IDENTIFIKASI LOKASI PERAIRAN UNTUK PENGEMBANGAN BUDIDAYA LAUT DI KABUPATEN LOMBOK UTARA

M. Junaidi, Nurliah, M.Marzuki, Nunik Cokrowati, Ibadur Rahman

Abstract

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi lokasi perairan untuk pengembangan budidaya laut di Kabupaten Lombok Utara. Pengumpulan data kondisi biofisik perairan yang mencakup aspek kualitas perairan dan oseanografi yang merupakan data penunjang bagi pengambilan keputusan kesesuaian biofisik pengembangan budidaya laut.Identifikasi lokasi perairan untuk budidaya laut menuntut penerapan beberapakriteria. Penerapan kriteria sangat membantu dalam mengidentifikasi dan memilihlokasi budidaya secara obyektif, dimana secara mendasar terdiri dari atas kelompok kriteria kesesuaian kualitas air dan oseanografi. Hasil  identifikasi lokasi perairan berdasarkan aspek oseanografi dan kualitas perairan, maka perairan Kabupaten Lombok Utara terutama di Kecamatan Tanjung dan Gangga sangat sesuai untuk pengembangan budidaya laut, terutama komoditas yang memiliki peluang ekspor tinggi seperti kerapu, rumput laut dan  kerang mutiara.

Kata kunci : identifikasi, lokasi perairan, budidaya laut, pengembangan

 

Abtract

               This study aimed to identify the location of the waters for mariculture development in North Lombok regency.The data collection biophysical conditions of waters which includes aspects of water quality and oceanographic constitute supporting data for decision making biophysical suitability of mariculture development.Identify the location of the waters for mariculture requires the application of several criteria.The application of the criteria is very helpful in identifying and selecting the location of cultivation in an objective, which is basically composed of the top group suitability criteria for water quality and oceanographic. Results of identifying the location of water based on aspects of oceanography and water quality, the waters of the North Lombok, especially in the district of the Tanjung  and the Ganga is very suitable for the development of marine aquaculture, especially commodities which have high export opportunities such as grouper, seaweed and pearl shells.Keywords: identification, location waters, aquaculture, development

Full Text:

PDF

References

Affan, J.M. 2011. Seleksi lokasi pengembangan budidaya dalam keramba jaring apung (KJA) berdasarkan faktor lingkungan dan kualitas air di perairan pantai timur Kabupaten Bangka Tengah. J. Sains MIPA. Vol 17 (3) : 99-106

Amri, S.N., M. Saenong dan R. Effendi. 2010. Kesesuaian lahan budidaya keramba jaring apung (KJA) ikan kerapu di kawasan perairan Pulau Salemo Kabupaten Pangkep berdasarkan analisis sistem informasi geografos. J. Segara,. 6 (1) : 24-38

Chou, R and H.B. Lee. 1997. Commercial marine fish farming in Singapure. Aquac. Res 28:767-776.

Effendi, I. 2004. Pengantar Akuakultur. Penebar Swadaya. Jakarta.

FAO. 1989. Food and Agricultural Organization. Site selection criteria for marine finfish netcage culture in Asia. Rome FAO. P 16

Idris, I., S.P. Ginting dan Budiman. 2007. Membangunkan Raksasa Ekonomi: Sebuah Kajian Terhadap Perundang-undangan Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Penerbit Buku Ilmiah Populer. 296 hal.

Ismail, W., P.T. Imanto, B. Priono dan Lamidi. 1996. Pemilihan lokasi ideal bagi penempatan keramba jaring apung reservat di Perairan Kepulauan Riau, Lombok dan Sumbawa. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol. II No. 4, Edisi Akuakultur. BRKP-DKP. Jakarta

Landau, M. 1992. Aquaculture Vol 1. Ellis Horwood, New York. 528 p.

Mayunar, R. Purba dan P.T. Imanto. 1995. Pemilihan lokasi budidaya ikan laut. Prosiding Temu Usaha Pemasyarakatan Teknologi Keramba Jaring Apung bagi Budidaya Laut. Puslitbang Perikanan. Balitbang Pertanian: 179 - 189.

Morain, S., 1999. GIS Solution in Natural Resource Management: Balancing the echnical-Political Equation. OnWord Press. USA. 361 pp.

Radiarta, I.N., A. Saputra, B. Priono. 2005. Identifikasi kelayakan lahan budidaya ikan dalam keramba jaring apung dengan apikasi sistem informasi geografis di Teluk Pangpang, Jawa Timur. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 11(5):1-13.

Semedi, B dan N.M. Safitri. 2015. Estimasi distribusi klorofil-a di perairan Selat Madura menggunakan data citra satelit modis dan pengukuran in situ pada musim timur. Res. J. Life Sci., 2 (1) : 40-49.

Syukur, A., Syahrudi, AR., Mahrus. 2016. The potential assessment environment friendly aquaculture of small-scale fishermen as a conservation strategy seagrass beds in coastal areas of Tanjung Luar East Lombok, Indonesia. International Journal of Fisheries and Aquatic Studies, 4 (2): 22-27

Szuster, W.B. And H. Albasri. 2010. Site selection for grouper mariculture in Indonesia. Int. J.Fish. Aquac, 2(3): 87-92.

Utoyo, S., R.N. Ansari dan Sutriyani. 2000. Studi kelayakan sumberdaya lahan budidaya laut di Pulau-Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan. Balitanta Maros.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.