KOMERSIALISASI SENYAWA AKTIF UNIVERSITAS MATARAM
DOI:
https://doi.org/10.29303/jppm.v3i2.1890Abstract
Permasalahan kelangkaan senyawa metabolit sekunder menjadi kendala yang dialami oleh para peneliti dari berbagai disiplin ilmu seperti kimia, farmasi, dan kedokteran baik dari perguruan tinggi (dosen dan mahasiswa) atau dari lembaga penelitian dan pengembangan kesehatan di Indonesia. Kebutuhan akan senyawa metabolit sekunder selama ini dibeli dari luar negeri dengan harga yang sangat mahal. Beberapa senyawa metabolit sekunder juga sulit ditemukan dipasaran luar negeri karena adanya kekhasan senyawa yang dikandung oleh spesies organisme asli Indonesia. Bertujuan untuk mengatasi pemasalahan kelangkaan senyawa metabolit sekunder tersebut, Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) yang berjudul Pusat Produksi Senyawa Metabolit Sekunder (PP-SMS) Universitas Mataram memproduksi senyawa metabolit sekunder dari berbagai tumbuhan obat Indonesia. Senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan oleh PP-SMS diperoleh melalui prosedur isolasi metabolit sekunder yang terdiri atas ekstraksi, fraksinasi, pemurnian, dan elusidasi struktur.References
Hakim, A. (2008a). Kudraflavon C dari kayu batang Artocarpus scortehinii King. Makalah. Disampaikan pada Seminar Nasional PMIPA FKIP Universitas Mataram. Mataram, 17 Mei 2008.
Hakim, A. (2008b). ââ¬ÅAsam 5-metoksi salisilat dari kayu batang Artocarpus scortehinii King.ââ¬Â Jurnal Pijar MIPA. 3, (2), 34-39.
Hakim, A. (2009a). ââ¬ÅA Prenylated Flavone from The Heartwood of Artocarpus Scortechinii King (Moraceae)ââ¬Â. Indonesian Journal of Chemistry. 9, (1), 146-150.
Hakim, A. (2009b). Scrining Phytochemistry on The Heartwood and The Root Bark of The Artocarpus camasi (Moraceae) Proceeding of The Third International Seminar on Science Education ISBN: 978-602-8171-14-1 ââ¬ÅChallenging Science Education in The Digital Eraââ¬Â October 17th 2009.
Hakim, A., Junaidi, E., & Sani, Y.A. (2010). ââ¬ÅAntimalarial Activity and Chemical Analysis of A Secondary Metabolite from Heartwood and Root Bark of Artocarpus camansi Blanco. (Moraceae)ââ¬Â. Jurnal Ilmu Farmasi Indonesia. 8, (2), 135-137.
Hakim, A. (2010). ââ¬ÅDiversity of secondary metabolites from Genus Artocarpus (Moraceae)ââ¬Â. Nusantara Bioscince. 2, (3), 146-156.
Hakim, A. & Jufri, W. (2011). ââ¬ÅAktivitas Antimalaria dan Analisis Metabolit Sekunder Kayu dan Kulit Batang Artocarpus odoratissimus Blanco. (Moraceae)ââ¬Â. Jurnal Bahan Alam Indonesia. 7, (6), 302-305.
Hakim, A., Liliasari, Kadarohman, A. (2012). ââ¬ÅStudent understanding of Natural Product Concept of Primary and Secondary Metabolites Using CRI Modifiedââ¬Â. International Online Journal of Educational Sciences. 4, (3), 544-553.
Hakim, A., Liliasari, Kadarohman, A., Syah, Y.M. (2016a). Making a Natural Product Chemistry Course Meaningful with a Mini Project Laboratory. J. Chem. Educ., 93 (1), 193ââ¬â196.
Hakim, A., Liliasari, Kadarohman, A., Syah, Y.M. (2016b). Effects of the Natural Product Mini Project Laboratory on the Students Conceptual Understanding. Journal of Turkish Science Education. 13 (2), 27-36.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

