STRUKTUR KOMUNITAS MOLUSKA DI KAWASAN MANGROVE ALAMI DAN REHABILITASI PESISIR SELATAN PULAU LOMBOK

Dining Aidil Candri, Laily Hunawatun Sani, Hilman Ahyadi, Baiq Farista

Abstract

Abstrak: Struktur komunitas moluska di suatu ekosistem mangrove dapat digunakan sebagai indikator status kesehatan ekosistem tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan pembandingan antara struktur komunitas moluska di ekosistem mangrove alami dan rehabilitasi untuk melihat adanya perbedaan struktur moluska di kedua kondisi ekosistem tersebut. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Maret - Juni 2019 pada 2 tipe ekosistem mangrove yaitu ekosistem mangrove alami di Pemongkong, Lombok Timur dan ekosistem mangrove rehabilitasi di teluk Gerupuk, Lombok Tengah. Pengambilan data dilakukan dengan metode purposive random sampling dengan meletakkan 3 plot berukuran 1x1 m secara acak di dalam plot yang berukuran lebih besar (10x10 m) yang telah ditentukan sebelumnya. Adapun hasil penelitian menunjukkan terdapat 37 spesies moluska yang termasuk ke dalam 14 famili. 14 spesies ditemukan di kedua lokasi penelitian, 3 spesies hanya ditemukan di kawasan rehabilitasi, dan 20 spesies lainnya hanya ditemukan di kawasan mangrove alami Pemongkong. Ekosistem mangrove alami Pemongkong memiliki kemelimpahan moluska lebih tinggi yakni mencapai 77.692 ind/m2, dibandingkan dengan ekosistem mangrove rehabilitasi yang hanya mencapai 48.746 ind/m2. Famili Potamididae memiliki keanekaragaman dan kemelimpahan tertinggi di kedua lokasi penelitian. Berdasarkan proporsi setiap spesies dalam komunitas moluska yang ditemukan, persamaan kedua lokasi penelitian yang ditunjukkan dengan Persent similaritas (PS) tergolong rendah yakni hanya mencapai kemiripan 36,36% .Keanekaragaman vegetasi mangrove, usia vegetasi, serta kondisi lingkungan dapat menjadi faktor yang mendukung perbedaan struktur komunitas moluska tersebut.

Kata kunci: Struktur komunits, Moluska, Mangrove, Alami, Rehabilitasi

Abstract: Mollusks community structure in a mangrove swamp can be used to describe the status of mangrove ecosystem’s health. In this research, the mollusks community ini natural and rehabilitation mangrove ecosystem were compared in order to find the difference between these ecosystems. This research held on March to June 2019 at 2 types of mangrove ecosystem such as natural ecosystem at Pemongkong, East Lombok and rehabilitation ecosystem at Gerupuk bay. Data collection method used purposive random sampling by placed 3 plots sized 1x1 m randomly in a larger plot (10x10 m) which have been determine before. The result showed that there are 37 species of association of mollusks which belong to 14 families. 14 species found in both locations, 3 species only found at rehabilitation ecosystem, and 20 species left only found at natural mangrove ecosystem at Pemongkong. Natural mangrove ecosystem Pemongkong had higher abundance of association mollusks with number of abundance 77.692 ind/m2 against rehabilitation ecosystem which only reached 48.746 ind/m2. Potamididae has the highest diversity and abundance value in both location. The resemblance of these 2 ecosystem based on the proportion of each species in the mollusks community showed by Similarity Presentation categorized as low level which only reach 36,36% of similarity. Mangrove diversity, it’s age, and the environmental condition may caused the difference in those mollusks structure community.

Key words: Structur community, Mollusks, Mangrove, Natural, Rehabilitation

Keywords

Composition, Mollusks, Mangroves, Natural, Rehabilitation

Full Text:

PDF

References

Abbott, R. T. (1991). Seashells Of South East Asia. Tyron Press. Scotland.

Abbott, R. T. & S. P. Dance. (1998). Compendium of Sea Shells. Odyssey Publishing. USA.

Ahyadi, H., Sani. L. H., Riandinata, S. K. & S. Hadi. (2018). The Condition of Mangrove Ecosystem Around Shipyard Project Site at Lembar Bay, Lombok. Dipresentasikan pada seminar 1st International Conference and Workshop of Bioscience and Biotechnology, Mataram, 27 November 2018.

Ahyadi, H. & I. W. Suana (2018). Kajian Biodiversitas Mangrove dan Burung di The Mandalika. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Lombok.

Al Idrus, Agil. (2014). Mangrove Gili Sulat Lombok Timur. Arga Puji Press. Mataram.

