STRUKTUR KOMUNITAS ZOOPLANKTON DI PERAIRAN KABUPATEN LOMBOK UTARA, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Muhammad Junaidi, Nurliah Nurliah, Fariq Azhar

Abstract


ABSTRAK

Mengingat peranan zooplankton dalam ekosistem perairan sangat penting, maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis struktur komunitas zooplankton yang meliputi jenis, kelimpahan, dan indek ekologi, dan  kaitan  distribusi zooplankton dan kualitas perairan di Perairan Kabupaten Lombok Utara. Pengumpulan data dirancang dengan sistem informasi geografis (SIG) pada 23 stasiun pengamatan yang ditentukan dengan teknik acak sederhana.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dan kelimpahan zooplankton yang ditemukan di Perairan Kabupaten Lombok Utara cukup bervariasi dengan jumlah genus  sebanyak 9 yang terbagi  dari  5 kelas.  Berdasarkan perhitungan indeks ekologi menunjukkan bahwa struktur  komunitas zooplankton dalam kategori perairan yang kurang stabil. Kelimpahan dan indeks ekologi zooplankton  dipengaruhi oleh kondisi lingkungan (fisik-kimia) perairan antara lain  kecerahan, pH dan oksigen terlarut.

 

Kata kunci : zooplankton,  struktur komunitas, kualitas perairan, kelimpahan

ABSTRACT

Considering that the role of zooplankton in aquatic ecosystems is very  important, research is carried out with the aim of analyzing zooplankton community structure which includes the type, abundance, and ecological index, and the relation of zooplankton distribution and water quality in North Lombok Regency Waters. Data collection was designed with a geographical information system (GIS) on 23 observation stations that were determined by simple random techniques. he results of this study indicate that the type and abundance of zooplankton found in the waters of North Lombok Regency are quite varied with the number of genus as many as 9 which are divided into 5 classes. Based on the calculation of the ecological index shows that the zooplankton community structure is in the category of less stable waters. The abundance and ecological index of zooplankton is influenced by the environmental (physical-chemical) conditions of the waters including brightness, pH and dissolved oxygen.

 

Keywords: zooplankton, community structure, water quality, abundance

 


Full Text:

PDF

References


Aji, W.P., Subiyanto dan M.R. Muskananfola. 2014. Abundance of Crustacean Zooplankton based on Moon Phases in the Jepara Coastal Waters, Jepara Regency. Diponegoro Journal of Maquares, 3 (3) : 188-196.

American Public Health Association (APHA). (2005). Standart Methods for American Public Health Association. Washington, DC.: American Public Health Association.

Arinardi, O. H., A. B. Sutomo, S.A. Yusuf, E.A. Trimaningsih dan S.H. Riyono. 1997. Kisaran kelimpahan dan komposisi plankton predominan di Perairan Kawasan Timur Indonesia. Jakarta: P3O-LIPI.

Augusta, T.S dan S.U. Evi . 2014. Analysis of Relationship between Water Quality and The Community of Zooplankton and Fish in Hanjalutung Lake . Jurnal Ilmu Hewani Tropika, 3 (2) : 30-35.

Clark, D.R., K.V. Aazem, and G.C. Hays. 2001. Zooplankton abundance and community structure over a 4000 km transect in the north-east Atlantic. J. of Plankton Research, 23 (4) : 365-37.

Clark, W.A.V. and P.L. Hosking. 1986. Statistical Methods for Geographers. John Wiley & Sons, Inc, 513 pp.

Faiqoh, E., I.P. Ayu, B.Subhan, Y.F. Syamsuni, A.W. Anggoro dan A. Sembiring. 2015. Variasi Geografik Kelimpahan Zooplankton di Perairan Terganggu, Kepulauan Seribu, Indonesia . J. Mar. Aquat. Sci. 1. : 19-22.

Gao, X. and J. Song. (2005). Phytoplankton Distributions and Their Relationship with the Environment in The Changjiang Estuary, China. Marine Pollution Bulletin, 50, 327-332.

Hadi, B. (2013). Metode Interpolasi Spasial dalam Studi Geografi (Ulasan Singkat dan Contoh Aplikasinya) . Geomedia, 11 (2) , 231-240.

Hirdan, A., W.R Melany dan T.S. Raza’i. 2016. Hubungan Parameter Kualitas Air dengan Kelimpahan Zooplankton di Perairan Pesisir Desa Sebong Pereh Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan. Jurnal Umrah, Agustus 2016, 1-6.

