswa khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia. E-modul diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan mampu meningkatkan minat belajar siswa khususnya mata pelajaran bahasa Indonesia. Serta memberikan layanan pendidikan yang berbeda sesuai dengan tuntunan zaman.</p> 2020-06-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1941 Studi Analisis Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Lerning (PjBL) Ditinjau Dari Kemampuan Awal Siswa Terhadap Motivasi Dan Kemampuan Berpikir Kreatif Fisika Pada Siswa 2020-11-18T03:28:35+08:00 S. Ida Kholida sidakholidapamekasan@gmail.com Suprianto Suprianto suprianto991@gmail.com This study aims to (1) to find out the significant influence of <em>Project Based Learning </em>(PjBL) models on student motivation, (2) to find out the significant influence of <em>Project Based Learning </em>(PjBL) models on creative thinking women , (3) To find out whether students who have high initial ability have high learning motivation, (4) to find out whether students who have high initial have high creative thinking abilities, (5) To find out the effect of interactions between <em>Project Based Learning </em>(PjBL) models and students' initial ability to learn motivation, (6) To determine the effect of interactions between the <em>Project Based Learning </em>(PjBL) model and the the student's initial ability to think creatively in students' physics. This study uses quasi-experimental <em>(Quasi Experimental) </em>with <em>Non-Equivalent control group pretest</em>-<em>posttes design. </em>The sample used is class X IPA 1 as an experimental group using the PjBL model, while class X IPA 2 as a control group using the PBL model. The technical analysis of data using the Two Way ANOVA test with the help of <em>SPSS version </em>16.0. The results of the <em>sig </em>t-test of student learning motivation based on the model and initial abilities were obtained 0.31 and 0.00, meaning that thevalue <em>sig </em>SPSS&lt;significance α = 0.05, then the hypothesis was accepted stating there was an influence of the model and students' initial ability on student motivation. The results <em>sig </em>of the t-testtest of students' creative thinking ability based on the model and the initial ability were obtained 0.24 and 0.00, meaning that thevalue <em>sig </em>SPSS&lt;significance α = 0.05, then the hypothesis was accepted stating there was an influence of the student's initial ability and model on the creative thinking abilities of students. While the research results <em>sig </em>t-test learning motivation is based on the interaction between the learning model and the initial ability of students gained 0.659, meaning that the value of <em>sig </em>SPSS&gt; significance α = 0.05, then the hypothesis is rejected, which states there is no interaction between the learning model and the initial ability of student to student motivation . The results <em>sig </em>of the t-testtest students 'creative thinking ability based on the interaction between the learning model and the students' initial ability were obtained 0.207, meaning that thevalue <em>sig </em>SPSS&gt; significance α = 0.05, then the hypothesis was rejected stating there was no interaction between the learning model and the student's initial ability. 2020-06-18T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1945 Strategi Pengembangan Dalam Mempertahankan Sikap Mental Positif Melalui Layanan Bimbingan Dan Konseling Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan 2020-11-18T03:28:35+08:00 Siti Rahmi rahmisitirahmi441@gmail.com Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan formal mempunyai peranan yang sangat penting dalam mendewasakan mahasiswanya, yang dijadikan sebagai manusia yang dewasa sebagai anggota masyarakat yang berguna dalam kehidupannya. Untuk tujuan tersebut perguruan tinggi menyelenggarakan kegiatan-kegiatannya melalui belajar mengajar dengan mengaplikasikan kurikulum sebagai arah dan isinya. Hal ini dapat dikatakan bahwa pendidikan sebagai suatu