PELECEHAN SEKSUAL DAN HEGEMONI MASKULINITAS: DAMPAKNYA TERHADAP KENYAMANAN BELAJAR MAHASISWA UNIVERSITAS MATARAM
DOI:
https://doi.org/10.29303/socedsasambo.v4i01.9866Keywords:
Pelecehan Seksual, Kampus, Kenyamanan Belajar, Hegemoni Maskulinitas, Budaya DiamAbstract
ABSTRAK
Pelecehan seksual di kampus merupakan persoalan serius yang berdampak pada kenyamanan dan semangat belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk pelecehan seksual, menganalis praktik budaya Hegemoni maskulinitas, dampaknya, serta mengevaluasi peran kampus dalam mengatasinya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Hasil penelitian ini menemukan bahwa macam-macam dan bentuk pelecehan yang terjadi meliputi permainan kekuasaan, pelecehan tertutup, dan berbentuk fisik, lisan, dan isyarat. Mayoritas responden memahami pelecehan sebagai tindakan fisik, verbal, dan non-verbal, dan sebagian besar pernah mengalaminya langsung. Pelaku umumnya adalah dosen atau senior yang menyalahgunakan otoritas, didorong oleh praktik Hegemoni Maskulinitas. Dampak psikologis korban meliputi stres, ketakutan, hingga trauma, yang mengganggu proses belajar. Budaya diam dan normalisasi candaan seksual turut memperkuat relasi kuasa. Meskipun kampus memiliki mekanisme pelaporan, banyak korban enggan melapor karena takut, malu, dan adanya stigma. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa pelecehan seksual merupakan bagian dari struktur sosial yang tidak setara, dan penanganannya membutuhkan reformasi struktural dan kultural. Oleh karena itu, disarankan agar kampus memperkuat sosialisasi lembaga PPKS, menyediakan layanan pelaporan yang ramah korban, serta mengintegrasikan pendidikan gender guna menciptakan ruang belajar yang aman dan bebas kekerasan.
References
Aulia, O. P., & Sumardi, L. (2023). Peran Penyelenggara Pendidikan Dalam Mencegah Pelecehan Seksual: Studi Di Universitas Mataram. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 7(2), 57–65. https://doi.org/10.31571/jpkn.v7i2.7476
Ayuningtyas, E., Rodliyah, & Parman, L. (2019). Konsep pencabulan verbal dan non verbal dalam hukum pidana. Jurnal Education and Development, 7(3), 242–249. Institut Pendidikan Tapanuli Selatan.
Bahardur, I. (2024). Maskulinitas Laki-laki Minangkabau dalam Novel Perempuan Batih Karya A.R. Rizal: Tinjauan Rewyn Connel. Humanika, 30(2), 177–197. https://doi.org/10.14710/humanika.v30i2.59788
Dewi, I. A. A. (2019). Catcalling: Candaan, pujian atau pelecehan seksual (Doctoral dissertation, Udayana University).
Drianus, O. (2019). Hegemonic Masculinity Wacana Relasi Gender dalam Tinjauan Psikologi Sosial Oktarizal. Journal of Psychology, Religion, and Humanity, 1(1), 36–50.
Effendi, D. I. (2021). Upaya Preventif Kekerasan Seksual di Kampus
Fitriyanti, E., & Suharyati, H. (2023). Pelecehan Seksual Fisik Di Perguruan Tinggi: Tinjauan Terhadap
Faktor Penyebab, Dampak, dan Strategi Kebijakan sebagai Upaya Pencegahan. Sosio E-Kons, 15(2), 178. https://doi.org/10.30998/sosioekons.v15i2.17531
Ifadha, D. F. (2021). Dominasi Maskulinitas Dalam Dunia Kerja (Analisis Wacana Pada Film Purl Dan
In A World…).
Kartika, B. A. (2015). Mengapa Selalu Harus Perempuan: Suatu Konstruksi Urban Pemenjaraan Seksual Hingga Hegemoni Maskulinitas dalam Film Soekarno. Journal of Urban Society’s Arts, 2(1), 35–
https://doi.org/10.24821/jousa.v2i1.1268
Komnas perempuan. (2024). Ringkasan Eksekutif “Menata Data, Menajamkan Arah: Refleksi Pendokumentasian Dan Tren Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan 2024” Catatan Tahunan Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2024. 1–23.
komnasperempuan.go.id. (2025). Siaran Pers Komnas Perempuan Merespons Kasus Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi. Komnasperempuan. https://komnasperempuan.go.id/siaran-pers- detail/siaran-pers-komnas-perempuan-merespons-kasus-kekerasan-seksual-di-perguruan-tinggi
Maris Jennet Landicho, Frisca Putri, & Ajeng Cahya. (2023). Fenomena Pelecehan Seksual Area Kampus Universitas Jember. Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial, 1(4), 194–203. https://doi.org/10.59581/harmoni-widyakarya.v1i4.1765
Masriah, imelda, F. (2024). Dampak Psikologis Pada Korban Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus. Jurnal Studi Gender Dan Anak, 6(2).
Paradiaz, R., & Soponyono, E. (2022). Perlindungan Hukum Terhadap Korban Pelecehan Seksual.
Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 4(1), 61–72. https://doi.org/10.14710/jphi.v4i1.61-72
Plb unesa. (2025). Bayang-Bayang Kelam: Dampak Psikologis Jangka Panjang pada Korban Pelecehan Seksual di Kampus. Plb.Fip.Unesa.Ac.Id. https://plb.fip.unesa.ac.id/post/bayang-bayang-kelam- dampak-psikologis-jangka-panjang-pada-korban-pelecehan-seksual-di-kampus
Rusyidi, B., Bintari, A., & Wibowo, H. (2019). Pengalaman Dan Pengetahuan Tentang Pelecehan Seksual: Studi Awal Di Kalangan Mahasiswa Perguruan Tinggi (Experience and Knowledge on Sexual Harassment: a Preliminary Study Among Indonesian University Students). Share : Social Work Journal, 9(1), 75. https://doi.org/10.24198/share.v9i1.21685
Suparto, D., & Annas Rifki, A. (2023). Pengaruh Terpaan Berita Pelecehan Seksual Di Kampus Terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(5), 4946–4957. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/5454
Syauket, A., Saimima, I. D. S., Simarmata, R. P., Aidy, W. R., Zainab, N., Prayitno, R. B., & Cabui, C.
E. (2024). Sextortion Fenomena Pemerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan. Jurnal Kajian Ilmiah, 22(3), 219–230. https://doi.org/10.31599/sqgp1z49
Wahidah et.al. (2024). Media Online ? : Media Baru Bagi Eksistensi Kekerasan Gender Pada Mahasiswa Di Tengah Hegemoni Maskulinitas Masyarakat. SOSIOGLOBAL : Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Sosiologi, 9(1), 36–50.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Haniza Febriani, Ida Ayu Putu Maheswari, Made Widia Cindani, Nanda Haerani, Imam Malik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