Anwar, H. & Mertha, I. G. (2017). Komposisi Jenis Mangrove Di Teluk Gerupuk Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Sangkareang Mataram. 3 (2) p. 25-31). http://www.untb.ac.id./Juni-2017/.

Ariyanto, D., D. G. Bengen, T. Praono & Y. Wardiatno. (2018). The Association of Cassidula nucleus (Gmelin 1971) and Cassidula angulifera (Petit 1841) with Mangrove in Banggi Coast, Central Java, Indonesia. AACL Bioflux Vol. 11 (2): 348 – 361. http://www.bioflux.com.ro/aaci.

Baharuddin, N., N. B. Basri & N. H. Syawal. (2018). Marine Gastropods (Gastropoda; Mollusca) Diversity and Distribution on Intertidal Rocky Shores of Terengganu, Peninsular Malaysia. AACL Bioflux. (Vol. 11. No. 4. p. 1144 – 1155). http://www.bioflux.com.ro/aaci.

Bengen, D. G. (2003), Pedoman Teknis Pengenalan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove, PKSPL. IPB, Bogor.

Budiman, A. (2009), Persebaran dan Pola Kepadatan Moluska di Hutan Bakau, Berita Biologi, Vol. 9 (4), pp. 403 – 409. DOI: https://doi.org/10.14203/beritabiologi.v9i4.2011.

Ernanto, Rafki, F. Agustriani & R. Aryawati (2010), Struktur Komunitas Gastropoda pada Ekosistem Mangrove di Muara Sungan Batang Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan, Maspari Journal, 1, pp. 73 – 78.

DOI: https://doi.org/10.36706/maspari.v1i1.1128

Fitriana, Y. R. (2006). Keanekaragaman dan Kemelimpahan Makrozoobentos di Hutan Mangrove Hasil Rehabilitasi Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali. Jurnal Biodiversitas. 7 (1). p. 67-72). DOI: https://doi.org/10.13057/biodiv/d070117.

Go ̈ltenboth, Friedhelm, Kris H. Timotius, Paciencia Po Milan & J. Margraf (2012), Ekologi Asia Tenggara: Kepulauan Indonesia, Salemba Teknika, Jakarta.

Hickman Jr, Cleveland P., L. S. Roberts, S. L. Keen, A. Larson, H. I’Anson & D. J. Eisenhour (2008). Integrated Princples of Zoology, 14th Edition, McGraw-Hill Companies, Inc., New York.

Indriyanto (2006). Ekologi Hutan, Bumi Aksara, Jakarta.

Jamili, S. D., Qayim I. & Guhardja E. (2009). Struktur dan Komposisi Mangrove di Pulau Kaledupa Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Jurnal Ilmu Kelautan. (Vol. 14. p. 197–206). DOI: https://doi.org/10.14710/ik.ijms.14.4.197-206.

Kordi K. & M. Ghufran H. (2012). Ekosistem Mangrove: Potensi, Fungsi, dan Pengelolaan. PT. Rineka Cipta, Jakarta

Molles Jr., Manuel C. & A. A. Sher. (2019). Ecology: Concepts and Applications, 8th Edition.. McGraw-Hill Education. New York.

Mujiono, N. (2016), Gastropoda Marga Nerita dari Pulau Lombok. Oseana. (Vol.12. No. 3. p. 1-7). http://oseanografi.lipi.go.id/dokumen/os_xli_3_2016.

Mujiono, N. (2016). Gastropoda Mangrove dari Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia. (Vol. 1. No. 3. p. 39-50). DOI: 10.14203/oldi.2016.v1i3.55

Noor, Y. R., M. Khazali & I N. N. Suryadiputra (2012). Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia, Wetland International, Bogor.

Pribadi, R., R. Hartati & C. A. Suryono (2009), Komposisi Jenis dan Distribusi Gastropoda di Kawasan Hutan Mangrove Segara Anakan Cilacap. Ilmu Kelautan, 14 (2), p. 102-111. DOI: https://doi.org/10.14710/ik.ijms.14.2.102-111

Smith, T. M. & R. L. Smith (2012), Element of Ecolog,y 8th Edition, Pearson Education Inc., USA.

Supriharyono (2009), Konservasi Ekosistem Sumber Daya Hayati di Wilayah Pesisir dan Laut Tropis, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Zvonareva, S., Y. Kantor, X. Li & T. Britayev. (2015). Long-term Monitoring of Gastropoda (Mollusca) Fauna in Planted mangroves in Central Vietnam, In Zoological Studies: a Springer Open Journal (Vol. 54. No. 39. p. 1 – 16). DOI: https://doi.org/10.1186/s40555-015-0120-0.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.