Makmur, M. Fahrur dan Ruskiah. 2012. Struktur komunitas plankton dan manfaatnya bagi perikanan pesisir Kabupaten Pohuwato di Provinsi Gorontalo. Prosiding Indoaqua - Forum Inovasi Teknologi Akuakultur, 857-865.

MENLH (Menteri Negara Lingkungan Hidup). (2004). Surat Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.KEP-51/MENLH/ 2004 tentang Baku Mutu Air Laut untuk Biota Laut, Lampiran III.

Morain, S. (1999). GIS Solution in Natural Resource Management: Balancing the echnical-Political Equation . USA.: OnWord Press.

Nontji, A. (2008). Plankton Laut. Jakarta: LIPI Press.

Mulyadi, H.A., A. W. Radjab. 2015. Dinamika Spasial Kelimpahan Zooplankton Pada Musim Timur di Perairan Pesisir Morella Maluku Tengah. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 7 (1), 109-122.

Ningrum, A.M. dan Wijiyono. 2015. Biological Indication of Zooplankton on Water Ecosystem of Bioremediation Pool PSTA-BATAN. Seminar Nasional Xi Sdm Teknologi Nuklir Yogyakarta, 15 September 2015, 123-128.

Odum, E. 1971. Fundamentals of Ecology. Third edition. Philadelphia, London, Toronto.: W.B. Saunders Company.

Paiki, K. dan J.D Kalor. 2017. Distribusi nitrat dan fosfat terhadap kelimpahan fitoplankton dI Peraiaran Pesisir Yapen Timur. Journal of Fisheries and Marine Sciencem, 1 (2) : 65-71.

Patmawati, R., H. Endrawati dan A.I Santoso. 2018. The Zooplankton Community Structure in Long Island Waters and Awur Bay, Regency of Jepara. Buletin Oseanografi Marina, 7 (1) : 37-42.

Pranoto, B. A. 2005. Struktur Komunitas Zooplankton di Muara Sungai Serang, Jogjakarta. lmu Kelautan, 10 (2) : 90 – 97.

Pratono, B.A., Ambariyanto, dan M. Zainuri. 2005. Struktur komunitas zooplankton di muara Sungai Serang, Jakarta. J. Ilmu Kelautan, 10 (2) : 90-97.

Raza’i, T. 2017. Identification and Density of Zooplankton as Natural Food Sources of Fish in The Waters Kampung Gisi, Tembeling, District of Bintan. Intek Akuakultur, 1 (1) : 27-36 .

Simanjuntak, M. 2009. The corelation of environment factor chemistry, physics on plankton. . J. Fish. Sci., 11 (1) : 31-45.

Siregar, V.P. and M.B. Selamat. (2009). Interpolator in Bathymetric Map Contouring. E-Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 1 (1), 39-47.

Spatharis, S., G. Tsirtsis, D.B. Danielidis, T.D. Chi, and D. Mouillot. 2007. Effects of pulsed nutrient inputs on phytoplankton assemblage structure and blooms in an enclosed coastal area. Estuarine, Coastal and Shelf Science, 73 : 807-815.

Tambaru, R. A.M. Muhiddin, H.S. Malida. 2014. Analisis Perubahan Kepadatan Zooplankton Berdasarkan Kelimpahan Fitoplankton pada Berbagai Waktu dan Kedalaman Di Perairan Pulau Badi Kabupaten Pangkep. Torani, 24 (3): 40-48.

Wardana, I.K, S.B.M. Sembiring, dan K.Mahardika. 2013. Aplikasi perbaikan manajemen dalam perbenihan tiram mutiara (Pinctada Maxima). Media Akuakultur, 8 (2): 119-126.

Wibowo, A. Wiryanto A.B. Sutomo. 2004. Zooplankton diversity, abundance, and distribution in Digul waters, Arafura Sea, Papua. BioSMART, 6 (1): 51-56.

Widyarini, H., N.T. M. Pratiwi dan Sulistiono. 2017. Zooplankton Community Structure at Majakerta Estuarya and its Surrounding Waters, Indramayu Regency, West Java Province. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 9 (1): 91-103.

Yamaji, I. (1976). Illustration of the marine plankton of Japan. Tokyo.: Hoikusha Publishing Co. Ltd.

Yuliana dan F. Ahmad. 2017. Komposisi Jenis dan Kelimpahan Zooplankton di Perairan Teluk Buli, Halmahera Timur. Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan, 10 (2) : 44-50.




DOI: http://dx.doi.org/10.29303/jbt.v18i2.800

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by

       

        

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.