Densitas Amfibi Di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat

Muhammad Syazali, Agil Al Idrus dan Gito Hadiprayitno

Abstract

Abstrak.

 

Aspek ekologi dari amfibi dan trend populasi dari Limnonectes dammmermani yang belum banyak diketahui, disebabkan oleh kurangnya studi tentang hewan tersebut di habitatnya. Update data ukuran populasi spesies lainnya juga dibutuhkan untuk kegiatan konservasi amfibi di Pulau Lombok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis densitas 12 spesies dari kelas amfibi yang ditemukan di Pulau Lombok. Survey lapangan dilakukan di 10 lokasi sampling yang tersebar di Pulau Lombok menggunakan metode Visual Encounter Survey (VES) selama bulan Maret – Juli 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bufo melanostictus adalah spesies yang memiliki kepadatan paling tinggi (0.30 individu/are), kemudian Fejervarya cancrivora dan Limnonectes kadarsani (0.24 individu/are), sedangkan yang paling rendah adalah Oreophryne monticola (0.01 individu/are).

 

Kata kunci: densitas, amfibi, Pulau Lombok

 

Abstract.

 

The ecological aspect of the amphibians and population trends of Limnonectes dammmermani are not widely known, due to the lack of studies of these animals in their habitats. Update data on other species population size is also required for amphibious conservation activities on Lombok Island. This study aims to analyze the density of 12 species of amphibian classes found on the island of Lombok. The field survey was conducted in 10 sampling sites spread on Lombok Island using Visual Encounter Survey (VES) during March - July 2016. The results showed that Bufo melanostictus was the highest density species (0.30 indi./are), then Fejervarya cancrivora and Limnonectes kadarsani (0.24 indi./are), while the lowest is Oreophryne monticola (0.01 indi./ are).

 

Key word: density, amphibians, Lombok Island

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.