ANALISIS KANDUNGNAN LOGAM BERAT PADA TUMBUHAN MANGROVE

Khairuddin, M. Yamin, Abdul Syukur

Abstract

Abstrak

Pencemaran air dapat berasal dari sampah, limbah cair serta bahan pencemar lain seperti dari pupuk, pestisida, penggunaan detergen sebagai bahan pembersih. Air laut dapat dengan mudah tercemari oleh berbagai logam berat seperti timbal (Pb), dan kadmium (Cd). Permasalahan dalam penelitian ini yaitu ” Berapakah kandungan logam berat (Pb dan Cd) pada tumbuhan bioindikator dari teluk Bima ? Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui kandungan logam berat Pb dan Cd pada tumbuhan bioindikator dari teluk Bima. Pengambilan sampel ditentukan berdasarkan pertimbangan topografi, yang dibagi menjadi 2 stasiun. Sampel akar dan daun mangrove  diambil dengan menggunakan alat pemotong atau secara manual untuk 2 spesies mangrove yaitu Sonneratia alba dan Ryzophora apiculata. Jaringan dari akar dan daun akan dianalisis kandungan logam berat berupa timbal (Pb), dan Kadmium (Cd) dengan menggunakan alat Spektrofotometer Serapan Atom (Atomic Absorption Spectrophotometer). Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam berat timbal (Pb) pada jaringan daun dan akar tumbuhan bioindikator/mangrove dari teluk Bima pada spesies bakau (Sonneratia alba) masing-masing 3,74 ppm dan 4,15 ppm. Sedangkan kadar logam timbal (Pb) pada jaringan daun bakau kecil (Ryzophora apiculata) sebesar 3,21 ppm dan pada akarnya sebesar 1,85 ppm. Kadar Cd pada daun bakau (Sonneratia alba) adalah 0,24 ppm, dan pada akarnya sebesar 0,19 ppm. Sementara kadar Kadmium (Cd) pada daun Ryzophora apiculata adalah 0,41 ppm dan pada akarnya sebesar 0,18 ppm.

Kata Kunci : Tumbuhan bioindikator,  jaringan akar dan daun, dan logam berat.

Abstract

The contamination of  water come from waste, liquid waste and other pollutants such as from fertilizers, pesticides, use of detergents as cleaning materials. Sea water can be easily polluted by various heavy metals such as lead (Pb), and cadmium (Cd). The problem in this study is "What is the heavy metal content (Pb and Cd) in bioindicator plants from Bima bay? The purpose of this study is to know the heavy metal content of Pb and Cd in bioindicator plants from Bima bay. Sampling is determined based on topographic considerations, which are divided into 2 stations. Samples of roots and mangrove leaves were taken using cutlery or manually for 2 mangrove species namely Sonneratia alba and Ryzophora apiculata. The tissue from root and leaf will be analyzed heavy metal content in the form of lead (Pb), and Cadmium (Cd) by using Atomic Absorption Spectrophotometer (Atomic Absorption Spectrophotometer). The results showed that the heavy metal content of lead (Pb) in leaf tissue and bioindicator / mangrove root from Bima bay in mangrove species (Sonneratia alba) were 3.74 ppm and 4.15 ppm respectively. While the lead metal content (Pb) in small mangrove leaf tissue (Ryzophora apiculata) of 3.21 ppm and at its roots of 1.85 ppm. The level of Cd in mangrove leaves (Sonneratia alba) is 0.24 ppm, and at its roots of 0.19 ppm. While the level of cadmium (Cd) in Ryzophora apiculata leaves is 0.41 ppm and at its roots of 0.18  ppm.

Keywords: Bioindicator, root and leaf tissue, and heavy metal.

Full Text:

PDF

References

Bakrie, M. 2000. Penyisihan Timbal (Pb) dari air buangan dengan sementasi menggunakan bola-bola besi. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 8 (2): 3-20.

Gunarto. 2004. Konservasi Mangrove Sebagai Pendukung Sumber Hayati Perikanan Pantai. Jurnal Litbang Pertanian, 23 (1); 40 - 55.

Hastuti , E. D., Anggoro., dan Pribadi, R. 2013. Pengaruh Jenis dan Kerapatan Vegetasi Mangrove terhadap Kandungan Cd dan Cr Sedimen di Wilayah Pesisir Semarang dan Demak, Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan.

Idrus, Al-A., Syukur, A., Zulkifli, L., 2017. Konservasi Mangrove Berbais Institusi Masyarakat Lokal di Pesisir Selatan Lombok Timur. Laporan Penelitian. Fakulatas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram.

Jupriyati, R; Soenardjo, N dan Suryono, C.A. 2013. Akumulasi Logam Berat Timbal (Pb) dan Pengaruhnya Terhadap Histologi Akar Mangrove Avicennia marina (Forssk). Vierh. di Perairan Mangunharjo Semarang. Journal Of Marine Research, 3 (1): 61-68

Khairuddin, Jupri, A dan Mertha, IG. 2003. Studi Eksplorasi Jenis dan Kerapatan Bakau/ Mangrove di Kertasari Sumbawa. Laporan Penelitian, Bappeda NTB. Mataram.

Khairuddin., Yamin, M., dan Syukur, A. Analisis Kualitas Air Kali Ancar dengan Menggunakan Bioindikator Makroinvertebrata. Jurnal Biologi Tropis, 16 (2):10-22

Kristanti ,R.A; Mursidi Dan Sarwono, 2007. Kandungan Beberapa Logam Berat Pada Bakau (Rhizophora Apiculata) Di Perairan Bontang Selatan, Kalimantan Timur. Jurnal Kehutanan Unmul 3 (2), Oktober 2007.

Lase, V.A, Yunasfi, dan Desrita. 2017. Daya serap mangrove avicennia marina terhadap logam berat kadmium (cd) dan timbal (pb) di kampung nelayan kecamatan medan belawan sumatera utara. http://jurnal.usu.ac.id/index.php/aquacoastmarine/article/viewFile/13364/6015 [26 Maret 2017]

Mulyadi, E, Laksmono, R dan Aprianti, D.2017. Fungsi Mangrove Sebagai Pengendali Pencemar Logam Berat. Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 1 (Edisi Khusus): 24- 35.

Rochyatun, E; Kaisupy M.T; dan Rozak,A. 2005. Distribusi Logam Berat Dalam Air Dan Sedimen di Perairan Muara Sungai Cisadane. Jurnal Makara, 10 (1): 35-40

Rochyatun, E dan Rozak, A. 2007. Pemantauan Kadar Logam Berat Dalam Sedimen Di Perairan Teluk Jakarta. Jurnal Makara, Sains, 11:((1): 28-36

Syukur, A., Syahrudi, AR., Mahrus. 2016. The potential assessment environment friendly aquaculture of small-scale fishermen as a conservation strategy seagrass beds in coastal areas of Tanjung Luar East Lombok, Indonesia. International Journal of Fisheries and Aquatic Studies, 4 (2): 22-27

Widowati, W., Sastiono, A., dan Yusuf, R. 2008. Efek Toksik Logam. Andi, Yogjakarta

Refbacks

  • There are currently no refbacks.