PEMETAAN PADANG LAMUN SEBAGAI PENUNJANG EKOWISATA DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR

Husnayati Hartini, Yuniar Lestarini

Abstract

Abstrak:Padang lamun merupakan ekosistem pesisir yang sangat potensial baik dari segi ekologis maupun ekonomis. Kabupaten Lombok Timur memiliki potensi padang lamun yang cukup besar dan tersebar mulai dari bagian selatan sampai bagian utara. Tujuan penelitian ini adalah memetakan padang lamun yang ada di Kabupaten Lombok Timur. Pemetaan padang lamun dilakukan dengan  metode survey in situ. Untuk mengetahui sebaran lamun dilakukan dengan metode UTSG yang merupakan  gabungan antara “Line Intersecpt  Transect” dan metode “Stop and Go”. Analisis kesesuaian wisata dilakukan dengan menghitung indeks kesesuaian wisata (IKW).Berdasarkan hasil penelitian diperoleh delapan jenis lamun yang tersebar di delapan lokasi yaitu Pantai Poton Bakau, Gili Kere, Gili Bembek, Gili Sunut, Pantai Pink, Pantai Te Elong-elong, Gili Sulat dan Gili Lawang. Kondisi lamun di semua lokasi rata-rata masih bagus dengan jumlah jenis yang paling banyak yaitu di Gili Kere dan Gili Sunut. Indeks kesesuaian wisata di tiap lokasi bervariasi berkisar dari 72-96% dan masuk dalam kategori sesuai hingga sangat sesuai untuk ekowisata lamun.Di Gili Kere, Gili Bembek, Gili Sunut, Pantai Pink, Gili Sulat dan Gili lawang rata-rata memiliki nilai IKW yang cukup tinggi (96%) dan masuk dalam kategori sangat sesuaiuntuk kegiatan ekowisata padang lamun kategori snorkeling.

 

Kata Kunci : Padang lamun, Ekowisata, Pulau Lombok

 

Abstract: Seagrass beds are a potential coastal ecosystem both ecologically and economically. East Lombok Regency has the potential for seagrass beds which are quite large and spread from the south to the north. The purpose of this study was to map the seagrass beds in East Lombok Regency in an effort to support Eco-tourism. Mapping of seagrass beds is done by in situ survey methods. To find out the distribution of seagrass was done by the UTSG method, which is a combination of "Intercept Transect Line" and "Stop and Go" method. Travel suitability analysis is done by calculating the tourist suitability index (IKW). Based on the results of the study, eight species of seagrass were scattered in eight locations, namely Poton Bakau Beach, Gili Kere, Gili Bembek, Gili Sunut, Pink Beach, Te Elong-elong Beach, Gili Sulat and Gili Lawang. Seagrass conditions in all locations on average are still good with the highest number of species, namely in Gili Kere and Gili Sunut. The tourist suitability index in each location varies from 72-96% and falls into the appropriate category to be very suitable for seagrass Eco-tourism.In Gili Kere, Gili Bembek, Gili Sunut, Pink Beach, Gili Sulat and Gili Lawang the average value of IKW is quite high (96%) and included in the category very suitable for seagrass Eco-tourism activities in the snorkeling category.

 KeywordsSeagrass beds, Eco-tourism, Lombok Island

Full Text:

PDF

References

Johan J., (2017). Kajian Potensi Ekowisata Padang Lamun Di Perairan Pantai Basing Dusun Limas Pulau Sebangka Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga. (Skripsi). Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji. Tanjung pinang

Kementerian Kelautan dan Perikanan (2018). Data Kawasan Konservasi KKLD Gili Sulat dan Gili Lawang. Di unduh http://kkji.kp3k.kkp.go.id/index.php/basisdata-kawasan-konservasi/details/1/85.diakses tanggal 5 Agustus 2018.

Nyabakken J.W. (1992). Biologi Laut : suatu pendekatan ekologis. [Terjemahan dari Marine Biologi; sn ecological approach]. Eidman HM, Bengen DG, Hutomo M, & Sukardjo S (penerjemah). PT Gramedia. Jakarta.

Philips, C.R., & E.G. Menez. (1988). Seagrass. Smith Sonian Institutions Press. Washington.

Rahmawati, Irawan A., Azkab, & Supriyadi, (2014). Panduan Monitoring Padang Lamun. LIPI, COREMAP, CRITC. PT. Sarana Komunikasi Utama. Bogor

Sitorus S., (2011). Kajian Sumberdaya Lamun Untuk Pengembangan Ekowisata di Desa Teluk Bakau, Kepulauan Riau. (Skripsi). Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. IPB. Bogor

Syukur A., (2015). Distribusi, Keragaman Jenis Lamun (Seagrass) dan Status Konservasinya di Pulau Lombok. Jurnal Biologi Tropis. 15 (2). Program Studi Pendidikan Biologi. FKIP Universitas Mataram. Mataram

Refbacks

  • There are currently no refbacks.