SELEKTIVITAS FISIOLOGI ANTI SERANGGA DARI TANAMAN JAYANTI UNTUK PENGENDALIAN TERPADU ULAT KUBIS
DOI:
10.29303/jppm.v1i1.493Published:
2018-02-28Downloads
Abstract
Telah diketahui sebelumnya bahwa daun tanaman jayanti {Sesbania sesban (L.) Merr.} memiliki kandungan aktif anti serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi selektivitas anti serangga dari berbagai fraksi ekstrak daun S. sesban terhadap ulat kubis, Plutella xylostella sebagai serangga sasaran dan terhadap parasitoidnya, Diadegma semiclausum sebagai serangga non sasaran. Serbuk kering daun S. sesban diekstraksi secara bertingkat, berturut-turut dengan menggunakan heksan, diklorometan (DCM), etanol (EtOH), dan air. Masing-masing fraksi ekstrak daun S. sesban dilakukan uji toksisilatas akut letalàterhadap larva P. xylostella dan imago D. semiclausum secara in situ menurut rancangan acak lengkap di perkebunan kubis Sembalun Lombok Timur. Data mortalitas larva P. xylostella dan imago D. semiclausum masing-masing diolah dengan menggunakan análisis probit untuk menentukan konsentrasi kematian 50% hewan uji (LC50). Hasil menunjukkan, bahwa LC50 ke empat faksi ekstrak daun S. sesban, yaitu fraksi ekstrak-heksan, DCM, EtOH, dan air terhadap larva P. xylostella berturut-turut adalah 343.71, 294.78, 29.95, dan 1197,13 ppm, dan LC50 ke empat fraksi ekstrak tersebut terhadap imago D. semiclausum berturut-turut adalah 305.5, 121.56, 37.38, dan 1043.70 ppm. Bila rasio LC50 untuk D. semiclausum terhadap LC50 untuk P. xylostella bernilai lebih dari satu, maka artinya bahwa anti serangga dari bahan uji tersebut bersifat selektif. Hasil menunjukkan, bahwa aktivitas anti serangga dari fraksi ekstrak-EtOH daun S. sesban bersifat selektif, dengan nilai selektivitas 1.25, sedangkan fraksi ekstrak-heksan, DCM, dan air, masing-masing sifat anti serangganya tidak selektif, dengan nilai selektivitas beruturut-turut 0.89, 0.41, dan 0.87.References
Anon. (2008a). Diamond-back moth: Description, Biology, Life Sycle, Damage, Common Names, Imege. www.avrdc.org (05-05-2008).
Anon. (2008b). Rearing Diadegma, Cotesia and Microplitis. www.cat.inist.fr.htm (05-05-2008).
Anon. (2008c). The diamondback moth Plutella xylostella L. (Insecta: Lepidoptea: Plutellidae): Ditribution ââ¬â Description - Life Sycle - Host Plant ââ¬â Damage -Natural Enemies ââ¬â Weather ââ¬â Management ââ¬â Host Plant Resistance. www.avrdc.org (05-05-2008).
Coasts, J.R. (1994). Risks from natural versus synthetic insecticides. Annu. Rev Entomol. 39:489-515.
Francis, G., Kerem, Z., Makkar, H.P.S. dan Becker, K. (2002). The biological action of saponins in animals system: a review. British Journal of Nutrition. 88: 587-605.
Hamburger, M. dan K. Hostettmann (1991) . Bioactivity in plants: The link between phytochemistry and medicine phytochemistry. Phytochemistry. 30 (12):3864-3874.
Mahato, S.B. dan A.K. Nandy (1991). Triterpenoid saponins discovered between 1987 and 1989. Phytochemistry. 30 (5):1357-1390.
Nugroho, B.W., Edrada, R.A., Gussregen, B., Wray, V., Witte, L. dan P. Proksch (1997). New insecticidal rocaglamide derivatives from Aglaia deperreana (Meliceae). Phyochemistry. 44:1455-1461.
Quetin-Leclerq, J., Elias, R. dan G. Balansard (1992). Cytotoxic activity of some triterpenoid saponins. Planta Med. 58:279-281.
Schmutterer, H. (1997). Side-effects of neem (Azadirachta indica) products on insect pathogens and natural enemies of spider mites and insects. J. Appl. Entomol. 121:121-128.
Solichah, C., Witjaksono dan Martono, E. (2004). Ketertarikan Plutella xylostella L. Terhadap beberapa macam ekstrak daun Cruciferae. Agrosains 6(2): 80 ââ¬â 84.
Suripto, Setiadi, D. dan Purwoko, A. (2005). Pengaruh toksik letal dari berbagai fraksi ekstrak daun jayanti terhadap ulat kubis (Plutella xylostella). Laporan tidak dipublikasikan. Lembaga Penelitian Universitas Mataram.
Suripto, Gunawan, E.R, & G. Tresnani (2010). Kinerja Anti Serangga dari Tanaman Jayanti {Sesbania sesban (L.) Merr.}. J. Biologi Tropis. 11(1): 14-18.
Wang, Xin-geng, Duff. dan Keller, A. (2008). Patch time allocation by the parasitoid Diadegma semiclausum (Hymenoptera: Ichneumonidae) - Effect of interpatch distance. www.cat.inist.fr.htm (05-05-2008).
License
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

