PENYULUHAN TENTANG SUMBER-SUMBER KONTAMINAN LOGAM BERAT PADA SISWA SMAN 1 BELO KABUPATEN BIMA

Khairuddin Khairuddin, Muhammad Yamin, Abdul Syukur

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari saat ini merupakan hal yang sulit dihindari adanya kontak dengan berbagai sumber logam berat. Logam berat sudah masuk dalam ekosistem alami dan ekosistem buatan. Logam berat masuk dalm tubuh manusia melalui jalur makanan, minuman, pernapasan dan kulit. Pencemaran dan paparan logam berat pada manusia sudah terjadi di berbagai tempat. kehidupan manusia. Karena kebutuhan akan produk dan materi yang mengandung logam berat, maka manusia sulit untuk menghindari adanya paparan dengan logam berat seperti Kadmium (Cd), timbal (Pb), air raksa (Hg),dan  tembaga (Cu).  Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk: Memberikan pemahaman tentang sumber-sumber kontaminan logam berat bagi siswa,  memberikan contoh-contoh pengetahuan yang harus dimiliki agar dapat terhindar dari  paparan kontaminan logam berat, dan memberikan pengetahuan tentang upaya-upaya untuk menghindari diri dari kontaminan logam berat pada siswa SMAN 1  Belo kabupaten Bima dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah : Siswa dapat memahami tentang Sumber-sumber logam berat  yaitu; dari sumber alami utama hadirnya logam Pb, Cu, Cr, Cd, Hg, Ni dan Zn adalah dari aktivitas vulkanik dan kegiatan pertanian bagi manusia. Logam berat dapat berasal dari berbagai sumber seperti pada industri pengolahan bijih logam, industri pestisida, industri pertambangan, industri pelapisan logam dan proses penghilangan cat (paint stripping). Atau juga dapat berasal pencemar logam yang berasal dari makanan yang terkontaminasi oleh logam berat, misalnya makanan hasil laut. Siswa mendapatkan contoh-contoh sumber bahan yang mengandung logam berat baik dari makanan maupun dari obat-obatan pertanian. Upaya yang harus dimiliki oleh siswa SMAN 1 Belo kabupaten Bima dalam kehidupan sehari-hari agar dapat terhindar dari kontaminan logam berat adalah menghindari makanan dan sayuran yang terkontaminasi logam berat seperti kerang dari teluk Bima, dan menghindari tempat yang telah terkontaminasi logam berat. Cara terbaik untuk menghindari terjadinya kontak langsung dengan logam logam berat adalah dengan menggunakan pelindung hidung (masker) dalam kehidupan sehari-hari jika terjadi kontak langsung, terutama dengan insektisida, fungisida dan herbisida atau pupuk.

Full Text:

PDF

References

Agustina, T. 2010. Kontaminasi Logam Berat Pada Makanan dan Dampaknya pada Kesehatan. Jurnal Teknubuga. 2(2).

Amriani, Hendrarto, B., & Hadiyarto, A. 2011. Bioakumulasi Logam Berat Timbal (Pb) dan Seng (Zn) pada Kerang Darah (Anadara Granosa L.) dan Kerang Bakau (Polymesoda Bengalensis L.) di Perairan Teluk Kendari. Jurnal Ilmu Lingkungan. 9(2), 45-50.

Atdjas, D, 2016. Dampak Kadar Cadmium (Cd) dalam Tubuh Kerang Hijau (Perna Viridis) di Daerah Tambak Muara Karang Teluk Jakarta Terhadap Kesehatan Manusia. http://polapikirmalukutenggarabarat. blogspot.co.id/ 2008/03/ dampak-kadar-cadmium-terhadap-kesehatan.html, 10-4-2016

Azhar, H., Widowati, I,. & Suprijanto, J. 2012. Studi Kandungan Logam Berat Pb, Cu, Cd, Cr Pada Kerang Simping (Amusium pleuronectes), Air Dan Sedimen Di Perairan Wedung, Demak Serta Analisis Maximum

Tolerable Intake Pada Manusia. Journal Of Marine Research. 1(2), 35-44

Connel & Miller. 1995. Kimia dan Ekotoksikologi Pencemaran (Terjemahan oleh Koestoer). Jakarta: UI Press.

Herman, D. Z. 2006. Tinjauan terhadap tailing mengandung unsur pencemar Arsen (As), Merkuri (Hg), Timbal (Pb), dan Kadmium (Cd) dari sisa pengolahan bijih logam. Jurnal Geologi Indonesia. 1(1), 31-36

http://tralalaikrima.blogspot.co.id/2012/04/tugas-toksikologi-logam-berat-tembaga.html [11-11-2017]

Istarini, F & Pandebesie, E.S. 2014. Studi Dampak Arsen (As) dan Kadmium (Cd) terhadap penurunan kualitas Lingkungan. Jurnal Teknik Pomits. 3(1), 53-58.

Khairuddin, M. Yamin, Abul Syukur & Muhlis. 2016. Analisis Logam Pencemar pada Klas Bivalvia dari Teluk Bima, Laporan penelitian, Unram. Mataram.

Khairuddin, Yamin, M., & Syukur, A. 20l8. Analisis Kandungnan Logam Berat pada Tumbuhan Mangrove sebagai Bioindikator di Teluk Bima. Jurnal Biologi Tropis. 18(1), 69-79.

Mrajita, C.V.P. 2010. Kandungan Logam Berat pada Beberapa Biota Kekerangan di Kawasan Littoral Pulau Adonara (Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur) dan Aplikasinya dalam Analisis Keamanan Konsumsi Publik. Tesis. Program Magister Manajemen Sumberdaya.

Yusuf, M dan Handoyo, G. 2004. Dampak Pencemaran Terhadap Kualitas Perairan dan Strategi Adaptasi Organisme Makrobenthos di Perairan Pulau Tirangcawang Semarang. Jurnal Ilmu Kelautan. 9(1): 12-42.

Palar, H. 1994. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Rao, J.L., K.V. Narasimhulu, N.O. Gopal, C.H. Linga Raju, & B.C.V.

Reddy. 2003. Structural Studies of Marine Exoskeletons: Redox Mecanism Observed in The Cu Suported CaCO3 Surfaces Studied by EPR. Spectrosim. Acta. Part A. 59:2955-2965.

Siriprom, W. & P. Limsuan. 2009. A biomonitoring study: Trace metals in Amusium pleuronectes shell from coastal area of Chonburi Province. Kasetsart J. (Nat. Sci.), 43(5):141.

Suryono, C.A. 2006. Bioakumulasi Logam Berat Melalui Sistim Jaringan Makanan dan Lingkungan pada Kerang Bulu (Anadara inflata). Jurnal Ilmu Kelautan. 11 (1): 19 – 22.

Wardhana, W.A. 2001. Dampak Pencemaran Lingkungan. Yogjakarta: Andi

Widowati, W., Sastiono, A., & Yusuf, R. 2008. Efek Toksik Logam. Yogjakarta: Andi

Refbacks

  • There are currently no refbacks.