PELATIHAN PEMBUATAN KECAP IKAN TERBAIK DARI BAHAN BAKU IKAN LEMURU HASIL FERMENTASI MENGGUNAKAN ENZIM PAPAIN KASAR DI DUSUN LENDANG BAJUR DESA GUNUNGSARI
DOI:
https://doi.org/10.29303/jppm.v2i2.1079Abstract
Kecap sebagai suatu produk olahan sangat jarang dikonsumsi secara langsung oleh masyarakat, umumnya dijadikan sebagai bahan pemberi cita rasa pada masakan tertentu. Sampai saat ini kecap yang beredar di masyarakat adalah kecap dari kedelai, sedangkan kecap dari ikan lemuru belum ada. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan keterampilan teknologi pembuatan kecap ikan lemuru secara enzimatik menggunakan ekstrak buah pepaya kepada ibu-ibu dan asisten rumah tangga dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarga di Dusun Lendang Bajur Desa Gunungsari Kabupaten Lombok Barat.Kegiatan pengabdian ini dilakukan dilatarbelakangi oleh kehidupan masyarakat dengan tingkat ekonomi relatif rendah. Pelatihan pembuatan kecap ikan laut ini menjadi pilihan tim dalam mengatasi permasalahan ini. Metode pembuatan kecap ikan lemuru yangÃÂ diberikan kepada peserta adalah fermentasi dengan menggunakan enzim papain dari ekstrak buah pepaya. Salah satu fungsi dari penggunaan enzim papain pada pembuatan kecap ikanÃÂ lemuru adalah untuk mempercepat proses hidrolisis protein ikan lemuru. Perbandingan antara daging ikan lemuru dan ekstrak buah papaya yang digunakan adalah 5:1 dengan waktu inkubasi 6 hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Dusun Lendang Bajur Desa Gunungsari ini mendapat respon positif dari para peserta yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Perhatian yang sama juga diberikan oleh pemerintah desa ÃÂ melalui ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gunungsari dalam sambutannya menyampaikan bahwa usaha pembuatan kecap ikan lemuru ini akan diusulkan menjadi kegiatan kelompok wirausaha yang bantuan pendanaannya dapat diusulkan dari anggaran pemerintah desa.ÃÂReferences
Ababouch, L. 2012. Fish utilization and trade. FAO Fisheries and Aquaculture Proceedings. No. 22. Rome, FAO.Rome. 238 pp.
Aniqoh, M. 2017. Pengaruh pemberian enzim papain kasar (Crude Papain) dan lama fermentasi terhadap kualitas kecap Ikan Lemuru (Sardinella longiceps). Skripsi. Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Eviyanti, S. 2012. Pengaruh Enzim Papain dengan Konsentrasi yang berbeda terhadap Karakteristik Kimia Kecap Tutut. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 3 (4): 209-220.
Karim, F. Alfarobi, F. Swastawati, A. D. Anggo. 2014. Pengaruh perbedaan bahan baku terhadap kandungan Asam Glutamat pada Terasi. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 3 (4): 51-58.
Misgiyarta, S dan Widowati. 2003. Seleksi dan karakterisasi Bakteri Asam Laktat (BAL) Indigenus. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian. Bogor.
Prapto. 2008. Kecap Ikan Laut. http://dinconomy.wordpress.com/. Diakses tanggal 10 Mei. 2017.
Prasetyo, M. N., N. Sari, C. R. Budiyati. 2012. Pembuatan Kecap dari Ikan Bagus secara Hidrolisis Enzimatis menggunakan Sari Nanas. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri, 1 (1): 270-276.
Rasyid, A. 2001. Isolation of unsaturated fatty acids omega-3 from Sardine fish (Sardinella sp). Proceeding of seminar of national marine technology. Research centre for oceanography, LIPI, Jakarta 14430.
Rostini, I. 2007. Peranan bakteri Asam Laktat (Lactobacillus plantalium) terhadap masa simpan Fillet Nila Merah pada suhu rendah. Universitas Padjajaran. Bandung.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

