POTENSI KENIKIR (COSMOS CAUDATUS) SEBAGAI LARVASIDA NYAMUK AEDES AEGYPTI INSTAR IV

November Rianto Aminu, Alfon Pali, Sri Hartini

Abstract

Abstrak: Resistensi temephos (abate) sebagai larvasida telah terjadi di Jawa Tengah sejak tahun 2007 dan ditahun 2017 Jawa Tengah tercatat sebagai provinsi dengan jumlah kasus DBD terbanyak ketiga secara nasional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ekstrak daun kenikir (Cosmos caudatus) sebagai larvasida pengganti temephos. Proses penelitian dimulai dengan ekstraksi fraksinasi, kemudian dilanjutkan dengan screening fitokimia dan uji larvasida menggunakan metode yang direkomendasikan oleh WHOPES dengan mengamati mortalitas larva nyamuk A. aegypti pada jam ke 24, 48 dan 72 pada berbagai konsentrasi larutan uji (600, 800, 1000, 1200, 1400, 1600, dan 1800 ppm). Data mortalitas larva dianalisis dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) subsampling. Perbandingan antar perlakuan diuji dengan uji Beda nyata Jujur (BNJ) dengan tingkat kebermaknaan 5%. Analisa probit pada data mortalitas menghasilkan nilai dosis efektif LC50. Hasil penelitian menunjukan diantara ketiga fraksi, ekstrak kenikir fraksi heksan memiliki efek larvasida terbaik (mortalitas 71,67%) dengan LC50 sebesar 1762 ppm pada waktu paparan 72 jam. Golongan senyawa kimia yang menyebabkan efek larvasida ini adalah alkaloid, terpenoid, dan flavonoid. Walaupun ekstrak fraksi heksan tanaman ini memiliki efek larvasida, potensi pengembangan tanaman ini sebagai pengganti temepos kecil dikarenakan nilai LC50 yang tinggi pada waktu paparan yang lama.

Kata kunci: Larvasida; temephos; resistensi; Cosmos caudatus; potensi

Abstract: Temephos resistance as larvicide has occurred in Central Java since 2007 and in 2017 Central Java was recorded as the 3rd highest dengue cases in Indonesia. Hence, this study attempts to use extract of Cosmos caudatus as temephos substitute. The study start with fraction extraction of dried C. caudatus leaf followed by phytochemical screening of the extract and larvicide assay was carried out using method recommended by WHOPES by observing the mortality of A. aegypti larvae at 24, 48, and 72 hours on various extract concentration (600, 800, 1000, 1200, 1400, 1600, and 1800 ppm). The mortality data was analyzed using Randomized Block Design (RBD) subsampling (P<0,05). Probit analysis on mortality data result in the LC50. The result showed the most effective fraction is hexane fraction (mortality 71,67%) with LC50 ­1762 ppm at 72 hours exposure time. The active compound in the hexane fraction were alkaloid, terpenoids, and flavonoids. Even though the hexane fraction extract has the most larvicidal effect, this extract has low potential to developed as replacement to temephos because the LC50 was high and longtime exposure  

Keywords: Larvicide; temephos; resistance; Cosmos caudatus; potential

Keywords

Larvicide; temephos; resistance; Cosmos caudatus; potential;

Full Text:

PDF

References

Damar Tri Boewono, & Widiarti. (2007). SUSCEPTIBILITY OF DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER VECTOR (Aedes aegypti) AGAINST ORGANOPHOSPHATE INSECTICIDES (MALATHION AND TEMEPHOS) IN SOME DISTRICTS OF YOGYAKARTA AND CENTRAL JAVA PROVINCES. Bul. Penel. Kesehatan, 35(2), 49–56. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/66889-EN-susceptibility-of-dengue-haemorrhagic-fe.pdf

Goulden, C. H. (1970). Methods of Statistical Analysis (Modern Asi). New York.

Harborne, J. B. (1987). Metode fitokimia : penuntun cara modern menganalisis tumbuhan / J.B. Harborne; penerjemah Kosasih Padmawinata, Iwang Soediro; penyunting Sofia Niksolihin (Vol. 1987). Bandung: ITB. https://doi.org/1987

Innocent, E., Joseph, C. C., Gikonyo, N. K., Nkunya, M. H. H., & Hassanali, A. (2009). Growth disruption activity of polar extracts from Kotschya uguenensis (Fabaceae) against Anopheles gambiae s.s. (Diptera: Culicidae) larvae. International Journal of Tropical Insect Science, 28(4), 220–224. https://doi.org/10.1017/s1742758408108839

Liem, L. (2006). Daya Larvasida Ekstrak Etanol Daun Kenikir (Cosmos caudatus HBK) Terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti L. Serta Analisis Minyak Atsirinya.

Nursal, S. (2005). Kandungan Senyawa Kimia ekstrak Daun Lengkuas (Lactuca indica Linn). Toksisitas dan Pengaruh Subletalnya terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Aedes aegypti L. Medan.

Prijono, D. (1999). Prospek dan strategi pemanfaatan insektisida alami dalam PHT. (W. Nugroho, Dadang, & D. Prijono, Eds.) (1st ed.). Pusat Kajian Pengendalian Hama Terpadu, IPB. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/318820239_Prospek_dan_strategi_pemanfaatan_insektisida_alami_dalam_PHT

Pusdatin Kemenkes RI. (2017). InfoDatin Demam Berdarah Dengue 2017. Retrieved from http://www.pusdatin.kemkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/InfoDatin-Situasi-Demam-Berdarah-Dengue.pdf

Soparat, S. (2010). Chemical Ecology and Function of Alkaloid. Bangkok. Retrieved from http://pirun.ku.ac.th/g4686045/media/ alkaloid.pdf

Steel, R. G. D., & Torrie, J. H. (1991). Prinsip dan prosedur statistika : suatu pendekatan biometrik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. https://doi.org/1991

Syamsul, E., & Purwanto, E. (2014). UJI AKTIVITAS PERASAN BUAH MENTIMUN (Cucumis sativus L) SEBAGAI BIOLARVASIDA TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti L. Jurnal Kimia Mulawarman, 11(2).

Wasilah, Z. (2019). Larvicidal Effect of Kenikir Leaves Extract ( Cosmos caudatus Kunth .) Against Aedes aegypti L . Larvae Vector of Dengue Hemorrhagic Fever, 13(Ichs 2018), 272–278.

WHO. (2005). Guidelines for laboratory and field testing of mosquito larvicides. World Health Organization Communicable Disease Control, Prevention and Eradication Who Pesticide Evaluation Scheme, 1–41. https://doi.org/Ref: WHO/CDS/WHOPES/GCDPP/2005.11

Refbacks

  • There are currently no refbacks.