PENGEMBANGAN MATERI SOSIOLOGI BERBASIS KEARIFAN LOKAL (Pendampingan Pada Guru Sosiologi SMA/MA di Tanjung Lombok Utara)
DOI:
10.29303/jppm.v4i2.2712Published:
2021-06-07Downloads
Abstract
Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran Sosologi di SMA/MA antara lain KD 3.4 kelas XII; ââ¬ÅMenerapkan strategi pemberdayaan komunitas dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal di tengah-tengah pengaruh globalisasiââ¬Â. Keberadaan KD tersebut memberi peluang bagi guru Sosiologi untuk mengembangkan materi berbasis kearifan lokal. Kearifan lokal dimaksud dapat berupa sistem nilai dan norma adat yang berlaku dalam masyarakat setempat maupun proses sosial yang ada. Dengan demikian, materi Sosiologi menjadi kontekstual sehingga lebih mudah bagi siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan terkait materi yang dibelajarkan. Namun demikian, tidak semua guru Sosiologi SMA/MA di Kecamatan Tanjung Lombok Utara melakuan pengembangan materi sosiologi berbasis kearifan lokal. Oleh karena itulah dilaksanakan kegiatan pengabdian dengan tujuan agar guru Sosiologi SMA/MA di Kecamatan Tanjung Lombok Utara dapat mengembangkan materi Sosiologi berbasis kearifan lokal. Metode yang diguanakan adalah pendampingan dengan tahapan kegiatan: (1) penyampaan materi dan diskusi, (2) tindakan (action) pendampingan, (3) evaluasi.àHasil kegiatan pengabdian adalah tersusunnya materi sosiologi berbasis kearifan lokal untuk kelas XII materi pokok ââ¬ÅStrategi pemberdayaan komunitas dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal di tengah-tengah pengaruh globalisasiââ¬Â.References
Amirrachman, A. (2007). Revitalisasi Kearifan Lokal: Studi Resolusi Konflik di Kalimantan Barat, Maluku dan Poso. Jakarta: International Center for Islam and Pluralism ICIP.
Keraf, A.S. (2010). Etika Lingkungan Hidup. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Kurniawan, S. (2018). Globalisasi, Pendidikan Karakter Dan Kearifan Lokal Yang Hybrid Islam Pada Orang Melayu Kalimantan Barat. Jurnal Penelitian. 12(2), 317-354.
Lubis, H.N. (2001). Kearifan Tradisional Warisan Sejarah Sunda. Makalah pada Konferensi Internasional Budaya Sunda. Bandung.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 69 Tahun 2013 tentang Krangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah.
Ridwan, N.A. (2007). Landasan Keilmuan Kearifan Lokal. Jurnal Ibdaââ¬â¢: Jurnal Studi Islam dan Budaya. 5(1): 27-38.
Saini K.M. (2005). ââ¬ÅKearifan Lokal di arus Globalââ¬Â, dalam Pikiran Rakyat, Edisi 30 Juli 2005.
Sirtha, N. (2012). Menggali Kearifan Lokal untuk Ajeg Bali, (Online), (http://www.balipos.co.id, diakses 2 Februari 2012).
License
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

