MAKNA SOSIAL DAN RELIGIUS TRADISI NGEJOT DALAM MASYARAKAT SASAK DESA LENEK LOMBOK TIMUR

Authors

  • Baiq Amalia Rahmayani Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.29303/socedsasambo.v2i02.9774

Keywords:

Tradisi Ngejot, makna sosial, makna religius, masyarakat Sasak

Abstract

Tradisi ngejot merupakan praktik budaya masyarakat Suku Sasak di Desa Lenek, Lombok Timur, yang berupa kegiatan berbagi makanan kepada keluarga, tetangga, dan pemimpin masyarakat, khususnya menjelang hari-hari besar keagamaan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi makna sosial dan religius tradisi ngejot serta nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka (library research), melalui penelusuran, kajian, dan interpretasi literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ngejot mengandung makna sosial yang mendalam, meliputi penguatan solidaritas sosial, gotong royong, toleransi antarumat beragama, serta pelestarian kearifan lokal lintas generasi. Secara religius, tradisi ini merupakan manifestasi nilai-nilai Islam seperti syukur, silaturahmi, ukhuwah islamiyah, dan sedekah, sekaligus mencerminkan nilai punia dalam tradisi Hindu. Upaya pelestarian tradisi ini dilakukan melalui pelibatan generasi muda, pemanfaatan media sosial, dan peran aktif tokoh masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi ngejot bukan sekadar ritual seremonial, melainkan instrumen kultural yang efektif dalam membangun masyarakat yang inklusif, harmonis, dan berkarakter kuat di tengah arus modernisasi.

References

Al Khanza, N. H., & Prajawati, M. I. (2022). Tradisi Ngejot: Makna dan Perilaku Keuangan (Studi pada Masyarakat Kampung Jawa Wanasari). Jurnal Manajemen STIE Muhammadiyah Palopo, 8(1).

Andersen, L. L., Hulgård, L., & Laville, J.-L. (2022). The Social and Solidarity Economy: Roots and Horizons. In Ethical Economy (Vol. 59, pp. 71–81). Springer Science and Business Media B.V. https://doi.org/10.1007/978-3-030-81743-5_5

Asteria, D., Brotosusilo, A., Soedrajad, M. R., & Nugraha, F. N. (2021). Reinventarization of living procedures, local knowledge, and wisdom to environment (Study case on Tobelo Tribe-Halmahera). In H. Herdiansyah (Ed.), IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 716, Number 1). IOP Publishing Ltd. https://doi.org/10.1088/1755-1315/716/1/012050

Astor, Y., Sulasdi, W. N., Hendriatiningsih, S., & Wisayantono, D. (2017). The evaluation of marine cadastre definitions among Australia, Canada and United States of America based on Indonesia’s perspective as an archipelagic state. In Cadastre: Geo-Information Innovations in Land Administration (pp. 275–308). Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-319-51216-7_22

Baharun, H., Ulum, M. B., & Azhari, A. N. (2018). Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Ngejot: Konsep Edukasi dalam Membangun Keharmonisan dan Kerukunan Antarumat Beragama Berbasis Kearifan Lokal. FENOMENA, 10(1), 1–26. https://doi.org/10.21093/fj.v10i1.1006

Bunga, B. N., Ndaek, S. S., Mundiarti, V., Bali, E. N., Julianto, V., Fardana, N. A., Chusairi, A., & Kiling, I. Y. (2025). Cultural parenting on indigenous young children of Flores, Indonesia: qualitative explorative research. Diaspora, Indigenous, and Minority Education. https://doi.org/10.1080/15595692.2025.2557889

Creswell, J. W. (2012). Educational Research: Planning, Conducting, and Evaluating Quantitative and Qualitative Research (4th ed.). Pearson.

Divanda, D., Fazhitya, E. nuzu, Fani agustin, N. eka, Rizkyan syah, M. andika, & Shodiq, M. (2024). Toleransi Sosial Dalam Tinjauan Agama Di Perkotaan Minoritas Muslim : Studi Kasus Di Kota Denpasar, Bali. AL-MUTSLA, 6(2), 311–340. https://doi.org/10.46870/jstain.v6i2.1169

Fadilah, N., & Al Kahfi. (2025). Penerapan Manajemen Dakwah dalam Tradisi Ngejot: Strategi Pelestarian Budaya Di Lombok Timur. Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah, 7(1).

