PELATIHAN KULTIVASI JAMUR TIRAM (Pleurotus florida) RAMAH LINGKUNGAN DENGAN DAUR ULANG LIMBAH SUBSTRAT JAMUR DAN PENAMBAHAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DI KECAMATAN NARMADA

Gito Hadiprayitno, M. Liwa Ilhamdi, Dewa Ayu Citra Rasmi, I Gde Mertha

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus florida) merupakan salah satu jenis jamur kayu yang banyak dikonsumsi masyarakat karena memiliki kandungan gizi lebih banyak daripada jenis jamur lainnya. Unsur-unsur yang diperlukan dalam pertumbuhan jamur tiram adalah kalsium, kalium, fosfor, nitrogen, karbon, protein, dan kitin. Media tanam yang digunakan untuk budidaya jamur tiram secara umum dapat menggunakan serbuk gergaji, bekatul, kapur (kalsium karbonat), dan air. Kegiatan pengabdian memfokuskan kegiatannya dalam bentuk intervensi teknologi. Penggunaan teknologi ini merupakan salah satu bentuk implementasi dari hasil penelitian yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap peroduktivitas jamur tiram menggunakan metode budidaya yang ramah lingkungan dengan mendaur ulang limbah substrat jamur dan penambahan pupuk organik cair (POC) dari mikro organisme lokal (MOL). Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada bulan September sampai dengan bulan Desember 2017 kepada Kelompok Pemuda Mandiri (KPM) Berugaq Organik Narmada yang berlokasi di Desa Lembuak Kecamatan Narmada. Hasil dari pengabdian menunjukkan (1) KPM Berugak Organik Narmada memiliki pengetahuan dalam memanfaatkan limbah baglog untuk  dijadikan  sebagai media pertumbuhan jamur tiram sehingga dapat mengurangi  dampak dari dari sampah baglog jamur, (2) pemanfaatan limbah baglog jamur sebagai media pertumbuhan jamur dapat dilakukan dengan menambahkan EM-4 dan Pupuk Organik Cair menggunakan mikroorganisme lokal, (3) pertumbuhan misellium pada limbah baglog jamur yang tidak ditambahkan dengan EM-4 + POC menunjukkan hasil yang lebih baik (0,8 cm/hari) jika dibandingkan dengan limbah baglog yang ditambahkan dengan EM-4 dan POC (0,7 cm/hari). Akan tetapi baglog yang mengalami kontaminasi pada limbah baglog yang ditambahkan EM-4 + POC memiliki persentase yang lebih sedikit (16%) jika dibandingkan dengan limbah baglog yang tidak ditambahkan dengan EM-4 + POC (25%).

Full Text:

PDF

References

Amalia W, D. dan P. Widiyaningrum. 2016. Penggunaan EM4 dan MOL Limbah Tomat sebagai Bioaktivator pada Pembuatan Kompos. Life Science. 5 (1):18-24

Andayanie, W.R. 2013. Penambahan EM-4 dan Lama Pengomposan Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram Putih (Pleurotus florida). Agri-tek. Vol. 14 (1): 33 - 41

Anonim. 2001. Pengaruh penambahan thiamine terhadap hasil jamur tiram putih. Skripsi. Universitas Muhamadiyah Malang.

Cahyana, B. 1999. Pisang Budidaya Dan Hasil Analisis Usahatani. Yogyakarta. Kanisius.

Dewi, T. K. dan C. K. Dewi. 2014. Pembuatan Gas Bio Dari Serbuk Gergaji, Kotoran Sapi, Dan Larutan EM-4. Jurnal Teknik Kimia, Vol. 20 (1):1-9

Djarijah, N.M. 2001. Budi Daya Jamur Tiram. Yogyakarta. Penerbit Kanisius.

Hadiprayitno, G., M. L. Ilhamdi, dan D. A. C. Rasmi. 2016. Pelatihan Peningkatan Kualitas Produksi Baglog Jamur Tiram (Pleurotus florida) Menggunakan Teknologi EM-4 Pada KPM Berugaq Organik Narmada. Laporan Akhir Program Pengabdian Kepada Masyarakat (BOPTN). Mataram: Universitas Mataram.

Herliyana E. N. 2007. Potensi lignolitik jamur pelapuk kayu kelompok Pleurotus [disertasi]. Bogor (ID): Sekolah Pascasarjana IPB.

Herliyana, E.N., Mira, F., Abdul, M., Hanifah, N.L. 2015. Kultivasi Jamur Pleurotus Ramah Lingkungan dengan Mendaur Ulang Limbah Substrat Jamur dan Penambahan Pupuk Organik. Jurnal Silvikultur Tropika. Vol. 06 (1): 33 – 42

Indriani, Y. H. 2011. Membuat Kompos Secara Kilat. Jakarta: PT. Penebar Swadaya.

Saskiawan, I. 2015. Penambahan Inokulan Mikroba Selulolitik pada Pengomposan Jerami Padi untuk Media Tanam Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). Jurnal Biologi Indonesia. Vol 11 (2): 187-193

Susilo, H., R. Rikardo, dan Suyamto. 2017. Pemanfaatan Limbah Serbuk Gergaji sebagai Media Budidaya Jamur Tiram (Pleourotus ostreatus L.). Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. 2 (1):51-5

Refbacks

  • There are currently no refbacks.