TRADISI LOKAL DALAM MEMPERKUAT SOLIDARITAS SOSIAL DI MASYARAKAT PESISIR

Authors

  • Wira Parawangsa wira Universitas Mataram
  • Hamidsyukrie ZM
  • Jepri Utomo

DOI:

https://doi.org/10.29303/socedsasambo.v3i03.9792

Keywords:

solidaritas sosial, masyarakat pesisir, budaya, pelestarian, tradisi lokal

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tradisi lokal dalam memperkuat solidaritas sosial dalam masyarakat pesisir Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode telaah pustaka, penelitian ini mengidentifikasi tradisi lokal yang masih lestari dan kontribusinya dalam membangun kohesi sosial di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi seperti gotong royong saat panen ikan, ritual laut (Labuh Saji/sedekah laut), dan sistem bagi hasil dalam kegiatan penangkapan ikan berperan penting dalam menumbuhkan rasa kebersamaan, memperkuat nilai-nilai keadilan sosial, dan mendorong partisipasi masyarakat. Tradisi lokal ini juga berfungsi sebagai mekanisme adaptif yang membantu masyarakat pesisir bertahan terhadap perubahan sosial dan ekologis. Namun, tantangan seperti menurunnya partisipasi pemuda, komersialisasi budaya, dan perubahan lingkungan laut harus diatasi melalui strategi pelestarian yang inovatif dan keterlibatan antar generasi. Dengan demikian, tradisi lokal dapat terus berfungsi sebagai elemen dasar dalam meningkatkan solidaritas sosial dan ketahanan budaya dalam masyarakat pesisir.

References

Abidin, M. Z. (2009). Islam Dan Tradisi Lokal Dalam Perspektif Multikulturalisme. Millah, 8(2), 297–309. https://doi.org/10.20885/millah.vol8.iss2.art6

Afriansyah, A., & Sukmayadi, T. (2022). Nilai Kearifan Lokal Tradisi Sedekah Laut dalam Meningkatkan Semangat Gotong Royong Masyarakat Pesisir Pantai Pelabuhan Ratu. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 3(1), 38–54. https://doi.org/10.23917/sosial.v3i1.549

Aminudin, M. (2024). Nyadran dalam Tradisi Islam Kejawen : Integrasi Budaya dan Religi dalam Masyarakat Jawa. 1.

Dewi, A. B., & Wikrama, A. A. N. A. W. B. (2023). Adaptasi Masyarakat Adat Terhadap Modernitas. Jurnal Ilmiah Cakrawarti, 6(1), 130–140. https://doi.org/10.47532/jic.v6i1.810

Hamzah, A., Widayati, W., Bahtiar, B., Bafadal, A., Hamzah, M., & Limi, M. A. (2021). Perubahan model pertukaran dalam sistem bagi hasil nelayan dan upaya peningkatan pemahaman bagi nelayan. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 7(3), 477–487. https://doi.org/10.29210/020211445

Hasan, Z., Pradhana, R. F., Andika, A. P., & Al Jabbar, M. R. D. (2024). Pengaruh Globalisasi Terhadap Eksistensi Identitas Budaya Lokal dan Pancasila. JALAKOTEK: Journal of Accounting Law Communication and Technology, 1(2), 333–341. https://doi.org/10.57235/jalakotek.v1i2.2385

Luthfifalah, A. (2020). Nilai solidaritas sosial masyarakat dalam upacara Labuh Saji: Studi kasus masyarakat nelayan di kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi (Doctoral dissertation, UIN Sunan Gunung Djati Bandung).

Maharani, S., Firman, F., & Rusdinal, R. (2019). purposive sampling. 6754, 1591–1597.

Muhammad Helmi Falah, & Fety Widianti Aptasari. (2023). Tantangan Koperasi Nelayan sebagai Penyeimbang Rezim Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan di Indonesia. In Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Laut Berkelanjutan. https://doi.org/10.55981/brin.908.c765

Nurainun, N., & Wirdanengsih, W. (2023). Solidaritas Sosial Masyarakat pada Tradisi Pajuguk Koum-koum. Culture & Society: Journal Of Anthropological Research, 5(1), 22–32. https://doi.org/10.24036/csjar.v5i1.124

Rahmawati, N. A., Azhari, N., Priskawati, & Baihaqi, W. (2023). Gotong Royong sebagai Pembelajaran Sosial diLingkungan Desa Rancadaka Kecamatan PusakanagaraKabupaten Subang. Proceedings UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 3(5), 349–362.

Sabila, S. M. (2021). Makna Komunikasi Ritual Sedekah Laut Di Pantai Parangkusumo Dalam Melestarikan Nilai-Nilai Budaya. Komunika, 4(2), 162–175. https://doi.org/10.24042/komunika.v4i2.9324

Sani, S., Timur, P., Kanzunnudin, M., Adhigama, C. V, & Sani, S. (2024). Kata Kunci: cerita rakyat, moral, sendang sani. 8.

Sutiari, D. K., Moita, S., & Baka, W. K. (2024). Pengelolaan sumber daya alam pesisir dengan kearifan lokal di beberapa wilayah indonesia. 1, 69–76.

Syah, I., Muhammad, B., & ... (2023). Model Inovasi Kolaboratif Redistribusi Aset dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Desa Jayamukti, Kabupaten Subang. Jurnal Sosial 105–116.http://ejournalbalitbang.kkp.go.id/index.php/sosek/article/view/12093%0Ahttp://ejournal balitbang.kkp.go.id/index.php/sosek/article/download/12093/8474

Susanto, E. (2020). Partisipasi Nelayan dalam Upacara Adat. Jurnal Sosial Budaya, 11(3), 67-

Yulianti, N., Sabila, I. N., & Widianto, A. A. (2022). Solidaritas sosial dalam ritual adat siraman Sedudo di Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk. Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S), 2(10), 962–971. https://doi.org/10.17977/um063v2i10p962-971

Wahyudi, T. (2023). Dampak Pariwisata pada Upacara Adat. Jurnal Pariwisata Budaya, 9(1), 45-62.

Downloads

Published

2025-09-30