Kajian Struktur Ukuran Dan Parametr Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Ekosistem Mangrove Teluk Bintan, Kepulauan Riau

M. Tahmid, Achmad Fahrudin dan Yusli Wardiatno

Abstract

ABSTRAK
Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu potensi komoditas perikanan skala kecil
yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kelimpahan populasi dipengaruhi oleh upaya penangkapan dan
kondisi ekosistem mangrove sebagai habitat utamanya. Produksi kepiting bakau di Teluk Bintan
menurun dan penyebabnya belum diketahui dengan pasti. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian
tentang biologi kepiting bakau di Teluk Bintan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status
populasi kepiting bakau yang meliputi struktur ukuran, parameter pertumbuhan dan laju mortalitas
dan eksploitasi. Pengambilan data kepiting bakau dilakukan dengan pendekatan yaitu fisher-based
survey. Hasil penelitian menunjukkan ukuran kepiting bakau yang tertangkap mulai dari lebar karapas
(CW) 64-172 mm, ukuran fase muda kepiting jantan yang tertangkap mencapai 46,62% dan betina
mencapai 48,06%, keduanya hampir setengah dari tangkapan total, ini menunjukkan bahwa alat
tangkap yang digunakan belum selektif. CW∞ jantan mencapai 176,93 mm lebih tinggi dari kepiting
betina sebesar 169,58 mm, namun sebaliknya nilai koefesien K jantan (0,360) lebih kecil dari betina
(0,390), sehingga pertumbuhan kepiting bakau betina lebih cepat dari jantan. Perkiraan angka
kematian alami (M) jantan = 0,5566 dan kematian akibat penangkapan (F) jantan = 0,6434 sedangkan
M betina = 0,59 dan F betina = 0,41. Laju eksploitasi (E) kepiting jantan mencapai 53,62%, ini dapat
dikatakan telah terjadi lebih tangkap atau over eksploitasi.
Kata kunci: Scylla serrata, parameter pertumbuhan, struktur ukuran, mangrove and Teluk Bintan
ABSTRACT
Mud crab (Scylla serrata) is one of the potential of small-scale fishery commodities that have
high economic value. The abundance of the population is affected by the fishing effort and conditions
mangrove ecosystem as its main habitat. Mud crab production in the Gulf of Bintan declined and the
cause is not known with certainty. Therefore, it is necessary to study on the biology of mud crab in the
Gulf of Bintan. This study aims to assess the status of mangrove crab population that includes the size
structure, parameters of growth and the rate of mortality and exploitation. Data retrieval is done with
a mangrove crab fisher-based survey. The results showed that the size of mud crab caught from
carapace width (CW) 64-172 mm, the size of the young phase male crabs caught females reached
46.62% and reached 48.06%, both are almost half of the total catch, it indicates that fishing gear
used is not selective. CW∞ males reach 176.93 mm higher than the female crabs of 169.58 mm, but
instead value koefesien K males (0.360) is smaller than females (0.390), so that the growth of female
mud crabs faster than males. Estimated natural mortality rates (M) male = 0.5566 and deaths from
arrest (F) male = 0.6434 while M females female F = 0.59 and = 0.41. The rate of exploitation (E)
male crabs reached 53.62%, can be said to have occurred over fishing or over-exploitation.
Keywords: Scylla serrata, growth parameters, structure size, mangrove and bay Bintan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.