ABSTRAK
Pedaq Api merupakan ritual adat pascakelahiran yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Sasak, mengandung makna spiritual, religius, dan nilai-nilai sosial seperti kerja sama, penghargaan terhadap leluhur, dan simbol budaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara kepada tokoh adat dan warga setempat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini merupakan representasi dari solidaritas mekanik sebagaimana dijelaskan oleh Durkheim, yang terlihat melalui kesamaan nilai dalam komunitas, keterlibatan kolektif masyarakat, penggunaan simbol-simbol adat, serta adanya kontrol sosial untuk menjaga keteraturan. Tradisi Pedaq Api berfungsi sebagai alat pengikat sosial, sarana pelestarian nilai budaya, serta mekanisme mempertahankan identitas kolektif masyarakat di tengah arus modernisasi. Penelitian ini menekankan pentingnya menjaga tradisi lokal sebagai fondasi dalam memperkuat ikatan sosial masyarakat tradisional.
Abidin, Z. (2024). Revitalisasi tradisi ngejot sebagai warisan budaya di Desa Lenek Pesiraman Kabupaten Lombok Timur (Doctoral dissertation, UIN Mataram). https://etheses.uinmataram.ac.id/8299/1/2024_SA_Zainal%20Abidin_200602073.pdf
Ansori, Z. (2018). Tradisi Peraq Api dalam dinamika perubahan sosial pada masyarakat Kawo. Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram, 7(1), 61–75.
Arif, A. M. (2020). Perspektif teori sosial Emile Durkheim dalam sosiologi pendidikan. Moderasi: Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial, 1(2), 1–14. http://moderasi.org/index.php/moderasi/article/view/28
Asri, E. S., Hidayatussolihah, Mertina, Halimatussadikah, Dewi, B. N. S., & Sumardi, L. (2024). Etno parenting: Early childhood character development based on local wisdom of the Sasak tribe. International Journal of Education and Digital Learning, 3(2), 73–82.
Edi, F. R. S. (2016). Teori wawancara psikodignostik. Yogyakarta: LeutikaPrio.
Fadhallah, R. A. (2021). Wawancara. Jakarta: UNJ Press.
Fadli, R. V. (2022). Nilai-nilai multikulturalisme tradisi kupatan di Desa Plosoarang Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. ALMAARIEF, 12–20. http://ejurnal.iainpare.ac.id/index.php/ALMAARIEF/article/view/2360
Fathoni, T. (2024). Konsep solidaritas sosial dalam masyarakat modern perspektif Émile Durkheim: The concept of social solidarity in modern society: Émile Durkheim's perspective. Journal of Community Development and Disaster Management, 6(2), 129–147.
Hamid, D. (2009). Kemampuan dasar mengajar. Jakarta: Alfabeta.
Hasanah, H. (2016). Teknik-teknik observasi (sebuah alternatif metode pengumpulan data kualitatif ilmu-ilmu sosial). At-Taqaddum, 8(1), 21–46.
Hasibuan, M. P., Azmi, R., Arjuna, D. B., & Rahayu, S. U. (2023). Analisis pengukuran temperatur udara dengan metode observasi. Jurnal Garuda Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 8–15.
Heriyanto, D. (2022). Relevansi teori Emile Durkheim dalam studi sosiologi masyarakat tradisional. Jurnal Pemikiran Sosial dan Humaniora, 11(1), 45–57.
Hotimah, H., Sumardi, L., Sawaludin, S., Mustari, M., & Camellia, C. (2024). Pelaksanaan tradisi Pedak Api dan nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya (Studi di Dusun Salut, Desa Sakra Selatan, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur). Journal of Innovation Research and Knowledge, 4(6), 4033–4044. https://www.bajangjournal.com/index.php/JIRK/article/view/9005
Mulyadi, A., & Setiawan, M. (2020). Simbolisme dalam tradisi Peraq Api masyarakat Sasak. Jurnal Ilmu Budaya, 18(2), 134–145.
Muzakir, A., & Suastra, I. W. (2024). Tradisi lokal dan pendidikan karakter: Studi kasus di masyarakat Sasak. Jurnal Sosiologi dan Budaya, 13(1), 45–52.
Nismulwiah, N., Suryanti, N. M. N., Masyhuri, M., & Suud, S. (2023). Tradisi Pedak Api pada masyarakat Sasak dan nilai-nilai sosial yang terkandung di dalamnya: (Studi di Desa Montong Sari, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat). Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman, 10(2), 24–28.
Wahidah. (2019). Etnoparenting dalam pengasuhan anak berbasis budaya lokal. Jurnal Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 10(1), 55–66.
Zuhriah, N. A., Warto, W., & Pitana, T. S. (2020). Peraq Api tradition in Lombok: A Bourdieu perspective review. Humaniora, 11(1), 21–27.
Zuhriah, N. Z. A. (2019). Eksistensi sufisme dalam tradisi Pedaq Api di Lombok. Humanika, 26(2), 119–128. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/humanika/article/view/24462
Copyright (c) 2025 Raja Azura Raja, Lale Aini Fatimah Octaviani, Intan Agustina, Julia Marsena, Nurmayanti Nurmayanti, Reni Susuilayanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The FKIP University of Mataram Journals is Open Access Journals provides quality journal publication services to documenting and preserving scientific article from the results of your research