Peran Organisasi Karang Taruna Dalam Menanggulangi Kenakalan Remaja (Mabuk-Mabukan) Di Kelurahan Monjok Kecamatan Selaparang Kota Mataram
Authors
Irwan Sofian , Masyhuri Masyhuri , Suud SuudDOI:
10.29303/socedsasambo.v3i4.9149Published:
2025-12-29Issue:
Vol. 3 No. 4 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)Keywords:
Peran, Karang Taruna, Kenakalan RemajaAbstract
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peran Organisasi Karang Taruna dalam menanggulangi kenakalan remaja (Mabuk-mabukan) di Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. (2) mengetahui hambatan yang di hadapi oleh Organisasi Karang Taruna dalam menanggulangi kenakalan remaja (Mabuk-mabukan) di Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. (3) mengetahui solusi Karang Taruna dan Pemerintah dalam menanggulangi kenakalan remaja (Mabuk-mabukan) di Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun jenis data dalam penelitian ini yakni data primer dan data sekunder dengan sumber data berupa subjek dan informan penelitian yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Untuk mengumpulkan data digunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data digunakan teknik analisis data kualitatif model Miles dan Huberman dengan langkah-langkah yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat peran aktif Karang Taruna MONDIAL dalam menanggulangi kenakalan remaja, khususnya perilaku mabuk-mabukan. Melalui Pencegahan dan penanggulangan permasalahan sosial melalui rehabilitas sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial dan perlindungan sosial. Peran tersebut diwujudkan dengan cara mengadakan program melalui beberapa divisi, yakni pendidikan, keagamaan, sosial serta UMKM. Program tersebut dilaksanakan secara terstruktur di lokasi yang strategis, seperti masjid, balai kelurahan, atau aula terbuka, (2) Terdapat hambatan-hambatan yang dihadapi oleh Karang Taruna MONDIAL dalam menanggulangi kenakalan remaja khususnya perilaku mabuk-mabukan. Hambatan tersebut dikategorikan ke dalam dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal ini mencakup kurangnya sumber daya manusia yang terampil, keterbatasan dana dan fasilitas, serta kurangnya partisipasi remaja dalam mengikuti program yang di lakukan karang taruna. Selain itu ada faktor eksternal meliputi pengaruh negatif teman sebaya, akses mudah terhadap alkohol, kebiasaan nongkrong hingga larut malam, dan kurangnya dukungan dari orang tua dan (3) Terdapat solusi Karang Taruna dan pemerintah kelurahan dalam menanggulangi kenakalan remaja (Mabuk-mabukan) di Kelurahan Monjok. Solusi yang dilakukan melalui kerja sama antara Karang Taruna dan Pemerintah Kelurahan. dengan mengadakan kegiatan positif seperti pelatihan dan pembinaan, serta melibatkan sekolah, tokoh masyarakat, dan keluarga dalam mendukung program-program karang taruna. Pemerintah turut berperan aktif dengan memberikan anggaran, fasilitas, dan mendorong penguatan aturan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung perkembangan remaja ke arah yang positif.
Kata Kunci: Peran, Karang Taruna, Kenakalan Remaja
References
DAFTAR PUSTAKA
Admosudirjo, Prajudi. 2001. Teori Kewenangan. Jakarta. PT. Rineka Cipta.
Ardiansyah, Yuliatin dkk. 2021. Peran Karang Taruna Dalam Penumbuhkembangan Moral Generasi Muda. Mataram: Juridiksiam.
Andikha, M. A. 2023. Peran Karang Taruna Dalam Membentuk Moral Generasi Muda di Kelurahan Cilangkap Kota Jakarta Timur (Bachelor's thesis, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta).
Arifianto, R. (2017). Peran karang taruna dalam pemberdayaan pemuda melalui pelatihan karawitan gamelan jawa dusun plumbon kelurahan ngadirejo kecamatan eromoko wonogiri. Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 1(1), 27-39.
Bungin. 2013. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Basrowi dan Suwandi. 2008. Memahami penelitian kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.
Budiman, dkk (2020). Peran Karang Taruna Dalam Pengembangan Masyarakat Desa Cangkuang Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial, 18(3), 82-90.
