KHATAM AL-QURAN: METODE MENYEBARKAN SEMANGAT ‎MENCINTAI AL QURAN DI TANAH RANTAU

Muhammad Danil

Abstract

Abstrak - Pengabdian Masyarakat ini diadakan pada TPA MKS pada acara Khatam al-Quran dengan tujuan untuk melibatkan diri secara langsung dengan masyarakat, sebagai bentuk kewajiban sosial dan pengamalan tridarma perguruan tinggi. Sedangkan metode dalam pengabdian ini melalui partisipan aktif dalam kepanitian dan narasumber dari awal sampai akhir acara. TPA MKS merupakan lembaga pendidikan anak yang didirikan masyarakat Minangkabau yang merantau ke Mandaiiling Natal. Daya tarik MDA ini dalam hal metode pengajaran, sehingga peminatnya cukup banyak dengan rata rata 100 orang pertahun yang dikhatam. Khatam al-Quran yang sudah dilakukan mencapai angkatan 27. Khatam al-Quran ini diadakan sekali setahun terhadap peserta yang sudah lancar membaca al-Quran. Salah salah satu keunggul yang dimiliki TPA ini adalah melancarkan baca al-Quran dalam satu tahun dari “Nol”. Acara khatam al-Quran ini biasa diadakan dengan serangkaian hiburan seperti digiring para peserta sekitaran jalan pasar lama sampai pasar baru dengan iringi oleh kesenian Minangkabau sepertik Rebana dan Tabuik serta tambahan Dromben. Namun karena situasi masih dalam penanganan covid-19 maka itu semua ditiadakan. Acarapun dibuat sehari saja dengan acara inti khatam al-Quran tanpa iringan dan hiburan lain serta tetap mematuhi prokes. Hasil pengabdian ini menyimpulkan bahwa khatam al-Quran merupakan kegiatan yang perlu dilakukan setiap selesai proses pendidikan yang dilaksankan. Kemeriahan acara juga menentukan daya tarik masyarakat tersebut terhadap TPA penyelengara khatam tersebut. Dan kedepanya diharapkan tetap dilakukan dengan metode yang lebih meriah serta ditambahkan dengan kegiatan lain diluar acara inti khatam al-Quran

Full Text:

PDF

References

Agustino, Y. P. (2020). Budaya ‎merantau suku minangkabau sudah ‎ada sejak abad 14. Rri.Co.Id. ‎https://rri.co.id/humaniora/wisata/85‎‎7717/budaya-merantau-suku-‎minangkabau-sudah-ada-sejak-‎abad-14‎

An-Nahlawi, A. (1989). Prinsip Dan ‎‎Metode Penelitian Islam. ‎Diponegoro.‎

Di, N., Trimurjo, K., Thorir, M., Ismail, ‎H., Asnawi, H. S., Rohmawati, A., ‎Maknun, M. N. Z., & Author, C. ‎‎(2020). Pemberdayaan Guru TPA ‎dalam Pengembangan Baca al-quran ‎dengan Metode an-Nahdliyah di ‎Kecamatan Trimurjo. Jurnal Al – ‎Qiyam, 1(2), 101–107. ‎https://journal.stai-‎alfurqan.ac.id/alqiyam/index.php/alqiyam/‎

Marta, S. (2014). Konstruksi Makna ‎Budaya Merantau di Kalangan ‎Mahasiswa Perantau. Jurnal Kajian ‎Komunikasi, 2(1), 27. ‎https://doi.org/10.24198/jkk.v2i1.60‎‎48‎

Mendoza. (1999). Panduan Menerapkan ‎‎Analisis Multikriteria dalam Menilai ‎‎Kriteria dan Faktor. CIFOR.‎

Naim, M. (2013). Merantau. Raja ‎Grapindo Persada.‎

Wirdanengsih. (2019). Makna dan ‎Tradisi Tradisi dalam Rangkaian ‎Tradisi Khatam quran Anak Anak ‎di Nagari Balai Gurah Sumatera ‎Barat. International Journal of Child ‎and Gender Studies, 5(1), 9–24.‎

Yusuf, M. J. (2017). Metode Iqraâ€TM: ‎Kajian Inovasi Pembelajaran Al-‎Qurâ€TMan. JURNAL EDUKASI: ‎Jurnal Bimbingan Konseling, 3(2), ‎‎209. ‎https://doi.org/10.22373/je.v3i2.309‎‎7‎

Refbacks

  • There are currently no refbacks.