PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN LELE DENGAN TEKNOLOGI BIOFLOK SEBAGAI UPAYA MENGURANGI KEMISKINAN MASYARAKAT DESA SIRAU KEC. KEMRANJEN KAB. BANYUMAS

Authors

  • Ahmad Abror
  • Ren Fitriadi
  • Mustika Palupi

DOI:

https://doi.org/10.29303/jppm.v4i2.2678

Abstract

Daerah pedesaan tingkat kemiskinannya masih relatif tinggi. Hal tersebut berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Pengentasan kemiskinan dengan suatu kegiatan yang menerapkan teknologi yang mudah diterapkan merupakan salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Wajah kemiskinan senantiasa melekat pada masyarakat pedesaan yang belum meratanya pengetahuan dan keterampilan mengenai suatu usaha yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan menambah lapangan pekerjaan. Tingkat pengetahuan umum masyarakat pedesan tergolong sangat rendah, dimana terlihat dari kurangnya keterampilan masyarakat dalam meningkatkan hasil pendapatannya, umumnya hanya terfokus dengan bidang pertanian baik di persawahan ataupun kebun. Salah satu contoh Kategori rumah tangga miskin di Desa Sirau Kecamatan Kemranjen Banyumas. Sektor perikanan salah satu sektor lapangan pekerjaan yang sangat potensial untuk dikembangkan. Salah satu upaya yang diperlukan yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat pedesaan tentang budidaya ikan lele dengan teknologi bioflok. Teknologi bioflok merupakan metode budidaya ikan yang sangat ramah lingkungan, hemat pakan, air dan mudah diterapkan. Teknologi budidaya ikan lele dengan teknologi bioflok ini memiliki keunggulan yaitu mudah dalam pemeliharaan, memperoleh hasil ganda, dan tidak memerlukan lahan yang luas. Ikan lele saat ini sangat prospektif untuk di kembangkan menjadi ikan konsumsi air tawar, karena merupakan ikan yang memiliki beberapa keistimewaan dan banyak diminati orang.

References

Avnimelech, Y. (2007). Feeding with microbial flocs by tilapia in minimal discharge bio-flocs technology ponds. Aquaculture 264: 140-147.

Cahyono, Imam. (2005). Wajah Kemiskinan, Wajah Perempuan. Jurnal Perempuan, 42.

Chu, C.P., Lee, D.J. (2004). Multiscale structures of biological ï¬âocs. Chem. Eng. Sci. 59: 8ââ¬â9.

Effendi. (2003). Telaah kualitas air. Kanisius. Yogyakarta.

Jorand, F., Zartarian, F., Thomas, F., Block, J.C., Bottero, J.Y., Villemin, G., Urbain, V., Manem, J. (1995). Chemical and structural (2d) linkage between bacteria within activated-sludge flocs. Water Res. 29 (7), 1639ââ¬â1647.

Seandy. (2010). Kelangsungan hidup ikan lele. http://seandy-lautbiru.blogspot.com/2010/09/kelangsungan-hidup-ikan-lele.html. Diakses tanggal 7 Oktober 2014.

Sears, K., Alleman, J.E., Barnard, J.L., Oleszkiewicz, J.A. (2006). Density and activity characterization of activated sludge ï¬âocs. J. Environ. Eng.-ASCE 132 (10), 1235ââ¬â1242.

Taryono. (2011). Berternak lele lebih menguntungkan. http://floracanggu. blogspot.com/ 2012/03/lele-dumbo.html. Diakses tanggal 7 Oktober 2012.

Whitehead, Barbara Dafoe. (2003). Why there are no good men left? New York: Broadway Books.

Wilen, B.M., Jin, B., Lant, P. (2003). The in ï¬âuence of key chemical constituents in activated sludge on surface and ï¬âocculating properties. Water Res. 37 (9), 2127 ââ¬â2139.

Zita, A., Hermansson, M. (1994). Effects of ionic-strength on bacterial adhesion and stability of ï¬âocs in a waste-water activated-sludge system. Appl. Environ. Microbiol. 60 (9), 3041 ââ¬â3048.

Downloads

Published

2021-05-25

How to Cite

Abror, A., Fitriadi, R., & Palupi, M. (2021). PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN LELE DENGAN TEKNOLOGI BIOFLOK SEBAGAI UPAYA MENGURANGI KEMISKINAN MASYARAKAT DESA SIRAU KEC. KEMRANJEN KAB. BANYUMAS. Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat, 4(2). https://doi.org/10.29303/jppm.v4i2.2678

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)