The Community of Chlorophyta as Bioindicator of Water Pollution in Pandanduri Dam District of Terara East Lombok

Zikriah Zikriah, Imam Bachtiar, Lalu Japa

Abstract

The Pandanduri Dam has a function as a support for agricultural irrigation water and also supports community activities so that it will affect the quality of its waters. The quality of the water needs to be analyzed because it can affect the aquatic ecosystem. This study aims to determine the level of water pollution in the Pandanduri Dam based on the phytoplankton community from the Chlorophyta Division. This type of research is descriptive exploratory. Sampling was carried out at 5 stations that were haphazardly selected with ecological representativeness consideration. Phytoplankton data were analyzed using the abundance formula, Shannon-Wiener diversity index, PIELOU uniformity index, and Simpson dominance index. The phytoplankton from the Chlorophyta Division found in the Pandanduri Dam were 14 species that are Pediastrum duplex var. Gracillimum, Gonium sp. 1, Gonium sp. 2, Coelastrum reticulatum, Scenedesmus acuminatus, Cosmarium sp., Chlamydomonas nasuta, Chlamydomonas sp., Selenastrum capricornutum, Monoraphidium dybowskii, Monoraphidium contortum, Monoraphidium irregular, Westella botryoides, and Kirchneriella lunaris consisting of 4 orders (Sphaeropleales, Chlorococcales, Chlamydomonadales and Desmidiales) and 10 genera (Pediastrum, Coelastrum, Scenedesmus, Gonium, Cosmarium, Chlamydomonas, Selenastrum, Monoraphidium, Westella, and Kirchneriella). The species diversity index of 2.21 is classified as moderate diversity, the species uniformity index is 0.83 which indicates even species growth, and the species dominance index indicates that no species dominates with a value of 0.12. The level of water pollution in the Pandanduri Dam was found in the moderate pollution category (oligotrophic).

Keywords

Chlorophyta; Community; Composition; Pandanduri Dam; Water Pollution

Full Text:

PDF

References

Agustina, S. S., & M Poke, A. A. (2016). Keanekaragaman fitoplankton sebagai indikator pencemaran perairan Teluk Lalong Kota Luwuk. Jurnal Balik Diwa, 7(2), 1-6.

Ajiboye, O. O., Yakubu, A., & Adams, T. (2012). A perspective on the ingestion and nutritional effects of feed additives in farmed fish species. Word Journal of Fish and Marine Sciences, 4(1), 87-101.

Alina, A. A., Soeprobowati, T. R., & Muhammad, F. (2015). Kualitas air rawa Jombor Klaten, Jawa Tengah berdasarkan komunitas fitoplankton. Jurnal Biologi, 4(3), 41-52.

Andriyani, H., Widyastuti, E., & Widyartini, D. S. (2014). Kelimpahan Chlorophyta pada media budidaya ikan nila yang diberi pakan fermentasi dengan penambahan tepung kulit ubi kayu dan probiotik. Scripta Biologica, 1(1), 49-54.

Asriyana & Yuliana. (2012). Produktifitas Perairan. Jakarta: Bumi Aksara.

Astuti, W., Astuti, S. P., Suripto, & Japa, L. (2017). Komunitas mikroalga di perairan Sungai dan Muara Sungai Pelangan Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Biologi Tropis, 17(1), 76-86.

Aziz, R., Nirmala, K., Affandi, R., & Prihadi, T. (2015). Kelimpahan fitoplankton penyebab bau lumpur pada budidaya ikan bandeng menggunakan pupuk N:P berbeda. Jurnal Akuakultur Indonesia, 14(1), 58-68.

Azzam, F. A., Widyorini, N., & Sulardiono, B. (2018). Analisis kualitas perairan berdasarkan komposisi dan kelimpahan fitoplankton di Sungai Lanangan, Klaten. Journal of Maquares Management of Aquatic Resources, 7(3), 253-262.

Barsanti, L., & Gualtieri, P. (2014). Algae, Anatomy, Biochemistry and Biotechnology Second Edition. Pisa: CRC Press.

Bellinger, E. G., & Sigee, D. C. (2015). Fresh Water Algae Identification, Enumeration and Use As Bioindicator Second Edition.United Kingdom: John Wiley & Sons, Ltd.

Effendi, H. (2003). Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Yogyakarta: Kanisius.

Fauziah, S. M., & Laily, A. N. (2015). Identifikasi mikroalga dari Divisi Chlorophyta di Waduk Sumber Air Jaya Dusun Krebet Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang. Bioedukasi, 8(1), 20-22.

