ABSTRAK
Artikel ini membahas tradisi Nyelamak Dilaok yang dilaksanakan oleh masyarakat pesisir di Desa Tanjung Luar, Kabupaten Lombok Timur, sebagai refleksi rasa syukur dan doa keselamatan bagi nelayan. Tradisi ini tidak hanya menjadi warisan budaya turun-temurun, tetapi juga memperlihatkan hubungan erat antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Nyelamak Dilaok memiliki makna religius, sosial, dan ekologis yang kuat. Nilai rasa syukur tercermin dalam persembahan sesajen dan pelarungan kepala kerbau ke laut, sementara doa keselamatan diwujudkan melalui ritual yang melibatkan seluruh komunitas. Tradisi ini juga memperkuat solidaritas sosial, gotong royong, serta pelestarian lingkungan laut. Di tengah arus modernisasi dan heterogenitas budaya di Tanjung Luar, Nyelamak Dilaok tetap dipertahankan sebagai identitas budaya lokal yang mencerminkan keharmonisan hidup manusia dengan alam.
Ayu, N. P. (2022). Tradisi Nyelamak Dilaok sebagai Wujud Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir di Lombok Timur. Jurnal Antropologi Indonesia, 43(1), 77–89.
Darmastuti, S., Idrus, S., & Sriwi, A. (2024). Pengaruh Prosesi Tradisi Nyelamak Dilaok Terhadap Penguatan Persepsi Wisatawan Desa Tanjung Luar. Vol.3, No.3.
Di, M., Cekungan, D., Sebagai, B., & Hidrokarbon, P. (2021). Metodelogi dan Penelitian Kualitatif dalam Ilmu Sosial, Pendidikan, Kebudayaan dan Keagamaan (Issue ii).
Dwi Daya, B., Suyasa, I., & Abdullah, A. (2023). Pelestarian Ritual Nyalamaq Dilauq sebagai Festival Pariwisata Masyarakat Pesisir di Desa Wisata Tanjung Luar Kabupaten Lombok Timur. Journal of Responsible Tourism, 2(3), 613–622.
Dkliknews.com. (2023, 19 Mei). Tolak Bala dan Penyakit, Masyarakat Nelayan Tanjung Luar Gelar Ritual Nyelamak Dilauk. Diakses pada 3 Juni 2025, dari https://www.dkliknews.com/seni- budaya/3489681296/tolak-bala-dan-penyakit-masyarakat-nelayan-tanjung-luar-gelar-ritual- nyelamak-dilauk
Efendi, S. (2023). The Religiosity of Coastal Communities: A Study of The Implementation of Islamic Religious Education in Fishermen’s Families in Tanjung Luar. Jurnal Edukasi Islam, 9(1), 45–60.
Gai, A. M. (2020). Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Berbasis Sustainable Livelihood. Malang: Dream Litera Buana.
Hadi, M. S. (2020). Kearifan Lokal dalam Tradisi Maritim di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hendra, M. (2024). Makna Tradisi Nyelemak di Laouq Masyarakat Kampung Nelayan Desa Tanjung Liar Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. Skripsi. Universitas Mataram. Kota Mataram.
Habibuddin, H., Hanapi, H., & Burhanuddin, B. (2023). Pelestarian Lingkungan Pesisir Melalui Ritual Nyalamaq Dilauq di Desa Tanjung Luar Keruak Lombok Timur. Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi, 7(1), 1–15.
Hafizin, K. (2022). Tindakan Sosial Masyarakat Nelayan dalam Ritual Nyelamaq Dilaoq di Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Skripsi Sarjana, UIN Mataram.
Juliastari, R. (2022). Tindakan Sosial Masyarakat Nelayan dalam Ritual Nyelamaq Dilaoq di Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Skripsi Sarjana, UIN Mataram.
Maulana, R. (2021). “Ritual dan Religi dalam Kehidupan Nelayan Sasak.” Jurnal Kebudayaan dan Tradisi Lokal, 10(2), 115–124.
Nurjanah, I., Mudopar, M., & Rahayu, I. (2023). Komik Digital Berbasis Keberagaman Budaya Indonesia Sebagai Media Literasi Siswa Sekolah Dasar. Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 9(2), 98. https://doi.org/10.33603/deiksis.v9i2.8230.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. (2023). Profil Desa Tanjung Luar dan Potensi Budaya Lokal. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lotim.
Syahdan, S. (2021a). Nyelamak Dilaok: Sebuah Tradisi Selametan Masyarakat Pesisir Tanjung Luar Lombok Timur. AS-SABIQUN, 3(1), 76–99. https://doi.org/10.36088/assabiqun.v3i1.1326.
Sugihen, I. N. (2019). Religi dan Ritual dalam Budaya Pesisir Indonesia. Denpasar: Ardhana Press. Syahroni, I. (2021). Makna Sesaji dan Nilai-Nilai Pendidikan dalam Tradisi Nyalamaq Dilauq (Selamatan Laut) di Desa Tanjung Luar Provinsi NTB. Tesis Magister, UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta.
Sirulhaq, A., Listyo, I., Adriani, M., & Aisyiyah, S. (2023). Makna Upacara Nyelamak Dilaok sebagai Aset Budaya (Studi Fenomenologi). RISTANSI: Riset Akuntansi, 5(2), 150–160.
Suyasa, I. (2023). Nyalamaq Dilauq Tradition: A Cultural Policy for Promoting Social Integration and Cohesion in Coastal Communities. Journal of Infrastructure, Policy and Development, 7(1), 45–60.
Saifullah, M. (2023, Agustus 4). Melongok Tradisi Nyalamaq Dilauq di Desa Tanjung Luar Lombok Timur. Tempo. https://www.tempo.co/hiburan/melongok-tradisi-nyalamaq- dilauq-di-desa-tanjung-luar-lombok-timur-dan-sejarahnya-159445
Copyright (c) 2025 Sri Wahyuni Sri, Febi Yanti, Ilmi Ainushofa, Grita Inggrid L, Alabani Adam Kamal , Hamidsyukrie ZM, Jepri Utomo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The FKIP University of Mataram Journals is Open Access Journals provides quality journal publication services to documenting and preserving scientific article from the results of your research