PEMANENAN AIR HUJAN DI PULAU TANPA SUMBER AIR TAWAR, GILI TAPAN, KABUPATEN SUMBAWA, NUSA TENGGARA BARAT
DOI:
10.29303/jppm.v3i2.1859Published:
2020-06-22Downloads
Abstract
Gili Tapan merupakan salah satu pulau kecil berpenghuni di Kabupaten Sumbawa, Indonesia. Di pulau ini tersedia sumur air payau namun tidak terdapat sumber air tawar. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat setempat membeli air tawar dari pulau terdekat atau desa terdekat. Kegiatan pengabdian masyarakat yang kami lakukan yaitu membangun sistem pemanenan air hujan yang dipasang di sekolah satu atap Gili Tapan yang bertujuan untuk menyediakan penampung air hujan yang dapat digunakan untuk berkebun di sekolah. Instalasi pemanenan air hujan dipasang menggunakan tandon 1100 liter. Talang-talang air dipasang di atap sekolah yang dialirkan ke dalam tandon yang sudah dipasang outlet keluar. Selain instalasi pemanenan air hujan, kami juga membuat kebun di sekolah. Air yang ditampung dalam tandon digunakan untuk mengairi kebun sekolah.ÃÂ Untuk menghindari hewan ternak warga, kebun-kebun dikelilingi oleh kawat. Tanaman yang sudah ditanam antara lain: mangga, kelengkeng, rambutan, cabai, singkong, dan sayur mayur. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa potensi pemenuhan kebutuhan air bersih dari pemanenan air hujan dengan satu tandon kapasitas 1100 liter adalah sebesar 20% dari total kebutuhan air bersih di Gili Tapan dengan asumsi kebutuhan air per kapita adalah minimum 20 liter per hari. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pemanenan air hujan di sekolah mungkin untuk dilakukan dengan biaya rendah dan pemeliharaan serta manajemennya dapat dilakukan oleh pihak sekolah.References
Badan Pusat Statistik. 2017. Kecamatan Maronge Dalam Angka. Diunduh dari https://sumbawakab.bps.go.id/website/pdf_publikasi/Kecamatan-
Maronge-Dalam-Angka-2017.pdf. Diakses tanggal 30 Desember 2019
Indonesia.Go.Id. 2019. Air Bersih: Mengejar Pencapaian Akses 100% di 2019. Diakses darihttps://indonesia.go.id/narasi/indonesia-dalam-angka/ekonomi/mengejar-pencapaian-akses-100-di-2019 tanggal 10 Januari 2020.
Song Jaemin, Mooyoung Han, Tschungil Kim dan Jee-eun Song. 2009. Rainwater harvesting as a sustainable water supply option in Banda Aceh. Desalination 248: 233-240.
UN. 2020. The Global Rain Water Harvesting Collective. Diakses dari https://sustainabledevelopment.un.org/partnership/?p=1646.
UNEP. 2009. Rainwater harvesting: a lifeline for human well-being. United Nations Environment Programme and Stockholm Environment Institute. ISBN: 978 - 92 - 807 - 3019 ââ¬â 7.
UNEP. 2002. Rainwater Harvesting And Utilisation. An Environmentally Sound Approach for Sustainable Urban Water Management. An Introductory Guide for Decision Makers. UNEP-DTIE-IETC / Sumida City Government / People for Promoting Rainwater Utilisation. Diakses darihttps://www.ircwash.org/sites/default/files/213.1-01RA-17421.pdf
WHO. 2020. What is the Minimum Quantity of Water Needed? Diakses dari https://www.who.int/water_sanitation_health/emergencies/qa/emergencies_qa5/en/ pada tanggal 10 Januari 2020.
Yulistyorini, A. 2011. Pemanenan air hujan sebagai alternatif pengelolaan sumberdaya air di perkotaan. Teknologi dan kejuruan. 34(1), 105 ââ¬â 114.
License
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

