ABSTRAK
Tradisi bau nyale merupakan salah satu warisan budaya masyarakat suku sasak di Lombok Tengah yang memiliki nilai spiritual, sejarah, dan budaya yang mendalam. Tradisi ini dilakukan secara rutin setiap tahun dengan tujuan untuk menghormati legenda Putri Mandalika, simbol pengorbanan dan keberkahan. Dalam perkembangannya, bau nyale tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga menjadi atraksi wisata yang menarik perhatian ribuan pengunjung local maupun internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literature (studi pustaka) untuk menggambarkan dinamika keberlanjutan tradisi bau nyale di tengah arus modernisasi serta upaya menjaga keaslian dan maknanya agar tetap relevan di era modern. Data dikumpulkan melalui sumber pustaka seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, tesis, dan sumber terpercaya lainnya yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi bau nyale mengahdapi pergeseran makna dari yang sacral menjadi lebih profane dan konsumtif, upaya pelestarian melalui pendidikan dan promosi budaya mampu mempertahankan esensi nilai-nilai spiritual dan simbolik dari tradisi bau nyale. Selain itu, integrasi nilai-nilai lokal ke dalam pendidikan dan kegiatan budaya menjadi strategi penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi ini di era modern.
Apriani, D. (2024). Efektivitas Penerapan Pelestarian tradisi Bau Nyale di Lombok Tengah perspektif Maqashid Syari’ah. Skripsi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim
Dewi, A. T. R., Aini, A. N., Sania, I., & Nurpadilah, Y. (2024). Rendahnya Minat pada Budaya Lokal di Kalangan Remaja. Jurnal Pendidikan, 8, 23642-23649.
Dirgantara, L. I. (2022). Festival Bau Nyale sebagai Daya Tarik Wisatawan di destinasi Selong Belanak Kecamatan Praya Barat (Doctoral dissertation, UIN Mataram).
Eko Nuari Pena, I Nengah Punia, Gede Kamajaya. Konstruksi Sosial Bau Nyale Pada Masyarakat Lombok. Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Udayana.
Fazalani, R. (2018). Tradisi Bau Nyale Terhadap Nilai Multikultural Pada Suku Sasak. FON: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 13(2).
Habibi, M. R., Huda, M., & Winanda, N. R. (2023). Peran Pemerintah Daerah Dalam Melestarikan Situs Budaya (Studi Kasus Petilasan Tribuana Tungga dewi di desa Klinterejo Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto). JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL, 2(4), 234-244.
Hanifah, M., & Purbosari, P.P. (2022). Studi literatur: pengaruh penerapan model pembelajaran Guided Inquiry (GI) terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa sekolah menengah pada materi biologi. Biodik, 8(2), 38-46
Hanik, U., & Khamidah, N. (2022). Ekoteologi Masyarakat Lombok dalam Tradisi Bau Nyale. Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 10(1).
Hanik, Umi & Khamidah. (2022). Ekoteologi Masyarakat Lombok Dalam Tradisi Bau Nyale. Malang: CV. Literasi Nusantara Abadi
Ilhami, H., & Soehadha, M. (2023). Cultural Commodification in the Bau Nyale Tradition in Sasak Community. BELIEF: Sociology of Religion Journal, 1(1).
Ndaumanu, F. (2018). Kebijakan Pemerintah Daerah Terhadap Upaya Perlindungan Dan Penghormatan Masyarakat Hukum Adat Di Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Ham, 9(1), 37-49.
Nita Maharni. (2022).Tradisi Bau Nyale dalam Perspektif Generasi Milenial di Lombok Tengah. Universitas Mataram.
Nursaptini, N., Widodo, A., Novitasari, S., & Anar, A. P. (2020). Festival Bau Nyale sebagai pengenalan dan pelestarian budaya. Cakrawala, 9(1), 85–96.
Purna, M. (2018). Bau Nyale, Tradisi Bernilai Multikulturalisme dan Pluralisme. Jurnal Pacanjala,10(1), 99-144
Rezhi, K., Yulifar, L., & Najib, M. (2023). Memahami Langkah-Langkah dalam Penelitian Etnografi dan Etnometodologi. Jurnal Artefak, 10(2), 271-276.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Alfabeta.
Walad, M. (2019). Integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pendidikan. Jurnal Ilmiah Citra Bakti, 6(2).
Widodo, A. (2020). Nilai budaya ritual perang topat sebagai sumber pembelajaran ips berbasis kearifan lokal di sekolah dasar. Gulawentah: Jurnal Studi Sosial, 5(1), 1-16.
Yuliyani, A. P. (2023). Peran hukum adat dan perlindungan hukum adat di Indonesia. Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains, 2(09), 860-865.
Zulhadi, H. (2018). Penentuan Tanggal Bau Nyale Dalam Kalender Rowot Sasak:(Analisis Sosial Adat Budaya). Ulumuna: Jurnal Studi Keislaman, 4(2), 217-241.
Hak Cipta (c) 2025 Widiyanti widi, Siti Saniah, Dian Astuti, Duwiq Wahyu Febrianti, Yuliana Zahraini, Hamidsyukrie ZM, Jepri Utomo

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The FKIP University of Mataram Journals is Open Access Journals provides quality journal publication services to documenting and preserving scientific article from the results of your research