Gazzani, F. (2018). Impacts of climate change and mineral fertilizers overuse in indonesia. In Sustainability and Development in Asia and the Pacific: Emerging Policy Issues (pp. 317–331). World Scientific Publishing Co. https://doi.org/10.1142/9789813236004_0017

Gimenez, P. (2025). Returning to The Essentials: Ethics, Humanism, and Responsibility in University Education. Analele Universităţii Din Craiova, Seria Filosofie, (55). https://doi.org/10.52846/afucv.v1i55.97

Hamidah, H., & Nasrulloh, N. (2025). Living Hadis: Relevansi Makna Syukur Terhadap Tradisi Nyadran di Desa Abar-Abir. Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research, 2(1).

Hammoud, S. M. (2025). Cultural Identity and Societal Cohesion During Crises. In Global Societal Resilience Through Political, Environmental, and Cultural Upheaval (pp. 77–94). IGI Global. https://doi.org/10.4018/979-8-3373-5651-8.ch004

Hanip, S. P. N., Yuslih, M., & Diniaty, L. (2020). Tradisi Ngejot: Positive Relationship antar Umat Beragama. Potret Pemikiran, 24(2).

Juwairiyah, & Mufaridah, H. (2024). Makna Sosial-Religius sebagai Nilai Konseling Islam dalam Tradisi Ketog Semprong di Kabupaten Tabanan Bali. Maddah : Jurnal Komunikasi Dan Konseling Islam, 6(1), 90–111. https://doi.org/10.35316/maddah.v6i1.4561

Kamarudin, L. (2021). Budaya Bereqe Sasak Lombok sebagai Upaya Melestarikan Nilai Religius dan Jati Diri Masyarakat Montong Baan Kecamatan Sikur Lombok Timur. Berajah Journal, 1(1), 43–49. https://doi.org/10.47353/bj.v1i1.4

Kusuma, P., Cox, M. P., Brucato, N., Sudoyo, H., Letellier, T., & Ricaut, F.-X. (2016). Western Eurasian genetic influences in the Indonesian archipelago. Quaternary International, 416, 243–248. https://doi.org/10.1016/j.quaint.2015.06.048

Lestari, G. D., Artha, I. K. A. J., Yulianingsih, W., & Widyaswari, M. (2024). Parenting Style in Efforts to Maintain the Cultural Values of the Osing Community in Kemiren Village, Banyuwangi Regency, Indonesia. Journal of Population and Social Studies, 32, 738–756. https://doi.org/10.25133/JPSSV322024.043

Luthfia, M. (2020). Sumatra and java islands in medieval ottoman and arabic literature. International Journal of Advanced Science and Technology, 29(4), 1627–1637. https://www.scopus.com/inward/record.uri?eid=2-s2.0-85084704865&partnerID=40&md5=a51adb0c6530c31366e3a884204ba6c7

Marselinawati, P. S. (2022). The Ngejot Tradition The Ngejot Tradition Increases Religious Tolerance in Gelgel Village, Klungkung Regency, Bali. Proceedings of the International Seminar of Dharma Acarya Faculty IAHN-TP Palangka Raya Year 2022.

Ma’ruf, A. ., Firmansyah, A. ., & Wenda, D. . (2026). SOLIDARITAS SOSIAL MAHASISWA ASLI PAPUA DI UNIVERSITAS MATARAM . KENDALI: Economics and Social Humanities, 4(3), 993–1001. https://doi.org/10.58738/kendali.v4i3.1532

Mensah, I. O. (2025). Inclusion, Culture, and Religion in Ghana. In Sustainable Development Goals Series: Part F1175 (pp. 43–59). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-032-05453-1_4

Mukhamdanah, S., Zaman, S., Khairiah, D., Nurhuda, P., Firdaus, W., & Hardaniwati, M. (2025). Language use and attitudes of young speakers of Skou, Tabla, and Biak in Jayapura. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 15(1), 209–223. https://doi.org/10.17509/ijal.v15i1.75114

Mulyana, A., Habibuddin, & Muspita, Z. (2026). Analisis Nilai-Nilai Sosial Tradisi Begawe dalam Membangun Sikap Solidaritas Sosial Peserta Didik di SD Negeri 1 Gereneng Timur Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur. Transformasi : Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal, 12(1), 377–385. https://doi.org/10.33394/jtni.v12i1.18011

Noviari, N. L. A., Kartika, T., & Ashaf, A. F. (2024). Tradisi Ngejot Sebagai Interaksi Komunikasi (Studi Kasus Pada Masyarakat Desa Dharma Agung, Kabupaten Lampung Tengah). Jurnal Professional, 11(2).