sistem yang mengemban misi untuk memungkinkan berkembangnya seluruh kepribadian manusia, dengan pengembangan penalaran individu sebagai salah satu kekuatan utamanya. Dalam perguruan tinggi atau universitas, layanan kehidupan mahasiswa dikonsentrasikan pada membantu mahasiswa baru menyesuaikan diri dengan kehidupan kampus (Williamson, 1961). Dalam pemberian layanan bimbingan dan konseling kepada mahasiswa, dikarenakan banyaknya problem yang dihadapi oleh para mahasiswa dalam perkembangan studinya. Belajar di perguruan tinggi memiliki beberapa karakteristik yang berbeda dengan belajar di sekolah lanjutan. Karakteristik utama dari studi pada tingkat ini adalah kemandirian, baik dalam pelaksanaan kegiatan belajar dan pemilihan program studi, maupun dalam pengelolaan dirinya sebagai mahasiswa. Seorang mahasiswa telah dipandang cukup dewasa untuk memilih dan menentukan program studi yang sesuai dengan bakat, minat, dan cita-citanya. Mahasiswa juga dituntut untuk lebih banyak belajar sendiri, tanpa banyak diatur, diawasi, dan dikendalikan oleh dosen-dosennya. Dalam mengelola hidupnya, mahasiswa dipandang telah cukup dewasa dalam mengatur kehidupannya sendiri pada umumnya, dan pada khususnya mahasiswa yang sudah berkeluarga dan mempunyai anak. 2020-06-19T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1950 Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Topik Atmosfer Kelas X IPS 3 SMA Negeri 5 Mataram 2020-11-18T03:28:35+08:00 Emiliyati Emiliyati emiliyati631@gmail.com Arofik Arofik arofik235@gmail.com Pelajaran Geografi bagi siswa masih di anggap pelajaran sulit karna konsep teori yang selalu selalu ada pada setiap topik. Sala satunya adalah topik Atmosfer. Siswa seringkali mengalami kesulitan sehingga tingkat ketuntasan belajar siawa kelas X IPS 3 SMAN 5 Mataram masih di bawah rata- rata. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil motivasi dan hasil belajar geografi melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning pada materi Atmosfer pada siswa kelas X IPS 3 SMAN 5 mataram tahun pelajaran 2019. Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode kemmis dan Mc Taggart. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) ada peningkatan Motivasi dan hasil belajar siswa dalam menerapkan model pembelajaran Discovery Learning. peningkatan hasil belajar siswa SMAN 5 Mataram dapat di tempuh dengan metode penemuan konsep dengan metode kolaborasi antara guru dan siswa dalam mendiskusikan dengan cara penemuan masalah materi sulit sehingga menjadi materi yang senang untuk di pelajari dan memahami konsep yang bisa siswa hubungkan dengan fenomena dalam kehidupan sehari – hari ; 2) perolehan nilai rata rata setiap siklusnya mengalami peningkatan, siklus I di nilai rata rata yang peroleh sebesar 7,3, pada siklus II megalami peningkatan yaitu 8,0. Selain nilai rata rata. Aktivitas siswa juga mengalami peningkatan, begitu juga dengan aktivitas guru dari pertemuan ke pertemuan pada setiap siklus mengalami peningkatan. 2020-06-20T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1934 Role of Teacher as Facilitator in School Literacy Movement at SD Al-Khodijah Merauke 2020-11-18T03:28:35+08:00 Sri Winarsih sriwinarsih@unmus.ac.id <p>SD Al-Khodijah Merauke is an Elementary School which is pioneering school literacy movement in Merauke. This study aims to describe the role of teacher as facilitator in the program of school literacy movement implemented at SD Al-Khodijah Merauke. There were eight teachers including the headmaster of SD Al-Khodijah Merauke as the object of this study. By overt observation and structured interviews the data were collected and then analyzed using Miles and Huberman’s three steps; reducing, displaying and verifying which were presented descriptive qualitatively. The result shows that there are two big roles of the teacher as facilitator in implementing school literacy movement at SD Al-Khodijah Merauke; 1) Creating reading materials due to the lack of them based on three consideration; literary works, animated picture, local wisdom; 2) Creating <em>JuMaDi (Jumat Majalah dinding) </em>a weekly wall magazine event due to the lack of students’ participation on the event.