PENINGKATAN PENGETAHUAN GURU IPA SMP/MTS TENTANG BIOLOGI CACING NYALE DI KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH
DOI:
10.29303/jppm.v2i4.1496Published:
2019-11-28Downloads
Abstract
Dalam tiga dasawarsa terakhir tradisi Bau Nyale telah menjadi atraksi pariwisata andalan di Kabupaten Lombok Tengah. Acara tradisional telah berkembang menjadi acara yang bertaraf nasional dan dihadiri oleh banyak wisatawan mancanegara. Pengajaran tentang cacing nyale di sekolah masih terbatas pada legenda dan budaya. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang aspek Biologi cacing nyale dikhawatirkan membawa dampak negatif terhadap kelestarian cacing nyale. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan guru IPA dan guru Biologi di SMP/MTs Kecamatan Pujut dan sekitarnya. Kegiatan pengabdiaan dihadiri oleh 20 guru dari SMP dan SMA di sekitar Kecamatan Pujut. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan metode tanya-jawab, ceramah, diskusi serta demonstrasi. Kegiatan ini berlangsung selama sehari penuh. Hasil evaluasi dengan kuesioner menunjukkan bahwaÃÂ peserta menyatakan mengalami peningkatan pengetahuan sebanyak 3,5 sampai 8 skala (dari 10 skala) pada 10 topik dari Biologi cacing nyale. Sebelum kegiatan pengabdian median pengetahuan peserta hanya pada skala 2 dan 3. Setelah kegiatan pengabdian, para peserta menyatakan pengetahuannya meningkat, sehingga median pengetahuan menjadi skala 8. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian sudah berjalan dengan sangat baik dan membawa dampak yang besar pada peningkatan pengetahuan guru tentang Biologi cacing nyale.References
Bachtiar I. 2015. Mengapa nyale tidak keluar di tahun 2015: Sebuah hipotesis. Harian Suara NTB, Jumat 13 Pebruari 2015, kolom Opini, hal. 14.
Bachtiar I. 2017a. Cacng nyale bertelur emas di Lombok Tengah. Lombok Post, Selasa 17 Januari 2017, kolom Opini, hal. 9.
Bachtiar I. 2017b. Mengapa nyale tidak keluar pada Bau Nyale 2017. Lombok Post, Senin 20 Pebruari 2017, kolom Opini, hal. 9.
Bachtiar I. 2017c. Masih adakah cacing nyale di Kecamatan Pujut 25 tahun mendatang?. Lombok Post, Kamis 9 Maret 2017, kolom Opini, hal. 9.
Bachtiar I. 2018. Benarkah nyale menggunakan kalender Cina? Lombok Post, Minggu 7 Januari 2018. Opini, hal. 5.
Bachtiar I. 2019a. Apakah anda sudah mengenal nyale? Bagian Kedua. Lombok Post, Rabu 13 Novmber 2019, kolom Opini, hal. 17.
Bachtiar I. 2019b. Apakah anda sudah mengenal nyale? Bagian Pertama. Lombok Post, Kamis 14 November 2019, kolom Opini, hal. 17.
Bachtiar, I. dan Bachtiar, N.T. 2019. Predicting spawning date of nyale worms (Eunicidae, Polychaeta) in the southern coast of Lombok Island, Indonesia. Biodiversitas 20(4):971-977.
Jekti DSD, Raksun, Sumarjan, Julianti E, Suryawati H, Maswan M dan Kastoro W. 1993. Jenis-jenis Polychaeta di Pulau Lombok dan peristiwa Bau Nyale. Jurnal Ilmu-ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia 1(1): 21-32.
License
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

