IDENTIFIKASI LOKASI PERAIRAN UNTUK PENGEMBANGAN BUDIDAYA LAUT DI KABUPATEN LOMBOK UTARA
DOI:
10.29303/jbt.v18i1.730Published:
2018-06-28Downloads
Abstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi lokasi perairan untuk pengembangan budidaya laut di Kabupaten Lombok Utara. Pengumpulan data kondisi biofisik perairan yang mencakup aspek kualitas perairan dan oseanografi yang merupakan data penunjang bagi pengambilan keputusan kesesuaian biofisik pengembangan budidaya laut.Identifikasi lokasi perairan untuk budidaya laut menuntut penerapan beberapakriteria. Penerapan kriteria sangat membantu dalam mengidentifikasi dan memilihlokasi budidaya secara obyektif, dimana secara mendasar terdiri dari atas kelompok kriteria kesesuaian kualitas air dan oseanografi. Hasil ÃÂ identifikasi lokasi perairan berdasarkan aspek oseanografi dan kualitas perairan, maka perairan Kabupaten Lombok Utara terutama di Kecamatan Tanjung dan Gangga sangat sesuai untuk pengembangan budidaya laut, terutama komoditas yang memiliki peluang ekspor tinggi seperti kerapu, rumput laut dan ÃÂ kerang mutiara.
Kata kunci : identifikasi, lokasi perairan, budidaya laut, pengembangan
ÃÂ
Abtract
ÃÂ ÃÂ ÃÂ ÃÂ ÃÂ ÃÂ ÃÂ ÃÂ ÃÂ ÃÂ ÃÂ ÃÂ ÃÂ ÃÂ This study aimed to identify the location of the waters for mariculture development in North Lombok regency.The data collection biophysical conditions of waters which includes aspects of water quality and oceanographic constitute supporting data for decision making biophysical suitability of mariculture development.Identify the location of the waters for mariculture requires the application of several criteria.The application of the criteria is very helpful in identifying and selecting the location of cultivation in an objective, which is basically composed of the top group suitability criteria for water quality and oceanographic. Results of identifying the location of water based on aspects of oceanography and water quality, the waters of the North Lombok, especially in the district of the TanjungÃÂ and the Ganga is very suitable for the development of marine aquaculture, especially commodities which have high export opportunities such as grouper, seaweed and pearl shells.Keywords: identification, location waters, aquaculture, developmentReferences
Affan, J.M. 2011. Seleksi lokasi pengembangan budidaya dalam keramba jaring apung (KJA) berdasarkan faktor lingkungan dan kualitas air di perairan pantai timur Kabupaten Bangka Tengah. J. Sains MIPA. Vol 17 (3) : 99-106
Amri, S.N., M. Saenong dan R. Effendi. 2010. Kesesuaian lahan budidaya keramba jaring apung (KJA) ikan kerapu di kawasan perairan Pulau Salemo Kabupaten Pangkep berdasarkan analisis sistem informasi geografos. J. Segara,. 6 (1) : 24-38
Chou, R and H.B. Lee. 1997. Commercial marine fish farming in Singapure. Aquac. Res 28:767-776.
Effendi, I. 2004. Pengantar Akuakultur. Penebar Swadaya. Jakarta.
FAO. 1989. Food and Agricultural Organization. Site selection criteria for marine finfish netcage culture in Asia. Rome FAO. P 16
Idris, I., S.P. Ginting dan Budiman. 2007. Membangunkan Raksasa Ekonomi: Sebuah Kajian Terhadap Perundang-undangan Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Penerbit Buku Ilmiah Populer. 296 hal.
Ismail, W., P.T. Imanto, B. Priono dan Lamidi. 1996. Pemilihan lokasi ideal bagi penempatan keramba jaring apung reservat di Perairan Kepulauan Riau, Lombok dan Sumbawa. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol. II No. 4, Edisi Akuakultur. BRKP-DKP. Jakarta
Landau, M. 1992. Aquaculture Vol 1. Ellis Horwood, New York. 528 p.
Mayunar, R. Purba dan P.T. Imanto. 1995. Pemilihan lokasi budidaya ikan laut. Prosiding Temu Usaha Pemasyarakatan Teknologi Keramba Jaring Apung bagi Budidaya Laut. Puslitbang Perikanan. Balitbang Pertanian: 179 - 189.
Morain, S., 1999. GIS Solution in Natural Resource Management: Balancing the echnical-Political Equation. OnWord Press. USA. 361 pp.
Radiarta, I.N., A. Saputra, B. Priono. 2005. Identifikasi kelayakan lahan budidaya ikan dalam keramba jaring apung dengan apikasi sistem informasi geografis di Teluk Pangpang, Jawa Timur. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 11(5):1-13.
Semedi, B dan N.M. Safitri. 2015. Estimasi distribusi klorofil-a di perairan Selat Madura menggunakan data citra satelit modis dan pengukuran in situ pada musim timur. Res. J. Life Sci., 2 (1) : 40-49.
Syukur, A., Syahrudi, AR., Mahrus. 2016. The potential assessment environment friendly aquaculture of small-scale fishermen as a conservation strategy seagrass beds in coastal areas of Tanjung Luar East Lombok, Indonesia. International Journal of Fisheries and Aquatic Studies, 4 (2): 22-27
Szuster, W.B. And H. Albasri. 2010. Site selection for grouper mariculture in Indonesia. Int. J.Fish. Aquac, 2(3): 87-92.
Utoyo, S., R.N. Ansari dan Sutriyani. 2000. Studi kelayakan sumberdaya lahan budidaya laut di Pulau-Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan. Balitanta Maros.
License

Jurnal Biologi Tropis is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The copyright of the received article shall be assigned to the author as the owner of the paper. The intended copyright includes the right to publish the article in various forms (including reprints). The journal maintains the publishing rights to the published articles.
Authors are permitted to disseminate published articles by sharing the link/DOI of the article at the journal. Authors are allowed to use their articles for any legal purposes deemed necessary without written permission from the journal with an acknowledgment of initial publication to this journal.