Cahyanti, E. N. (2015). Peran karang taruna dalam mengurangi pengangguran pemuda di Desa Plesungan Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 2(3), 892-906.
Desmita, 2012. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Friedman, M. Marilyn. 1998. Keperawanan keluarga : Teori dan Praktik. Jakarta: EGC.
Gulo. (2010). Metodologi Penelitian. Grasindo.
Hardani, Ahyar, and Dkk. 2020. Buku Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu.
Hodgetts, D. J., & Stolte, O. M. E. (2012). Case-based research in community and social pychology: Introduction to thespecial issue. Journal of Community &Applied Social Psychology, 22, 379-389.doi: 10.1002/casp.2124
Hasan, Iqbal. 2002. Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Bogor: Ghalia Indonesia.
Istiqomah dan Eni., 2014. Nilai Anak Pada Keluarga Petani Kelapa Sawit (Di Desa Sungai Siput Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis). Jom FISIP. 1 (2) :1 – 15.
Kartono, K. 1992. Patologi Sosial II: Kenakalan Remaja. Jakarta : Rajawali Press.
Kartini Kartono. 2010. Patologi sosial 2 Kenakalan Remaja, Jakarta: CV. PT Raja Grafindo Persada.
Karismawati, Dzurri Wahidah. Studi tentang faktor-faktor yang mendorong remaja melakukan pernikahan dini di kecamatan kemlagi kabupaten mojokerto. Diss. State University of Surabaya, 2013.
L-exy J. Moleong, 20ll. Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya)
Laroza, W. (2019). Peran Karang Taruna Dalam Membentuk Moral Remaja Di Kelurahan Rajabasa Bandar Lampung (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).
Muhammad, Arni. (2011). Komunikasi Organisasi. Jakarta. Bumi Aksara.
Mahardika, 2014. Pengertian karang taruna. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Moleong, L.J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosda.
Moleong, Lexy J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif, cetakan ke-36, Bandung: PT.
Ny. Y Singgih Gunarsa dan D Singgih Gunarsa. 1989. Psikologi Remaja. Jakarta: Bapak Gunung Remaja.
Nanda, A. P. (2023). Peran Aktif Karang Taruna Dalam Membangun Solidaritas Sosial Keagamaan Masyarakat (Studi Pada Karang Taruna Desa Banar Joyo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur) (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).
Rahardjo, M. (2017). Studi kasus dalam penelitian kualitatif: konsep dan prosedurnya.
Rizky, R. M. (2018). Pola Asuh Orang Tua dalam Mengatasi Kenakalan Anak di SMP Negeri 31 Purworejo The Parenting Parents in Overcoming Child Mischief at State Junior High School 31 Purworejo.
Santrock, J. W. 2011. Life Span Development. Perkembangan Masa Hidup Jilid 1 (edisi kelima). Jakarta: Erlangga.
Sartono, S. 1985. Pengurangan Sikap Masyarakat terhadap Kenakalan Remaja di DKI Jakarta. Laporan penelitian UI. Jakarta: Persada
Syafruddin, Wadi, & Suud. 2020. Industri Pariwisata Dan Mobilitas Pekerjaan Perempuan Di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kuta Lombok. Society (1), 136-146
Soekanto, Soerjono. 2002. Sosiologi Suatu pengantar. Jakarta : PT Raja Grafindo.
Sofyan S. Willis. 2014. Remaja dan Masalahnya. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:Alfabeta.
Sugiyono, 2013.Metode Penelitian Pendidikan. Bandung:Alfabeta.
Sugiyono. 2015. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta.
Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2019 tentang Karang Taruna.
Putra, N. M. (2022). Peran Karang Taruna Dalam Mengatasi Masalah Sosial Remaja Perspektif Agama Islam Di Desa Darat Sawah Kecamatan Kelam Tengah Kabupaten Kaur (Doctoral dissertation, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu).
Widayatun, T. R. 1999. Ilmu Prilaku. Jakarta: CV. Sangung Seto
Zakiah Daradjat. 1982. Pembinaan Remaja, Jakarta: Bulan Bintang.
Zakiah Daradjat. 1989. Kesehatan Mental, Jakarta: CV Mas Agung.
License
Copyright (c) 2025 irwan16 sofian16

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

