MINI SERI COMPUTATIONAL THINGKING UNTUK GURU SEKOLAH YAYASAN CIPUTRA PENDIDIKAN
DOI:
10.29303/jppm.v4i2.2659Published:
2021-05-17Downloads
Abstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abdimas) ini bertujuan memperluas wawasan mengenai computational thinking (CT) bagi guru Sekolah. Program mini seri ini dilakukan secara berkala dan berkesinambungan. Program ini diprioritaskan kepada Guru di berbagai sekolah. Pada kesempatan kali ini diperuntukkan kepada Guru-guru di Yayasan Ciputra Pendidikan. CT sendiri merupakan salah satu problem solving yang perlu diajarkan sejak dini. Dengan melihat perkembangan teknologi dalam bidang ilmu komputer yang berkembang pesat maka pendekatan CT ini sangat diperlukan. Universitas Ciputra Surabaya khususnya Fakultas Teknologi Informasi bekerjasama dengan Komunitas Bebras untuk memperluas penggunaan CT bagi siswa/i seluruh Indonesia. Mini seri ini dilakukan dengan memberikan wawasan CT kepada guru sekolah, sehingga guru tersebut dapat menyampaikan dan melatih para siswanya untuk dapat terbiasa menggunakan CT ini dalam kehidupan mereka sehari-hari. Dalam melakukan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan terlebih dahulu berkoordinasi dan berdiskusi dengan koordinator pusat Yayasan, membuat materi computational thinking berupa materi power point maupun website yang siap diakses peserta. Pokok pembahasan dibagi menjadi empat sesi yaitu pendahuluan tentang computational thinking, computational thinking in everyday life, Developing Computational Thinking task dan menerapkan CT dalam pembelajaran di kelas. Kegiatan ini menyasar pada 134 guru Yayasan Sekolah Ciputra dengan durasi pelaksanaan kurang lebih tiga bulan dari persiapan, penyiapan materi, koordinasi, penyuluhan, serta penyusunan laporan dan luaran.References
Burhannudin, & Sukri. (2021). PENYULUHAN SISTEM PENALARAN PENULISAN KARYA ILMIAH BAGI GURU SMP/MTs DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH. Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, 4(1), 12-16.
Kawuri, K. R., Budiharti, R., & Fauzi, A. (2019). Penerapan Computational Thinking untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X MIA 9 SMA Negeri 1 Surakarta pada Materi Usaha dan Energi 6. Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika, 9(2), 116-121.
Maharani, A. (2020). Computational Thinking dalam Pembelajaran Matematika Menghadapi Era Society 5.0. Euclid, 7(2), 86-96.
OECD. (2021a). Mathematics performance (PISA) (indicator) https://doi.org/doi: 10.1787/04711c74-en
OECD. (2021b). Reading performance (PISA) (indicator) https://doi.org/doi: 10.1787/79913c69-en
OECD. (2021c). Science performance (PISA) (indicator) https://doi.org/doi: 10.1787/91952204-en
Sukamto, T. S., Hafdhoh, N. u., Pertiwi, A., Affandy, Syukur, A., & Hidayat, E. Y. (2019). Pengenalan Computational Thinking Sebagai Metode Problem Solving Kepada Guru dan Siswa Sekolah di Kota. ABDIMASKU, 2(2), 99-107.
Untari, T., Rahmaniah, R., Islami, A. B., & Ihsani, B. Y. (2018). Peningkatan Pembelajaran Microteaching Melalui Pendekatan Kolaboratif Prakarsa Paedagogia, 1(1), 91-100.
License
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

