PENGGUNAAN MOLUSISIDA JAYANTI DALAM MENGATASI HAMA KEONG MAS DI DESA BUNUT BAOK LOMBOK TENGAH

Suripto, Gunawan, E.R., Aryanti dan Sukiman

Abstract

ABSTRAK
Akibat serangan keong mas, produksi padi menurun hingga 30% di beberapa tempat di Provinsi Nusa
Tenggara Barat. Desa Bunut Baok Lombok Tengah adalah termasuk sentra penghasil padi yang
mengalami gagal panen akibat serangan keong mas. Kegiatan penerapan iptek bagi masyarakat (IbM)
untuk mengatasi masalah hama keong mas telah dilakukan di desa tersebut. Kegiatan IbM diawali
dengan koordinasi Tim Pelasana IbM dengan Ketua Kelompok Tani Mohon Petunjuk di Desa Bunut
Baok untuk memantapkan persiapan dan sosialisasi teknik pelasanaan IbM. Program IbM dilakukan
dengan materi meliputi karakteristika tanaman jayanti (Sesbania sesban) dan cara pembudidayaannya,
karakteristika jenis keong mas yang merupakan hama tanaman padi, cara penyiapan dan pembuatan
bahan molusisida dari tanaman jayanti, dan aplikasinya untuk mengendalikan keong mas hama
tanaman padi. Kegiatan IbM menggunakan berbagai media yang meliputi papan tulis, LCD, biji, dan
specimen tanaman jayanti dewasa, serbuk kering daun jayanti, specimen keong mas hidup, air, dan
alat-alat pertanian untuk pembuatan dan aplikasi molusisida di sawah padi. Metode yang digunakan
meliputi ceramah, demonstrasi, pelatihan, dan diskusi. Kegiatan IbM diikuti oleh 12 orang anggota
Kelompok Tani Mohon Petunjuk Desa Bunut Baok. Hasil yang dicapai adalah meliputi meningkatnya
apresiasi petani terhadap tanaman jayanti, meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam
mengidentifikasi tanaman jayanti, terampil untuk membuat bahan molusisida dari tanaman jayanti,
dan penggunaannya untuk mengendalikan keong mas hama tanaman padi.
Kata-kata kunci: Tanaman jayanti, keong mas hama tanaman padi, Desa Bunut Baok
ABSTRACT
Fest of gold snail (keong mas) is the main factor of 30% reduction of rice production in some parts of
the Province of Nusa Tenggara Barat, including Bunut Baok Village in the District of Central
Lombok. Iptek application for community activity (IACC) was done to solve the problem in Bunut
Baok village. Coordination between team of IACC and the head of farmer group, Mohon Petunjuk in
Bunut Baok village done first to make sure the plant and socialization thechnic activity of IACC. The
IACC program done with course including characteristics and cultivication method of jayanti plant
(Sesbania sesban) and characteristics of gold snail as a pest of rice plant. The media used for IACC
activity were white board, LCD, seeds and specimen of adult jayanti plant, dray powder of jayanti leaf,
life gold snail specimen, water, and farming tools to make and application of molluside in paddy field.
Method for IACC activity were classroom talking, demonstration, exercise, and discussion. The
participants of IACC activity were 12 person members of farmer group, Mohon Petunjuk Bunut Baok
village. The result of this activity was improvement of farmer appreciation on jayanti plant,
knowledge, and skill to make and applied anti mollusk from jayanti plant for controlling of gold snail,
pest of rice plant.
Key words: Jayanti, gold snail, pest of rice plant, Bunut Baok village

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.