Perancangan Mesin Pengurai Sabut Kelapa Muda menjadi Cocopeat sebagai Penunjang Circular Economy Pemanfaatan Sampah bagi Kelompok Masyarakat di Kabupaten Agam
DOI:
10.29303/jppm.v8i4.10300Published:
2025-11-26Downloads
Abstract
Sampah merupakan permasalahan lingkungan yang paling krusial di Kabupaten Agam. Sebaran sampah organik terutama sampah kelapa yang merupakan salah satu komoditi unggulan di Kabupaten Agam belum tertangani dengan baik. Pengabdian ini bertujuan untuk mengolah sampah kelapa menjadi cocopeat yang bernilai ekonomi. Pengabdian ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup sebagai pengumpul dan pengangkut sampah kelapa dan BUMNag Lubuk Basung sebagai pengolah limbah kelapa menjadi cocopeat. Pengabdian dilakukan dengan metode ABCD (Asset Based Community Development) dan juga RSS (Responsible Sourching from Smallholders). Hasil kegiatan pengabdian meliputi proses persiapan, penilaian, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan. Limbah sabut kelapa dapat diolah menjadi media tanam cocopeat yang dapat mendukung kegiatan pertanian masyarakat dan mengurangi sampah organic di Kabupaten Agam. Pengabdian ini merekomendasikan pengolahan limbah sabut kelapa mudah dengan proses lignikasi untuk mendapatkan cocopeat yang lebih ekonomis.
Keywords:
Kelapa Muda Sampah CocopeatReferences
Afniwirman. (2025). Proposal Permohonan Bantuan Sarana dan Prasarana Pengolahan Sampah. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Agam : Lubuk Basung;
Azzhara, D., Mahaza, M., Irmawartini, I., Riviwanto, M., & Gusti, A. (2024). Gambaran Penanganan Sampah Kelapa Muda di Pantai Padang dan Pembuatan Cocopeat Tahun 2024. Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri, 3(1), 42-48.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Agam. (2023). Produksi Perkebunan Menurut Kecamatan (Ton) 2022-2023. (online: https://agamkab.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTc3IzI=/ produksi-perkebunan-menurut-kecamatan.html) Diakses pada tanggal 5 Maret 2025;
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam. (2022). Profil Daerah. Diskominfo Kab. Agam : Lubuk Basung;
Setyawan, W. H., Rahayu, B., Muafiqie, H., Ratnaningtyas, M., & Nurhidayah, R. (2022). Asset Based Community Development (ABCD). Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951-952.
Kuntardina, A., Septiana, W., & Putri, Q. W. (2022). Pembuatan cocopeat sebagai media tanam dalam upaya peningkatan nilai sabut kelapa. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 145-154.
Shafira, W., Akbar, A. A., & Saziati, O. (2021). Penggunaan cocopeat sebagai pengganti topsoil dalam upaya perbaikan kualitas lingkungan di lahan pascatambang di Desa Toba, Kabupaten Sanggau. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19(2), 432-443.
SHARP (2022) ‘Improved Livelihoods And Institutions Better Agricultural Practices How It Works Sharp Has Defined 3 Core Issues For Sustainable Production: Support For Smallholders Usually Starts By Looking At 3 Key Areas’. Available at: www.sharp-partnership.org.
Syahrial, dkk. (2024). Potensi Sektor Pertanian dalam Meningkatkan Daya Saing Perekonomian Agam. Jurnal MAHATANI. 7(1): 40-58.
License
Copyright (c) 2025 Fitra Armando, Edo Nofriadi, Yulia Fitri Harahap, Nindy Notrilauvia, Aulia Azhar, Threo Wanda Marten, Rama Nanda, Ithvi Marhamah, Skunda Diliarosta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

