UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH KESEMEK (DYOSPIROS KAKI L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI

Therry Prosperita K. Wau, Diaz F. Izdihar, Katherine Gunawan, Yolanda Eliza Putri Lubis

Abstract

Abstrak : Kesemek (Dyospyros kaki L.) merupakan buah yang berada di tanaman dataran tinggi (pegunungan). Dapat tumbuh dimana saja pada suhu rendah, kelembapan tinggi, intensitas matahari tidak 100% (teduh/mendung). Buah ini mempunyai kandungan senyawa yang memiliki potensi antimikroba yang menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efektifitas ekstrak kesemek terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 100%, 90%, 80%, 70%, 60%, dan 50%. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratotium dengan metode difusi cakram.. Parameter yang diukur adalah besarnya zona hambat minimum dan zona hambat optimum ekstrak terhadap bakteri.  Hasil penelitian didapatkan ekstrak buah kesemek memiliki efektivitas antibakteri pada Escherichia coli, dimanazona hambat minimum rata-ratanya pada konsentrasi 70% (6,1 mm) dan zona hambat optimum rata-rata pada konsentrasi 100% (8,8 mm). Semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang diberi maka semakin besar daya antibakterinya. Hasil ini menunjukan bahwa ekstrak buah kesemek memiliki efektivitas antibakteri yang lemah terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli sesuai klasifikasi respon zona hambat bakteri.

Kata kunci: Kesemek (Dyospyros kaki L.), antibakteri, Escherichia coli

 

Abstract : Persimmon (Dyospyros kaki L.) is a fruit that is in highland (mountain) plants. Can grow anywhere at low temperatures, high humidity, the intensity of the sun is not 100% (shade / cloudy). This fruit contains compounds that have antimicrobial potential which inhibits the growth of Escherichia coli bacteria. This study aims to determine the effectiveness of persimmon extract on the growth of Escherichia coli bacteria at concentrations of 100%, 90%, 80%, 70%, 60%, and 50%. This study was an experimental laboratory with disc diffusion method. The parameters measured were the size of the minimum inhibition zone and the optimum zone of extract inhibition against bacteria. The results showed persimmon fruit extracts had antibacterial effectiveness in Escherichia coli, where the minimum inhibition zone was at a concentration of 70% (6.1 mm) and the optimum inhibition zone averaged at a concentration of 100% (8.8 mm). The higher the concentration of extract given, the greater the antibacterial power. These results indicate that persimmon fruit extract has a weak antibacterial effectiveness against the growth of Escherichia coli bacteria according to the classification of bacterial inhibitory zone responses.

Keywords: Persimmon (Dyospyros kaki L.), antibacterial, Escherichia coli

Keywords

Kesemek (Dyospyros kaki L.); antibakteri; Escherichia coli

Full Text:

PDF

References

Redaksi Health Secret (2012). Keajaiban Antioksidan Kesemek. Jakarta: Elexmedia.

Kurniasari, Indah (2017). Prediksi Kandungan Kimia Buah Kesemek (Diospyros Kaki L.) Dengan Spektroskopi Nir. Bogor: IPB;

Suryati, Nova (2017). Uji Efektivitas Ekstrak Aloe vera terhadap pertumbuhan Bakteri Escherichia coli Secara In Vitro.Jurnal kesehatan Andalas, 6(3):518-521

Soedarto (2016). Buku Ajar ParasitologiKedokteran (Handbook of Medical Parasitology) (Edisi 2). Jakarta: SagungSeto;

Widoyono (2011). Penyakit Tropis Epidemiologi, Penularan, Pencegahan & Pemberantasannya. Jakarta: Erlangga;

Hasibuan (2016). Maharani. Uji Fitokimia dan Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Ceremai Terhadap Staphylococcus epidermis, Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Medan: USU

Roslizawaty et al., (2013). Aktivitas Antibakterial Ekstrak Etanol dan Rebusan Sarang Semut (Myrmecodia sp.) terhadap Bakteri Escherichia coli. Jurnal Medika Veterinaria. 2013. 7(2):91-93

Dima, Lusi, Fatimawali & Widya Astuti Lolo (2016). Uji Efektivitas Daun Kelor (moringa oleifera L.) terhadap pertumbuhan Bakteri Escherichia coli dan Ataphylococcus aureus. Pharmachon Jurnal. 2016.5:2302-2493

Tuntun, Maria (2016). Uji Efektivitas Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Jurnal Kesehatan. 2016.7(3):497-502

Afnidar (2014). Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kalus Tumbuhan Sernai (Wedelia Biflora (L) Dc.). JESBIO. 2014. 3(4):9-15

Harborne, J.B (1987). Metode Fitokimia: penuntun cara modern menganalisis tumbuhan. Bandung: ITB

Tan, H.T. & Rahardja, K. (2007). Obat-obat Penting: Khasiat, Penggunaan, dan Efek-efek Sampingnya, edisi keenam. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Robinson, T. (1995). Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi, Edisi VI, Hal 191-216, Diterjemahkan oleh Kosasih Padmawinata, ITB, Bandung.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia (1995), Farmakope Indonesia, Edisi IV, 606, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Departemen Kesehatan RI (1979). Farmakope Indonesia Edisi III, 378, 535, 612. Jakarta.

Departemen Kesehatan RI, 2011, Panduan Sosialisasi Tatalaksana Diare Pada Balita, Jakarta, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.

Jawetz M & Adelberg’s. (2013). Mikrobiologi Kedokteran. edisi 26. Jakarta: Buku Kedokteran ECG.

Agus et al., (2013). Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati (Biofertilizer) Dan Media Tanam Yang Berbeda Pada Pertumbuhan Dan Produktivitas Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L) Di Polybag. Jurnal Sains Dan Teknologi. UNAIR.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.