APLIKASI SISTEM BAGANG APUNG SEDERHANA DENGAN TEKNOLOGI KRAMBA JARING APUNG UNTUK BUDIDAYA NELAYAN KECIL DI DESA KETAPANG RAYA LOMBOK TIMUR

Abdul Syukur, Lalu Zulkifli, Didik Santoso

Abstract


Masalah utama nelayan kecil di lokasi pengabdian adalah hasil tangkapan ikan yang terus menurun. Implikasinya, mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar dari hasil melaut. Oleh karena itu dibutuhkan program pemberdayaan yang dapat menjadi solusi matapencaharian yang berkelanjutan. Program pemberdayaan yang relevan untuk nelayan kecil di lokasi pengabdian  adalah budidaya laut. Sistem budidaya yang dikembangkan adalah sistem integrasi bagang apung sederhana dengan teknologi keramba jaring apung (KJA). Tujuan dari program  ini adalah kelompok nelayan kecil dapat melakukan budidaya sebagai suplemen matapencaharian berkelanjutan melalui penerapan teknologi KJA yang terintegrasi dengan bagang apung sederhana. Target khusus dari program ini adalah transfer teknologi budidaya pada nelayan kecil untuk keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kooperatif melalui pelatihan model pembelajaran orang dewasa (andragogi) dan pembuatan contoh model penerapan integrasi bagang apung sederhana dengan teknologi KJA. Hasil dari program pengabdian pada masyarakat, bahwa sistem produksi dengan teknologi bagang apung dalam satu unit produksi cukup efektif dan efisien untuk keberlanjutan budidaya ramah lingkungan nelayan kecil pada lokasi pengabdian. Selain itu, nelayan kecil memiliki optimisme terhadap matapencaharian tambahan dari usaha budidaya dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Oleh karena itu, pengembangan teknologi budidaya dapat dipertimbangakan dalam kebijakan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Full Text:

PDF

References


Basurto, X., A., Bennett, A., Weaver., H., Dyck., S. R-V., and Aceves-Bueno, J-S. 2013. Cooperative and noncooperative strategies for small-scale fisheries’ self-governance in the globalization era: implications for conservation. Ecology and Society. 18(4), 38.

Badan Pusat Statistik Lombok Timur. 2015. Lombok Timur dalam Angka. Selong Lombok Timur NTB

Hardy, P.Y., Bene C., Doyen, L., Pereau, J.C., dan , D. 2013. Viability and resilience of small-scale fisheries through cooperative arrangements. Cahiers du GREThA Working papers of GREThA, 1-35.

Gunalan B, Jaikumar, Kanagu L dan Stella C. 2011. Culturing a rabbit fish (Siganus canalicullatus)in cages: A study from Palk Bay, Sout East Coast of India. International Journal of Water Resources and Environmental Engineering. 3(11), 251 – 257.

Jaikumar, M. A. 2012. review on biologyand aquaculture potential of rabbit fish in tamilnadu (Siganus canaliculatus). IJPAES. 3(2), 57-63

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomer 1 tahuan 2015 tentang Penangkapan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus pelagicus spp.) Lembaran Negara Tahun 2015 Nomer 7.

Perez, M.L, M.D. Pido, L.R. Garces dan N.D. Salayo. 2012. Towards Sustainable Development of Small-Scale Fisheries in the Philippines: Experiences and Lessons Learned from Eight Regional Sites. WorldFish. Penang, Malaysia.

Santoso, D., Baskoro, M.S, Simbolon, D., Y., dan Mustaruddin. 2015. The Status and Utilization Rate of Squid (Loligo edulis ) in Alas Strait at West Nusa Tenggara Province. IJSBAR. 20(2), 296-303

Satyawan NM, Wardiatno Y dan, Kurnia R. 2014. Keanekaragaman Spesies dan Zonasi Habitat Echinodermata di Perairan Pantai Semerang, Lombok Timur. Jurnal Biologi Tropis. 14(2), 83-92

Syukur, A. 2013. Pengetahuan Ekologi Masyarakat Lokal sebagai Indikator Penilaian Potensi Lamun (Seagrass) di Tanjung Luar Lombok Timur. Jurnal Biologi Tropis. 13( 2), 209-217

Syukur, A., Wardiatno, Y., Muchsin, I., & Kamal, M.M. 2014. Status Trofik Ikan yang Berasosiasi dengan Lamun (Seagrass) di Tanjung Luar Lombok Timur. Jurnal Biologi Tropis. 14(2),162-170.

Syukur, A. 2015. Distribusi, Keragaman Jenis Lamun (Seagrass) dan Status Konservasinya di Pulau Lombok. Jurnal Biologi Tropis. 15(2),171-182

Syukur A, Mahrus, Syachruddin. 2016. The potential assessment environment friendly aquaculture of small-scale fishermen as a conservation strategy seagrass beds in coastal areas of Tanjung Luar East Lombok, Indonesia. International Journal of Fisheries and Aquatic Studies. 4(2), 22-27.

Syukur, A., Wardiatno, Y., Muchsin, I., & Kamal, M.M . 2017. Threats to Seagrass Ecology and Indicators of the Importance of Seagrass Ecological Services in the Coastal Waters of East Lombok, Indonesia. American Journal of Environmental Sciences. 13(3), 251-265

Wright, A., Stacey, N., & Holland, P. 2006. The cooperative framework for ocean and coastal management in the Pacific Islands: Effectiveness, constraints and future direction. Ocean and Coastal Management: 49, 739-763.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.