Inventarisasi Jenis-Jenis Lumut (Bryophyta) di Daerah Aliran Sungai Kabura-Burana Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan

Titi Endang, jumiati jumiati, Dyah Pramesthi I. A

Abstract

Abstrak: Lumut (Bryophyta) merupakan kelompok tumbuhan tingkat rendah yang tumbuh meluas di daratan. Secara ekologi lumut berperan penting dalam ekosistem, seperti menjaga keseimbangan air, siklus hara, menjadi habitat penting bagi organisme lain, dapat dijadikan sebagai bioindikator karena tumbuhan ini lebih sensitif terhadap perubahan lingkungan dan merupakan tumbuhan perintis. Pentingnya peran lumut dan belum adanya data mengenai jenis-jenis lumut di Daerah Aliran Sungai Kabura-burana maka sangat perlu dilakukan penelitian ini  untuk mengetahui jenis-jenis lumut yang tumbuh di Daerah Aliran Sungai Kabura-burana. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode eksplorasi. Hasil penelitian diperoleh 15 spesies lumut yang terdiri atas 11 spesies lumut daun dan 4 spesies lumut hati. Delapan jenis lumut teridentifikasi sampai tingkat spesies, lima jenis teridentifikasi hingga tingkat genus dan dua lainnya teridentifikasi hingga tingkat familia.

Kata Kunci: Bryophyta;   Inventarisasi; Lumut; Spesies

Abstract: Moss (bryophyta) is a group of low-level plants thatgrow widely on land. Ecologically the moss plays an important role in the ecosystem, such as maintaining water balance, nutrient cycles, being an important habitat for other organisms, can be used as a bioindicator because these plants are more sensitive ti environmental changes and are pioneering plants. The important of the role of mosses and the absenceof data on the types of mosses in the Kabura-burana River Basin, it is necessary to conduct this research to determine the types of mosses that grow in the Kabura-burana River Basi. This research is a qualitative research using exploratory methods. The result obtained by 15 species of mosses consisting of 11 species of musci and 4 species of liverworts. Eight species of mosses are identified up to the species level, five types of moss are identified up to genus level and other two are identified up to the family level.

Keywords: Bryophyta;Inventory; Moss; Species 

 

Keywords

Bryophyta;Inventory; Moss; Species

Full Text:

PDF

References

Arts, T. (2001). A Revision of the Splachnobryaceae (Musci). Journal Lindbergia. 26: 77-96. http://www.mobot.org/plantscience/resbot/Repr/Add.

Bartram, E.B. 1939. Mosses of The Philippinee. The Philippine Journal of Science 68 (1): 1-437.

Bawaihaty, N. Istomo & Hilwan, I. (2014). Keanekaragaman dan Peran Ekologi Bryophyta di Hutan Sesaot Lombok, Nusa Tenggara Barat. Jurnal Silfikultur Tropika. 5 (1): 13-17. https://journal.ipb.ac.id/indek.php/jsilvik/article.

Eddy, A. (1988). A Handbook of Malesian Mosses Volume 1, 2 dan 3. Natural History Museum Publications. London. ISBN: 0567010387.

Haerida, I. (2009). Keanekaragaman Lejeuneaceae (Hepaticae, Lumut Hati) di Daerah Sekitar PPKAB (Pusat Pendidikan dan Konservasi Alam Bodogol) Taman Nasional Gunung Gede-Pangkarango, Jawa Barat. Jurnal Berita Biologi. 9 (4): 683-691. https://media.neliti.com/media.

Febrianti, G.N. (2015). Indentiifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta) di Lingkungan Universitas Jember serta Pemanfaatannya sebagai Buku Noteks. Skripsi tidak diterbitkan. Universitas Jember. Jember.

Khotimperwati, L. Rahadin, R. & Baskoro, K. (2015). Perbandingan Komposisi Tumbuhan Lumut Epifit pada Hutan Alam Kebun Kopi dan Kebun Teh di Sepanjang Gradien Ketinggian Gunung Ungaran Jawa Tengah. Jurnal Bioma. 17 (2): 83-93. DOI: 10.14710/bioma.17.2.83-93.

Mulyani, E., Perwati, L.K. & Murningsi. (2015). Lumut Daun Epifit di Zona Tropik Kawasan Gunung Ungaran, Jawa Tengah. Jurnal Bioma. 16 (2): 76-82. DOI: 10.14710/bioma.16.2.76-82.

Nadhifah, A., Zakiyyah, K. & Noviady, I. (2017). Keanekaragaman Lumut Epifit pada Marga Cupressus di Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat. Jurnal Pros Sem Nas Biodiv Indo. 3 (3): 396-400. DOI: 10.13057/psnmbi/m030317.

Phephu, N. (2013). A Taxonomic Revision of Thuidiaceae (Bryophyta) in Africa and the East African Islands. University of Pretoria. Pretoria. https://repository.up.ac.za/bitstream/handle/2263/41007.

Putri, A. (2012). Komunitas Luumut Epifit di Kampus Universitas Indonesia Depok. Tesis tidak diterbitkan. Universitas Indonesia. Depok

Perold, S.M. (1993) Studies in the Marchantiales (Hepaticae) from southern Africa the genus Dumortiera and D. hirsute: the genus Lenularia and L. cruciata. Jurnal Bothalia. 23 (1): 49-57. https://journals,abcjournal.aosis.co.za.

Satiyem. (2012). Keanekaragaman Tumbuhan Lumut (Bryophyta) pada Berbagai Ketinggian Hubungannya dengan Kondisi Lingkungan di Wilayah Lereng Selatan Merapi Pasca Erupsi. Skripsi tidak diterbitkan. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.

Sinurat, P. (2018). Eksplorasi Tumbuhan Obat di Hutan Curaman Tomok-Ambarita Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir. Skripsi tidak diterbitkan. Universitas Sumatra Utara. Sumatra Utara.

Siregar, E.S., Arianti, N.S. & Tjitrosoedirdjo, S.S. (2013). The Liverwort Genus Marchantia (Marchantiacea) of Mount Sibayak North Sumatra, Indonesia. Jurnal Biotropia. 20 (2): 73-80. DOI: https://dx.doi.org/10.11598/btb.2013.20.2.327.

Suwila, M.T. (2015). Identifikasi Tumbuhan Epifit Berdasarkan Ciri Morfologi dan Anatomi Batang di Hutan Perhutani SUB BKRH Kedunggalar, Sonde dan Tanah. Jurnal Florea. 2 (1): 47-50. DOI: https://doi.org/10.25273/florea.v2i1.406.

Wati, T.K., Kiswardianta, B., Sulistiarsi, A. 2016. Keanekaragaman Hayati Tanaman Lumut (Bryophyta) di Hutan Sekitar Waduk Kedung Brubus Kecamatan Pilang Cekeng Kabupaten Madiun. Jurnal Florea. 3 (1): 46-51. DOI: https://doi.org/10.25273/florea.v3i1.787.

Windadri, F.I. (2007). Lumut (Musci) di Kawasan Cagar Alam Kakenauwe dan Suaka Margasatwa Lambusango. Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Jurnal Biodiversitas. 8 (3): 197-203. https://biodiversitas.mipa.uns.ac.id.

Windadri, F.I. & Susan, D. (2013). Keanekaragaman Jenis Lumut di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat. Jurnal Buletin Kebun Raya. 16 (2): 75-84. DOI: https://dx.doi.org/10.14203/bkr.v16i2.31.

Zander, R.H. (1993). Genera of the Pottiaceae Mosses of Harsh Environments. Buffalo Society of Natural Sciences. New York. ISBN: 0-944032-51-6, pp: 170.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.