Nurhidayat, N., Zubair, M., Sawaludin, S., & Yuliatin, Y. (2023). Tradisi “Rebo Bontong” Dalam Membentuk Civic Culture Masyarakat Sasak Desa Pringgabaya Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 8(1b), 752–761. https://doi.org/10.29303/jipp.v8i1b.1228

Pradhana, R. I., Gunawan, A. P., Dianti, A., & Hartono, H. (2021). The development of the acculturation of the Chinese muslim and Java culture in Semarang with the case of comparison between Sam Poo Kong and Hivara Buddhagaya Watugong. In D. Mangindaan (Ed.), IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 794, Number 1). IOP Publishing Ltd. https://doi.org/10.1088/1755-1315/794/1/012241

Prasopsombat, L. (2025). Transnational Heritage and Local Integration: Exploring the Resilience of Teochew Chinese Identity in Thailand. Asian Journal of Arts and Culture, 25(3). https://doi.org/10.48048/ajac.2025.281344

Prawirajaya, R. , K. D., Purwanto, H., & Titasari, C. P. (2023). Sistem Religi dan Makna pada Relief Yeh Pulu di Kabupaten Gianyar, Bali. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 8(1), 56–76. https://doi.org/10.24832/jpnk.v8i1.3827

Putu, N., Astiti, A., Merthawan, G., & Suparta, I. K. (2024). Tradisi Ngejot Tumpeng Masyarakat Hindu di Kabupaten Pasangkayu . Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama Dan Kebudayaan Hindu, 15(2).

Rakhmawati, L. (2024). Pandangan Fikih terhadap Tradisi Ngejot dan Megibung Umat Muslim dan Hindu di Bali. JURIH: Jurnal Ilmu Hukum, 3(1).

Samudra, R. A., Bagiastra, I. K., & Suyasa, I. M. (2023). Strategi Pengembangan Pariwisata berbasis Budaya sebagai Daya Tarik di Desa Lenek Lombok Timur. Journal of Responsible Tourism, 3(1).

Setyowahyudi, R., Antara, P. A., & Muslimah, B. (2024). Tradisi Ngejot dalam Menunjang Perkembangan Sosial Anak Usia Dini di Desa Kintamani. Prosiding Temu Ilmiah Nasional Guru XVI.

Simanjuntak, T., Sémah, F., Sémah, A.-M., & Widianto, H. (2023). Prehistory of Indonesia, a brief synthesis. Anthropologie (France), 127(3). https://doi.org/10.1016/j.anthro.2023.103148

Soewarno, N., & Wardhani, M. K. (2023). The transformation of Shophouse as an effort to continue the trading tradition in Pasar Baru area, Bandung. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur, 8(1), 115–124. https://doi.org/10.30822/arteks.v8i1.1976

Suardariati, K. (2024). Tradisi Ngejot sebagai Upaya Menguatkan Toleransi antar Umat Beragama Hindu dan Islam Di Kolaka Timur. Rasividya: Jurnal Pendidikan, 1(1).

Sukardiman, S. (2023). Harmoni Sosial Mayoritas Hindu dengan Minoritas Muslim di Panggung Tradisi Rowah di Karang Jero, Kelurahan Karang Taliwang. Kontekstualita, 37(1), 51–68. https://doi.org/10.30631/37.1.51-68

Suwendra, I. W. (2023). Pendidikan Sosial Religius Memperkuat Kerukunan Umat Hindu dan Muslim yang Multikultur di Desa Pegayaman, Buleleng, Bali. Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu, 6(1).

Tri Ramdani, V., & Jumarim. (2025). Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Begibung pada Masyarakat Sasak di Dusun Tanggak Lombok Tengah. Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, Dan Geofisika (GeoScienceEd Journal), 6(1), 557–562. https://doi.org/10.29303/goescienceed.v6i1.597

Walad, M., Nasri, U., Hakim, M. I., & Zulkifli, Muh. (2025). Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Pendidikan Agama: Transformasi Karakter Agama. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 12(1), 265–277. https://doi.org/10.38048/jipcb.v12i1.4676

Yang, L., Yu, Z., Chen, W., & Zhong, N. (2026). Perceived Collective Continuity Predicts Enhanced Willingness to Inherit Traditional Culture: The Mediating Role of Awe in Culture. Journal of Psychological Science, 49(1), 168–179. https://doi.org/10.16719/j.cnki.1671-6981.20260116

Yuliana, T. I., & Prajawati, M. I. (2025). Makna Tradisi Rewang sebagai Mekanisme Sosial dan Ekonomi Rumah Tangga di Kecamatan Rejotangan Tulungagung. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Manajemen, 3(12).

Zubaidah, S., & Arsih, F. (2021). Indonesian culture as a means to study science. In H. Suwono, H. Habiddin, & D. Rodic (Eds.), AIP Conference Proceedings (Vol. 2330). American Institute of Physics Inc. https://doi.org/10.1063/5.0043173

Downloads

Published

2024-06-27