<em> </em>In other words, role of teacher as facilitator in the implementation of school literacy movement at SD Al-Khodijah Merauke can be called teacher as problem solver.</p> 2020-06-21T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/1951 Efektivitas Penerapan Media Animasi Melalui Model Kooperatif Tipe STAD Terhadap Penguasaan Konsep dan Minat Fisika Siswa 2020-11-18T03:28:35+08:00 Suprianto Suprianto suprianto@uim.ac.id S. Ida Kholida sidakholidapamekasan@gmail.com The use of instructional media which is still lacking and monotonous models causes low mastery of students' concepts and interests in physics. This pre-experimental research aims to identify the effectiveness of the application of animation media to students' mastery of concepts and interests in physics. the pre-experimental design used is One group pretest-posttest design. Analysis of the data in this study using SPSS software version 16.0. The results obtained α &lt;0.05 with N-Gain Score 0.63 for concept mastery. As for the physics interests of students obtained α &lt;0.05 with N-Gain of 0.37. For the value of the effect size of the application of animation media to the mastery of concepts and physics interests of students respectively are 3.82 and 1.87 with the category of very effective. Based on these results it can be concluded that there is a significant influence on the application of animation media to students' mastery of concepts and physics interests. The application of animation media also has a very large effect size on the mastery of students' concepts and interests in physics. 2020-06-22T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/2007 Kemampuan Mahasiswa Pendidikan Matematika Menyelesaikan Soal-Soal Olimpiade SMP dan SMA 2020-11-18T03:28:35+08:00 Nani Kurniati naniasyari@gmail.com Sri Subarinah Subarinah@unram.ac.id Junaidi Junaidi junaidi@unram.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa pendidikan matematika FKIP Universitas Mataram dalam menyelesaikan soal-soal olimpiade SMP dan SMA. Penelitian dilakukan di FKIP Universitas Mataram dengan subyeknya adalah mahasiswa Pendidikan Matematika semester VIII dan jumlah sampelnya adalah 55 orang. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data adalah soal-soal olimpiade matematika yang terdiri dari 2 soal tingkat SMP dan 2 soal tingkat SMA. Data yang diperoleh dianalisis untuk mendapatkan gambaran tentang kemampuan menyelesaikan soal-soal olimpiade yang diklasifikasikan menjadi 5 kriteria yaitu sangat baik, baik, cukup, kurang dan sangat kurang. Persentase jumlah mahasiswa dari masing-masing kriteria adalah 0% untuk kriteria sangat baik dan baik, 5,45% kriteria cukup, 40% kriteria kurang dan 54,55% kriteria sangat kurang. Secara total kemampuan mahasiswa pendidikan matematika dalam menyelesaikan soal-soal olimpiade SMP dan SMA berada pada kriteria sangat kurang dengan rata-rata nilai yang diperoleh adalah 35,77. Sedangkan nilai rata-rata yang diperoleh untuk masing-masing soal tingkat SMP dan SMA berturut-turut adalah 44,45 dan 26,18 dengan kriteria kurang dan sangat kurang. Dari respon mahasiswa saat menyelesaikan soal-soal terungkap bahwa mahasiswa belum terbiasa bahkan bisa dikatakan tidak pernah meyelesaikan soal-soal olimpiade. Mengingat bahwa mahasiswa pendidikan matematika adalah calon guru, maka hasil penelitian ini bisa dijadikan acuan untuk memperbaiki sistem perkuliahan agar mahasiswa terbiasa menyelesaikan soal-soal olimpiade matematika tingkat SMP dan SMA.