KOMPARASI KELIMPAHAN SERANGGA DI KAWASAN RAWA YANG DIKONVERSI DI JALAN SOEKARNO HATTA PALEMBANG

Novin Teristiandi

Abstract

Abstrak: Kegiatan alih fungsi lahan basah banyak terjadi di kecamatan Ilir barat I sekitar jalan soekarno hatta Palembang. Aktivitas alih fungsi lahan ini dapat menghilangkan dan merusak habitat bagi biodiversitas khususnya serangga di area tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keanekaragaman dan kelimpahan serangga yang ada di kawasan jalan Soekarno Hatta Palembang. Penelitian ini menggunakan metode survei, yaitu penyelidikan yang dilakukan untuk memperoleh sata dari kondisi yang ada dan mencari keterangan secara faktual dari suatu daerah. Hasil penelitian ini ditemukan 109 spesies, 56 famili dan 10 ordo. Berdasarkan jumlah spesies dari masing-masing lokasi/stasiun survei menunjukan bahwa di ST 1 (rawa alami) ditemukan 77 spesies, ST 2 (rawa yang telah ditimbun) ditemukan 53 spesies, ST 3 (rawa yang telah dijadikan pemukiman) ditemukan 50 spesies, dan ST 4 (rawa yang telah dibangun perukoan) ditemukan 57 spesies serangga. Rawa alami memiliki keanekaragaman dan kelimpahan serangga tertinggi, sedangkan lahan rawa yang telah di konversi menjadi pemukiman memiliki keanekaragaman dan kelimpahan terendah. Hasil penelitian membuktikan bahwa alih fungsi lahan rawa mempengaruhi keanekaragaman dan kelimpahan serangga di kawasan jalan Soekarno Hatta Palembang.

Kata kunci: keanekaragaman, kelimpahan, serangga, sumatera, rawa

Abstract: Wetland conversion activities occur mostly in Ilir Barat I sub-district around the Soekarno Hatta Road in Palembang. This land conversion activity can eliminate and destroy habitat for biodiversity, especially insects in the area. This research was conducted to study the diversity and abundance of insects in the Soekarno Hatta Palembang road area. The research method used in this study is a survey method, which is an investigation carried out to obtain data from the area. The results of this study found 109 species, 56 families and 10 orders. Based on the number of species from each survey location / station, it was found that in ST 1 (natural swamp) was found 77 species, ST 2 (stockpiled swamp) was found 53 species, ST 3 (swamp which had been made a settlement) was found 50 species, and ST 4 (swamps that have been built by shop houses) was found 57 species. ST1 have the highest diversity and abundance of insects, while ST3 have the lowest diversity and abundance. The results of the study prove that the conversion of swamp land has an effect on diversity and abundance of insects in Soekarno Hatta road, Palembang.

Keywords:  diversity, abundance, insects, Sumatera, swamps

Keywords

diversity; abundance; insects; Sumatera; swamps;

Full Text:

PDF

References

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (1993). Keanekaragaman Hayati di Indonesia. http://www.bappenas.go.id/.

Borror, D.J., Triplehorn, C.A. & Jhonson, N. F. (1992). Terjemahan Pengenalan Pelajaran Serangga. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Brotowidjoyo, Mukayat (1994). Zoologi Dasar. Erlangga: Jakarta

Departemen Kesehatan RI. (2002). Cara Pengendalian Kecoa. http://www.depkes.go.id/.

Febriana, Endang (2008). Kinerja Pengendalian Pemanfaatan Lahan Rawa di Kota Palembang. Skripsi. Semarang: Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.

Hadi, M. (2009). Biologi Insekta. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Junita, Vera (2014). Keanekaragaman dan Kelimpahan Serangga Ordo Diptera di DAS Musi Wilayah Kecamatan Gandus dan Sumbangannya pada Pembelajaran Biologi di SMA. Skripsi. Palembang: FKIP Universitas Sriwijaya

Khan, et al. (2007). Survey of predatory Coccinellids (Coleoptera: Coccinellidae) in the Chitral District. Pakistan. Journal of Insect Science, 7:7. DOI: 10.1673/031.007.0701

Lan, SU, H. Jun-hao, WO. Ming & WU. Hong (2012). Insect diversity in wetland vegetation succession: A review. Chinese Journal of Ecology,31(6):1577-1584. http://www.cje.net.cn/EN/abstract/abstract6081.shtml#.

Mathias, Erya Daniel (2015). Makalah Entomologi (Ordo Mantodea). http://dokumen.tips/documents/makalah-entomologi-ordo-mantodea-new.html.

Michael P. (1995). Metode Ekologi untuk Penyelidikan Lapangan dan Laboratorium. Dialihbahasakan oleh: Yanti R. Koester. UI Press. Jakarta.

Moch. Nazir (2003). Metode Penelitian. Salemba Empat: Jakarta.

Nursito, Cesa Dwi (2015). Hidrologi dan Lingkungan Studi Kasus Rawa di Kota Palembang Sumatera Selatan. Skripsi. Banjarmasin: FKIP Universitas Lambung Mangkurat.

Odum, EP. (1983). Dasar-dasar Ekologi. Terjemahan Samingan, et al. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press.

Pracaya, Ir. (2009). Hama dan Penyakit Tanaman. Jakarta: Penebar Swadaya.

Purba, Ika Rosenta (2002). Pengaruh Kegiatan Pertanian dan Pemukiman Terhadap Kualitas Air dan Keanekaragaman Makrozoobenthos (Studi Kasus Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun). Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Putri, I.A.S.L.P & Allo, M.K. (2007). Degradasi Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Jurnal Penelitian Hutan dan Air Tawar, IV (2): 169-194. DOI: 10.20886/jphka.2009.6.2.169-194.

Rasdi Z M, Fauziah I, Ismail R, Hafezan M S, Fairuz K, Hazmi A. D. & Che Salmah M.R. (2012). Diversity of Aquatic Insects in Keniam River, National Park, Pahang, Malaysia. Asian Journal of Agriculture and Rural Development, 2 (3): 312-328. DOI: 10.22004/ag.econ.197977

Shofix, Azmi (2012). Analisis Formulasi Kebijakan Publik (Studi pada Proses Perumusan Rancangan Peraturan Daerah Kota Palembang Tentang Pembinaan, Pengendalian dan Pemanfaatan Rawa). Skripsi. Indralaya: FISIP Universitas Sriwijaya.

Subagya, et al. (2006). Karakteristik dan Pengelolaan Lahan Rawa. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian.

Syahrawati, My & Hamid, Hasmiandi (2010). Diversitas Coccinellidae Predator pada Pertanaman Sayuran di Kota Padang. repository.unand.ac.id/6412/1/artkl_mysyahrawati.pdf.

Taib, Minarti (2013). Ekologi Semut Api (Solenopsis invicta).http://download.portalgaruda.org/article.php?article=137507&val=3591.

Teristiandi, Novin (2018). Freshwater Molluscs as Bioindicator of Fe and Mn Contamination in Lematang River, South Sumatera, Indonesia. E3S Web of Conferences 68. Doi: 10.1051/e3sconf/2018680101

Tim Pendidikan Lingkungan Hidup (2007). Mengenal Undur-undur. Malang: Divisi Penerbitan dan Dokumentasi PPLH Seloliman Malang Science Research Institution

Refbacks

  • There are currently no refbacks.