Harmoko, & Sepriyaningsih. (2018). Keanekaragaman mikroalga Chlorophyta di Sungai Kelingi Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan. Jurnal Pro-life, 5(3), 666-676.

Harmoko, Lokaria, E., & Misra, S. (2017). Eksplorasi mikroalga di air terjun Watervang Kota Lubuklinggau. Bioedukasi Jurnal Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Metro, 8(1), 75-82.

Hartini, R. K., & Jayadi, R. (2013). Pengembangan model optimalisasi Waduk Pandanduri untuk pemenuhan kebutuhan air irigasi di Lombok Timur Nusa Tenggara Barat.Thesis. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Hidayah, T., Ridho, M. R., & Suheryanto. (2014). Struktur fitoplankton di Waduk Kedungombo Jawa Tengah. Maspari Journal, 6(2), 104-112.

Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 Tentang Pedoman Penentuan Kualitas Air.

Kim, Y., & Kim, A. (2012). Alga Flora of Korea Volume 6, Nomor 2. Incheon: National Institute of Biological Resources.

Mardani, R., Sudarsono, & Suhartini. (2016). Struktur komunitas plankton di Waduk Pandandure, Nusa Tenggara Barat. Jurnal Biologi, 5(5), 20-29.

Maresi, S. R., Priyanti, & Yunita, E. (2015). Fitoplankton sebagai bioindikator saprobitas perairan di Situ Bulakan Kota Tangerang. Al-Kauniyah Jurnal Biologi, 8(2), 113-122.

Meiriyani, F., Ulqodry, Z. T., & Putri, W. A. (2011). Komposisi dan sebaran fitoplankton di Perairan Muara Sungai Way Belau, Bandar Lampung. Maspari Journal, 3(1), 69-77.

Munthe, Y. V., Aryawati, R., & Isnaini. (2012). Struktur komunitas dan sebaran fitoplankton di Perairan Sungsang Sumatera Selatan. Maspari Journal, 4(1), 122-130.

Mustofa, A. (2015). Kandungan nitrat dan pospat sebagai faktor tingkat kesuburan perairan pantai. Jurnal Disprotek, 6(1), 13-19.

Pal, R., & Choudhury, A. K. (2014). An Introduction to Phytopankton: Diversity and Ecology. India: Springer.

Park, J. (2012). Alga Flora of Korea Volume 5, Nomor 1. Incheon: National Institute of Biological Resources.

Rahman, E. C., Masyamsir, & Rizal, A. (2016). Kajian variabel kualitas air dan hubungannya dengan produktivitas primer fitoplankton di perairan Waduk Darma Jawa Barat. Jurnal Perikanan Kelautan, 7(1), 93-102.

Romimohtarto, K., & Juwana, S. (2007). Biota Laut: Ilmu Pengetahuan tentang Biota Laut. Jakarta: Djambatan.

Rukminasari, N., Nadiarti, & Awaluddin, K. (2014). Pengaruh derajat keasaman (pH) air laut terhadap konsentrasi kalsium dan laju pertumbuhan Halimeda sp. Torani (Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan), 24(1), 28-34.

Sari, A. N., Hutabarat, S., & Soedarsono, P. (2014). Struktur komunitas plankton pada padang lamun di pantai Pulau Panjang, Jepara. Diponegoro Journal Of Maquares Management Of Aquatic Resources, 3(2), 82-91.

Sugianti, Y., Putri, R. R., & Krismono. (2015). Karakteristik komunitas dan kelimpahan fitoplankton di Danau Talaga, Sulawesi Tengah. Limnotek, 22(1), 86-95.

Sulastri (2018). Fitoplankton Danau-Danau di Pulau Jawa Keanekaragaman dan Perannya sebagai Bioindikator. Jakarta: LIPI Press.

Sulawesty, F., Chrismadha, T., Satya, A., Yoga, G. P., Mardiati, Y., Mulyana, E., & Widoretno, M. (2013). Karakter limnologis perairan embung di Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat, April 2012. Limnotek, 20(2), 117-128.

Suthers, I. M., & Rissik, D. (2009). Plankton: A Guide to Their Ecology and Monitoring for Water Quality. Australia: CSIRO Publishing.

Wijaya, T. S., & Hariyati, R. (2011). Struktur komunitas fitoplankton sebagai bioindikator kualitas perairan Danau Rawapening Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Buletin Anatomi dan Fisiologi, 19(1), 55-61.

Wiyarsih, B., Endrawati, H., & Sedjati, S. (2019). Komposisi dan kelimpahan fitoplankton di Laguna Segara Anakan, Cilacap. Buletin Oseanografi Marina, 8(1), 1-8.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.