</p><strong>Keywords:</strong>Soal-soal Olimpiade Matematika<p> </p> 2020-08-02T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/2054 Klausa Pemerlengkapan Bahasa Sasak: Ke Arah Penyusunan Bahasa Sasak Standar 2020-11-18T03:28:35+08:00 Khairul Paridi khairul_paridi@unram.ac.id I Nyoman Sudika Sudika@unram.ac.id Yuniar Nuri Nazir Nazir@unram.ac.id Ratna Yulida Ashriany Ashriany@unram.ac.id <p>Artikel ini bertujuan untuk memaparkan hasil kajian tentang sistem klausa pemerlengkapan bahasa Sasak. Hasilnya diharapkan dapat dikembangkan ke arah penyusunan bahan ajar muatan lokal bahasa Sasak. Teori yang dipakai untuk mengkaji klausa pemerlengkapan ini adalah teori Linguistik Struktural yang dikemukakan para ahli seperti Harimurti Kridalaksana, 1982; Hans Lapoliwa, Crystal, 1991 dan lainnya. Data dikumpulkan dengan metode simak. Metode tersebut dilaksanakan dengan teknik SLC, SLBC dengan bantuan informan yang merupakan penutur asli bahasa Sasak. Selain itu, data diperoleh dari buku dan data introspeksi. Data dianalisis dengan metode padan dengan teknik “bagi unsur langsung”. Hasilnya adalah sebagai berikut: verba transitif klausa pemerlengkapan dalam bahasa Sasak berbentuk verba berafiks: 1) (<em>N-D / </em><em>Ø</em><em> -D</em>), 2) (<em>N-D-ang</em><em>, Ø-D-an</em>), 3) (<em>N-D-in</em><em>, pe-D</em>) 4), (<em>N-D-in, pe-D, Ø-D</em>), 5) (<em>be-D-an</em>); dan, verba (kata kerja) <em>a</em><em>us</em><em>.</em> Verba aktif dengan penanda afiks tersebut akan berubah menjadi verba pasif dengan afiks 1) <em>te-D, </em>2) <em>te-D-ang, </em>3) <em>te-D-an, </em>4) <em>te-D-in</em>. Verba intransitif adalah verba yang tidak membolehkan kehadiran objek. Konstituen yang hadir sesudah verba ini merupakan pelengkap. Konstituen pelengkap ini tidak dapat menduduki fungsi subjek dan tidak dapat pula diubah menjadi konstruksi pasif. Verba intransitif dalam bahasa Sasak dimarkahi dengan afiks: 1) (<em>N-</em><em>D, Ø-D</em>); 2) (<em>be-D</em>)<em>.</em> Bentuk klausa pemerlengkapan dalam bahasa Sasak menggunakan konjungsi: kata <em>agen, adeq-n, ade-n,</em><em> kanjeq</em><em>, mun, lamun,</em> dan lainnya.</p><p> </p> 2019-06-18T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/2059 Implementasi Pendidikan Karakter Pada Mata Pelajaran Produk Kreatif Kelas XII SMK Negeri 1 Sumbawa Besar 2020-11-18T03:28:35+08:00 Nining Andriani Andriani@gmail.com I Gusti Made Sulindra sulindra.igustimade@gmail.com I Made Sentaya Sentaya@gmail.com Faijah Faijah Faijah@gmail.com Fatmawati Fatmawati fatmawati@gmail.com <div><p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter pada mata pelajaran produk kreatif kelas XII SMK Negeri 1 Sumbawa Besar tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini difokuskan pada nilai kerja keras, kreatif dan kecekatan pada pelajaran produk kreatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, menggunakan pendekatan fenomonologi. Untuk memperoleh data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahahapan (1) reduksi data (2) penyajian data (3) menarik kesimpulan. Selanjutnya untuk melakukan uji keabsahan data dilakukan trianggulasi sumber dimaksudkan untuk membandingkan dan mengecek kebenaran data yang diperoleh dari informan dengan informan lain dan trianggulasi metode, dimaksudkan mengecek kebenaran data yang diperoleh dari informan dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh hasil bahwa pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah melalui implementasi pendidikan karakter pada mata pelajaran produk kreatif berkembang bagus ini dilihat dari penerapan Nilai Kerja Keras yang dilakukan guru kepada siswa adalah (baik), siswa diajarkan untuk berwirausaha dengan guru memberikan dorongan kepada siswa untuk menjalankan usaha dengan sungguh- sungguh dan semangat. Begitupun dengan Nilai Kreatif yang diterapkan, guru adalah (baik) yaitu memberikan kebebasan kepada siswa untuk berkreasi dan memodifikasi berdasarkan ide mereka dan penerapan Nilai kecekatan (baik) yaitu guru memberikan dorongan agar siswa bekerja cepat, lincah dan mahir dalam setiap kegiatan untuk mencapai target sesuai yang direncanakan. Penerapan pendidikan karakter ini merubah siswa menjadi lebih kreatif untuk menciptakan produk- produk dan lebih bersungguh- sungguh dalam mengerjakan kegiatan pembelajaran dalam mata pelajaran produk kreatif/ praktek.