Transformasi Ekowisata Berkelanjutan: Pemberdayaan Masyarakat dalam Implementasi Lubang Resapan Biopori di Kawasan Pesisir
DOI:
10.29303/jppm.v9i2.11564Published:
2026-05-08Downloads
Abstract
Pengelolaan sampah organik dan konservasi air masih menjadi persoalan utama di kawasan ekowisata pesisir, terutama pada wilayah dengan daya dukung lingkungan yang terbatas. Desa Apar, Kota Pariaman, sebagai kawasan ekowisata berbasis pesisir dan mangrove, menghadapi permasalahan meningkatnya timbulan sampah organik dari aktivitas rumah tangga dan wisata, serta rendahnya kemampuan tanah dalam meresapkan air yang berpotensi menimbulkan genangan dan degradasi lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi lubang resapan biopori sebagai solusi pengelolaan sampah organik dan konservasi air tanah. Mitra pengabdian meliputi masyarakat Desa Apar, perangkat desa, dan pelaku ekowisata yang terlibat aktif dalam seluruh tahapan kegiatan. Metode pengabdian dilaksanakan melalui sosialisasi lingkungan, pelatihan teknis pembuatan dan pemanfaatan biopori, penerapan teknologi di lokasi strategis, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, berkurangnya pembuangan sampah organik ke lingkungan, serta terbentuknya kompos awal dari biopori yang dimanfaatkan untuk tanaman sekitar. Selain itu, biopori mampu meningkatkan daya resap tanah dan mengurangi genangan air di kawasan ekowisata. Hasil pengabdian ini menegaskan bahwa teknologi biopori yang diintegrasikan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat efektif mendukung pengelolaan lingkungan pesisir secara berkelanjutan dan berpotensi direplikasi pada kawasan ekowisata lainnya.
References
Amalia, G., Ratih, B., & Ramadhan, M. F. (2022). Edukasi pemanfaatan biopori sebagai upaya penanggulangan penumpukan sampah organikdan mencegah banjir. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 4(2), 851–858.
Arifin, Z., Tjahjana, D. D. D. P., Rachmanto, R. A., Suyitno, S., Prasetyo, S. D., & Hadi, S. (2020). Penerapan teknologi biopori untuk meningkatkan ketersediaan air tanah serta mengurangi sampah organik di Desa Puron Sukoharjo. SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni Bagi Masyarakat, 9(2), 53.
Asri, A., & Fajri, D. J., M. (2024). Pengelolaan sampah di Desa Nepo: Peran lubang biopori dalam solusi berkelanjutan. SIPISSANGNGI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 10.
Brata, K. R., & Nelistya, A. (2008). Lubang resapan biopori. Niaga Swadaya.
Gani, P. J. A., & Ikhsan, A. M. (2020). Teknologi biopori pada ruang terbuka hijau: Studi kasus Pulau Kodingareng Lompo, Kepulauan Sangkarrang, Makassar. Jurnal Arsitektur ZONASI, 3(3), 246–255.
Harun, H. (2017). Gambaran pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam proses pemilahan sampah rumah tangga di Desa Hegarmanah. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat, 6(2),
Meiyuntariningsih, T., Maharani, A., Rizkinannisa, J. R., & Hastiani, F. N. (2022). Pengolahan sampah dengan metode biopori. Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 113–122.
Narjono, A. I. (2024). Pawon urip untuk menciptakan masyarakat kreatif dan sejahtera pada RW 09 Kelurahan Citrodiwangsan - Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Jurnal Pengabdian Sosial, 1(3).
Prima, R. A., Rismawati, P., & Rizki, M. A. (2024). Implementasi biopori untuk peningkatan kualitas lingkungan di Desa Kesimantengah. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 5(1), 1343–1348.
Wibowo, T., Istiana, A., & Zakiyah, E. (2022). Pembuatan biopori untuk resapan air hujan dan pemanfaatan sampah organik. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(3), 387 392.
License
Copyright (c) 2026 Nindy Notrilauvia, Tuti Lestari, Yuhendri LV, Rama Nanda, Ithvi Marhamah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

