Fungsi dan Makna Tradisi Pacuan Kuda (Maen Jaran) Bagi Masyarakat Desa Moyo Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa

Authors

  • Hendy Maulana Universitas Mataram
  • Hamidsyukrie ZM Universitas Mataram
  • Suud Suud Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.29303/socedsasambo.v1i1.5077

Keywords:

Maen Jaran, Fungsi, Makna

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna: (1) mengetahui fungsi tradisi pacuan kuda (maen jaran) bagi masyarakat Sumbawa; serta (2) makna tradisi pacuan kuda (maen jaran) bagi masyarakat Sumbawa. Studi ini memakai pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data memakai observasui, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menerangkan bahwa terdapat tiga fungsi dan dua makna tradisi pacuan kuda (maen jaran), yaitu fungsi primer, fungsi sekunder, serta fungsi tersier: (1) fungsi primer dari tradisi pacuan kuda yaitu sebagai ajang olahraga balap kuda. (2) fungsi sekunder dari tradisi pacuan kuda (maen jaran) jika dilihat dari esensinya yaitu perubahan fungsi maen jaran yang beralih dari perayaan hasil panen menjadi perayaan hari besar disebabkan perubahan sosial dalam masyarakat. (3) fungsi tersier dari tradisi pacuan kuda (maen jaran) dimasa kini kuda merupakan hewan yang bernilai tinggi khususnya kuda pacuan yang hanya dimiliki oleh masyarakat menegah ke atas. Hal tersebut memberikan dampak bahwa maen jaran dimasa kini menjadi olahraga kaum burjois. Adapun makna dari tradisi pacuan kuda (maen jaran) terdapat makna identitas sosial dan status sosial: (1) identitas sosial dari adalah perasaan atau rasa kebanggan diri yang timbul dari pemilik kuda, joki, atau perawat kuda atas pencapain kudanya sebagai juara dalam maen jaran. (2) status sosial dari maen jaran adalah pelabelan yang didapatkan bagi pemenang maen jaran oleh masyarakat sekitar. Pelabelan yang dimaksud adalah achieved status, karena dengan berhasilnya kuda memenangkan maen jaran maka pemilik kuda akan menjadi lebih terkenal dan populer di kalangan masyarakat.

References

Bustomi, T., Soleh, S., Bambang, H., Yusup, S. E., Heri, E., & Irawan, A. (2022). Institutional Strengthening of Tourism Village Development Policies by Utilizing Tourism Potential in Legok Jawa Village, Cimerak District, Pangandaran Regency. In Community Engagement & Emergence Journal (Vol. 3, Issue 1).

Handoyo, B., & Susilawati, N. (2021). Eksistensi Tradisi Sambatan dan Ingon pada Masyarakat Petani Jawa. Culture & Society: Journal Of Anthropological Research, 3(1), 50–61. https://doi.org/10.24036/csjar.v3i1.92

Lase, I. W., Indrawadi, J., & Montessori, M. (2021). Pergeseran Fungsi Tradisi Hombo Batu pada Masyarakat Nias Selatan. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial Dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology), 7(1), 113. https://doi.org/10.24114/antro.v7i1.24772

Purnama, F., & Nurman, N. (2018). Tradisi Pacu Itiak dalam Melestarikan Nilai-Nilai Budaya di Payakumbuh. Journal of Civic Education, 1(2), 174–180. https://doi.org/10.24036/jce.v1i2.183

Silvi Nuriaten, & Aka Kurnia. (2022). SEME’ SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA WANITA SUMBAWA. KAGANGA KOMUNIKA: Journal of Communication Science, 3(2), 112–120. https://doi.org/10.36761/kagangakomunika.v3i2.1517

Wasilah, W., Burhanuddin, B., & Ulmia, N. (2018). PENERAPAN KONSEP FUTURISTIK PADA PUSAT PACUAN KUDA DI JENEPONTO. Nature:National Academic Journal of Architecture, 5(1), 31–40. https://doi.org/10.24252/nature.v5i1a4

Buku:

Abrams, D., & Hogg, M. 1990. Social Identity Theory : Constructive and critical advances. New York : Springer-Verlag.

Aiyono dan Siregar, A. 1985. Kamus Antropologi. Jakarta: Akademik Pressindo.

Gillin, J.L dan J.P. Gillin, 2011. Cultural Sociology. New York: The Me Millan Co.

Hakim, AR. 1998. Hakikat Nilai-Nilai Budaya Gayo. Takengon: Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tengah.

https://www.idpengertian.net/pengertian-tradisi-menurut-para-ahli/ Koentjaraningrat. 1987. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Natalia. 2013. Lahirnya identitas baru: Pergeseran budaya melalui interaksi pada karyawan difabel samanta guest house. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Soekanto, S. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Soekanto, S. 2013. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo.

Poerwadarminta W.J.S. 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Downloads

Published

2023-06-26