</p></div> 2020-06-20T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/2098 Penulisan Kreatif Cerita Rakyat: Strategi Pemertahanan Cerita Lisan Sebagai Bahan Penguatan Nilai Karakter 2020-11-18T03:28:35+08:00 Syaiful Bahri sbkailani@gmail.com <p>Banyak keluhan yang menyatakan bahwa cerita rakyat sudah ditinggalkan, terutama oleh generasi muda. Pada kondisi seperti itu sering sekali dikatakan bahwa generasi muda tidak memiliki kecintaan dan ketertarikan terhadap cerita rakyat. Hal itu tidak sepenuhnya benar. Salah satu pendorong ketidaktertarikan tersebut adalah penyajian cerita (khususnya dalam bentuk tulis) yang sudah tidak mengarah pada kecenderungan pola penyajian yang umumnya digemari oleh generasi muda. Makalah ini mencoba membandingkan dua cara penyajian satu cerita rakyat etnis Sasak di Lombok, yakni cerita rakyat <em>Putri Mandalika</em>. Penyajian pertama dihasilkan dari lomba penulisan kreatif cerita rakyat, sedangkan penyajian kedua dihasilkan dari penulisan cerita yang disajikan dengan model yang selama ini sudah umum dilakukan. Pembandingan ini dilakukan guna melihat kecenderungan model penulisan kreatif sehingga pola-pola tersebut dapat dijadikan sebagai strategi penyajian yang menarik guna melakukan pemertahanan cerita lisan yang demikian melimpah di seluruh pelosok negeri. Dengan menggunakan metode perbandingan pada unsur dan pola penyajiannya, tergambar bahwa pola penulisan kreatif cerita rakyat lebih berupaya menyajikan awal cerita dengan model yang berbeda. Meskipun pembaca sudah mengetahui alur cerita <em>Putri Mandalika, </em>model penulisan kreatif tersebut lebih menumbuhkan rasa penasaran dan mendorong pembaca untuk mengetahui lebih lanjut keseluruhan isi cerita. Dorongan untuk membaca cerita ini secara otomatis mendorong potensi penumbuhan nilai karakter karena cerita rakyat kaya dengan nilai karakter.</p> 2020-10-10T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/2173 Pengembangan Manual Mutu Berbasis Karakter Untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Pendidikan 2020-11-18T03:28:35+08:00 Lalu Zulkifli laluz@gmail.com Syafruddin Syafruddin Syafruddin@gmail.com Joni Rokhmat Jonir@gmail.com Laila Hayati lailahayati.fkip@unram.ac.id Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan dokumen manual Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Manual SPMI adalah dokumen berisi petunjuk teknis tentang cara, langkah, atau prosedur Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi (pelaksanaan), Pengendalian (pelaksanaan), dan Peningkatan (PPEPP) Standar Dikti. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan yang terdiri dari 4 tahap yaitu <em>define, design, develop</em>, dan <em>disseminate.</em> Hasil analisis dua orang validator diperoleh manual SPMI yang valid dan hasil uji coba terbatas menunjukkan bahwa secara umum manual SPMI berkategori baik sehingga dapat digunakan sebagai dokumen SPMI yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi secara berkelanjutan melalui PPEPP Standar Dikti, dalam rangka menumbuhkembangkan budaya mutu Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/2208 Analisis Kesalahan Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Soal Materi Statistika Matematika 2021-02-09T06:04:13+08:00 Laila Hayati lailahayati.fkip@unram.ac.id Amrullah Amrullah Amrullah@unram.ac.id Sripatmi Sripatmi sripatmi@unram.ac.id Mathematical statistics is an advanced subject that has abstract concepts and requires higher-order thinking skills. This research was conducted to determine the composition of the types of errors committed by 33 students using the Newman errors analysis. The sample was taken by purposive sampling in solving mathematical statistics material problems. This descriptive qualitative research uses written test techniques, interviews, and documentation in collecting data. The results showed that the level of errors made by students on the type of reading errors was in the very low category for all student ability levels (high, medium, and low). Students experience problems in mastering prerequisite materials that have not been mastered well (especially probability and integral), incomplete understanding of the definition of a concept, or errors in calculations. 