PELATIHAN PEMBUATAN INSEKTISIDA NABATI DAUN KOMBA-KOMBA (Chromolaena odorata) DI KECAMATAN MURHUM KOTA BAUBAU

WD. Syarni Tala, Dyah Pramesti Isyana Ardyati, Agus Slamet, S. Hafidhawati Andarias

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar bagi masyarakat. Berbagai kebijakan telah diterapkan oleh pemerintah pusat dan daerah untuk meminimalisir dampak yang menimpa masyakarat, salah satunya adalah mewujudkan kemandirian pangan bagi masyarakat. Kecamatan Murhum merupakan salah satu dari delapan kecamatan di Kota Baubau yang tengah menggalakkan kemandirian pangan melalui teknik budidaya tanaman untuk menunjang kemandirian pangan keluarga. Salah satu bentuk kegiatan ini adalah pelatihan pembuatan insektisida nabati daun komba-komba sebagai upaya mengurangi ketergantungan masyarakat pada insektisida kimia. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode demonstrasi. Metode demonstrasi ini terdiri atas tiga sesi yaitu sesi penyajian materi, demonstrasi pembuatan insektisida nabati daun komba-komba, dan tanya jawab. Ada dua cara pembuatan insektisida nabati daun komba-komba yang didemonstrasikan. Cara pertama menggunakan daun komba-komba segar dan cara kedua menggunakan daun komba-komba kering. Hasil wawancara menunjukkan bahwa masyarakat yang mengikuti kegiatan ini memahami cara pembuatan insektisida nabati ini karena cara pembuatannya yang mudah dan pengaplikasiannya yang tidak sulit. Setelah kegiatan ini diharapkan agar masyarakat dapat membuat sendiri insektisida nabati ini di rumah untuk mengatasi masalah hama yang menyerang tanaman budidayanya.

Full Text:

PDF

References

Aji, A., Bahri, S., & Raihan, S. (2016). Pembuatan Pestisida dari Daun Kerinyu dengan Menggunakan Sabun Colek dan Minyak Tanah sebagai Bahan Pencampur (Active Ingredients). Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 5(2), 8.

BPS. (2020). Kecamatan Murhum dalam Angka 2020. BPS Kota Baubau.

Frastika, D., Pitopang, R., & Suwastika, I. N. (2017). Uji Efektivitas Ekstrak Daun Kirinyuh (Chromolaena Odorata (L.) R. M. King Dan H. Rob) sebagai Herbisida Alami Terhadap Perkecambahan Biji Kacang Hijau (Vigna Radiata (L.) R.Wilczek) dan Biji Karuilei (Mimosa Invisa Mart. ex Colla). Natural Science: Journal of Science and Technology, 6(3), 225–238.

Hadi, M. (2008). Pembuatan Kertas Anti Rayap Ramah Lingkungan dengan Memanfaatkan Ekstrak Daun Kirinyuh (Eupatorium odoratum). Bioma : Berkala Ilmiah Biologi, 6(2), 12–18.

Indrawati, Sabilu, Y., & Zainal, P. F. (2015). Keanekaragamaan dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat Tradisional pada Masyarakat di Kelurahan Lipu Kecamatan Betoambari Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara. Biowallacea, 2(1), 204–210.

Inya-agha, S. I., Oguntimen, B. O., Sofowora, A., & Benjamin, T. V. (2008). Phytochemical and Antibacterial Studies on the Essential Oil of Eupatorium odoratum. International Journal of Crude Drug Research, 25(1), 49–52.

Murdaningsih, & Mbu’u, Y. S. (2014). Pemanfaatan Kirinyu (Chromolaena odorata) sebagai Sumber Bahan Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Wortel (Daucus carota). Buana Sains, 14(2), 141–147.

Sari, V. I., Hafif, R. A., & Soesatrijo, J. (2017). Ekstrak Gulma Kirinyuh (Chromolaena Odorata) sebagai Bioherbisida Pra Tumbuh untuk Pengendalian Gulma di Perkebunan Kelapa Sawit. Jurnal Citra Widya Edukasi, IX(1), 71–79.

Suharjo, R., & Aeny, T. N. (2011). Eksplorasi Potensi Gulma Siam (Chromolaena odorata) sebagai Biofungisida Pengendali Phytophthora palmivora yang diisolasi dari Buah Kakao. Jurnal Hama Dan Penyakit Tumbuhan Tropika, 11(2), 201–209.

Thamrin, M., Asikin, S., & Willis, M. (2013). Tumbuhan Kirinyu Chromolaena odorata (L) (Asteraceae: Asterales) sebagai Insektisida Nabati untuk Mengendalikan Ulat Grayak Spodoptera litura. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, 32(2), 112–121.

Wijaya, I., Wirawan, I., & Adiartayasa, W. (2018). Uji Efektifitas Beberapa Konsentrasi Ekstrak Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) terhadap Perkembangan Ulat Krop Kubis (Crocidolomia pavonana F.). Jurnal Agrotop, 8(1), 11–19.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.