2020-11-05T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/2475 Penyuluhan Tentang Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Bagi Siswa di SMA Negeri 1 Lembar Kabupaten Lombok Barat 2021-02-09T05:16:16+08:00 Mabrur Haslan mabrurm41@gmail.com Dahlan Dahlan dahlan@gmail.com Rispawati Rispawati Rispawati@gmail.com Yuliatin Yuliatin yuliatin@gmail.com <p>Bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja sangat besar pengaruhnya terhadap negara, jika sampai terjadi pemakaian besar-besaran, maka bangsa Indonesia menjadi bangsa yang sakit, apabila terjadi demikian negara akan rapuh dari dalam karena ketahanan nasional merosot. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan agar khalayak sasaran, yaitu siswa SMAN 1 Lembar Kabupaten Lombok Barat dapat memahami faktor-faktor penyebab penyalahgunaan narkoba di kalangan siswa, memahami dampak atau bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan siswa dan upaya atau solusi untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja atau siswa. Solusinya adalah dengan mengikutsertakan keluarga, menekankan secara jelas kebijakan tidak pada narkoba dan meningkatkan kepercayaan antara orang dewasa dan anak-anak. Target luaran adalah terpolanya pengetahuan dan pemahaman siswa tentang faktor-faktor, dampak dan solusi dalam mencegah terjadi penyalahgunaan narkoba. Metode pelaksanaan kegiatan adalah penyluhan dan FGD. Metode penyuluhan digunakan untuk memberikan informasi atau pengetahuan dan pemahaman siswa tentang faktor-faktor dan bahaya penyalahgunaan narkoba  bagi siswa di SMA Negeri 1 Lembar Kabupaten Lombok Barat. <em>Focus Group Discussion </em>(FGD) digunakan dalam rangka mencari solusi atau upaya untuk mencegah penyalahgunaan narkoba bagi siswa di SMA Negeri 1 Lembar Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan hasil sebagaimana yang diharapkan. Hal tersebut didukung oleh beberapa faktor: (1) urgensi materi yang disampaikan oleh tim pelaksana pengabdian dalam rangka mencegah penyalahgunaan narkoba bagi siswa SMA Negeri 1 Lembar (2) Adanya dukungan dari pihak Kepala SMA Negeri 1 Lembar dan para khalayak sasaran kegiatan. Sementara  faktor penghambat tidak menjadi penghalang namun bisa diatasi oleh tim pelaksana pengabdian, sehingga kegiatan pengabdian dapat terlaksana dan mencapai hasil sebagaimana diharapkan.</p> 2019-09-19T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/2476 Pelatihan Pengembangan Metode Pembelajaran Inovatif Pada Guru-Guru Ma/M.Ts Pondok Pesantren Al Raisyiah Sekarbela Mataram 2021-02-09T06:03:26+08:00 M Ismail ismail.fkip@gmail.com Rispawati Rispawati rispawati@gmail.com Moh Zubair bair@gmail.com Edy Herianto Herianto@gmail.com Bagdawansyah Alqadri bgsa@gmail.com <p>Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan berangkat dari fakta masih banyak kelemahan guru-guru Pondok Pesantren Al Raisyiah Sekarbela. belum mampu merancang dan menerapkan Metode Pembelajaran Inovatif secara optimal, padahal kegiatan ini merupakan salah satu ttugas guru yang professional. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan bekal kompetensi para guru MA/M.Ts Pondok Pesantren Al Raisyiah Sekarbela. mengembangkan Metode Pembelajaran Inovatif sesuai dengan kurikulum 2013. Solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini adalah melakukan serangkaian kegiatan <em>In Service Training (IST)</em> dan <em>On Service Training (OST)</em> dalam mengembangkan Metode Pembelajaran Inovatif sesuai dengan kurikulum 2013. Kegiatan <em>In Service Training (IST)</em> dan <em>On Service Training (OST) </em>ini diikuti oleh 25 guru MA/M.Ts Pondok Pesantren Al Raisyiah Sekarbela sebagai peserta. Hasil pengabdian menunjukan (1) Secara umum Guru-Guru MA/M.Ts Pondok Pesantren Al Raisyiah Sekarbela telah memahami konsep pengembangan Metode Pembelajaran Inovatif sesuai dengan kurikulum 2013. Selain itu, rata-rata guru memahami secara komprehensif tentang bagaimana merancang metode pembelajaran Inovatif sesuai dengan kurikulum 2013.  (2) Adanya komitmen guru untuk melakukan perubahan kerangka pikir dalam masalah pendidikan khususnya peningkatan mutu dan relevansi pendidikan melalui pengembangan Metode Pembelajaran Inovatif sesuai dengan kurikulum 2013, (3) Diperolehnya skenario pengabdian dalam bentuk <em>IST</em> dan <em>OST</em> yang cukup efektif dalam membantu guru meningkatkan kompetensi para guru tentang cara mengembangkan Metode Pembelajaran Inovatif sesuai kurikulum 2013.</p> 2019-09-17T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/PSN/article/view/2493 Kebutuhan dan Potensi Pengembangan Pembelajaran E-learning sebagai Alternatif Strategi Pembelajaran Inovatif PPKn di SMAN Kota Mataram 2021-02-13T00:40:04+08:00 M Ismail ismail.fkip@gmail.com Edy Herianto Herianto@gmail.com Hariyanto Hariyanto Hariyanto@gmail.com Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahan pembelajaran PPKn pada SMAN se-Kota Mataram, dan ntuk mengetahui potensi serta peluang pengembangan e-learning dalam pembelajaran inovatif pelajaran PPKn di SMAN se-Kota Matara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif. Instrument penelitian adalah penelitian sendiri, dan beberapa pertanyaan penelitian yang disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Sumber data pada penelitian didapatkan melalui sumber penelitian primer yaitu persepsi guru-guru PPKn terkait e-learning yang ditentukan secara heterogen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Fokus Group Diskusi (FGD) terarah bersama guru, dan wawancara mendalam untuk menggali pokok-pokok masalah yang kerap dihadapi oleh para guru. Teknik pengumpulan data kualitatif FGD dilakukan dengan berbagai pertimbangan antara lain: untuk dapat menggali informasi lebih banyak dan beragam dari subjek penelitian, mengindetifikasi sudut pandang peserta FGD melalui diskusi yang terarah, dan dan menentukan masalah-masalah startegis yang akan diselesaikan secara prioritas. Analisis data pada penelitian ini menggunakan fishbone diagram(diagram tulang ikan). Fishbone diagram merupakan sebuah diagram sebab-akibat yang dapat digunakan untuk mengindetifikasi lebih mendalam potensi apa (yang actual), yang dapat menajdi penyebab lahirnya suatu kebutuhan (masalah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari identifikasi permasalahan melalui FGD terdapat beberapa masalah sebagai berikut: a) pendidik/kepala sekolah belum mampu secara optimal melakukan analisis kebutuhan e-learning pada pelajaran PPKn; b) minimnya pengehuan guru dalam menggunakan e-learning berbantuan google classroom pada pelajaran PPKn; c) pihak sekolah sebagai pemegang kebijakan tertinggi di sekolah, belum optimal melaksanakan workshop tentang pembelajaran e-learning bagi guru mata pelajaran PPKn; d) kondisi fasilitas saran dan prasarana di setiap sekolah yang berbeda-beda, menjadi salah satu kendala para guru dalam menggunakan pembelajaran e-learning pada pelajaran PPKn dan; e) kurangnya ketersediaan buku atau buku ajar yang relevan dengan pengembangan pembelajaran e-learning berbantuan google classroom. Sementara itu, potensi dan peluang pengembangan e-learning pada pelajaran PPKn sebagai berikut: a) guru diberikan pembekalan untuk mengembangkan komptensi diri dan softskill yang berhubungan dengan penerapan pembelajaran inovati e-learning bebantuan google classroom melalui pelatihan dasar; b) mengembangkan buku-buku pembelajaran inovatif e-learning berbantuan google classroom sebagai pedoman bagi guru pelajaran PPKn dalam menerapkan pembelajaran berbasis e- learning; c) mengadakan workshop berkelanjutan bagi guru pelajaran PPKn terkait penerapan e-learning berbantuan google classroom sebagai strategi pembelajaran inovatif. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan e-learning berbantuan google classroom dapat membantu guru pelajaran PPKn untuk menghadirkan pembelajaran yang berinovasi pada IPTEK, sehingga mampu mendorong siswa memiliki pengalaman dan menguasai materi pelajaran secara efektif dan efisien 2019-09-12T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram