Best Practice: Pola Pembelajaran Biologi Dengan Model Discovery Learning di Kelas X MAN 2 Mataram

Authors

Dewa Ayu Citra Rasmi , Husna Tuhura

DOI:

10.29303/jpm.v14i2.976

Published:

2019-09-30

Issue:

Vol. 14 No. 3 (2019): September

Keywords:

discovery learning, pembelajaran biologi, kognitif, afektif, analisis sendiri, generalisasi

Articles

Downloads

How to Cite

Rasmi, D. A. C., & Tuhura, H. (2019). Best Practice: Pola Pembelajaran Biologi Dengan Model Discovery Learning di Kelas X MAN 2 Mataram. Jurnal Pijar Mipa, 14(3), 162–167. https://doi.org/10.29303/jpm.v14i2.976

Downloads

Download data is not yet available.

Metrics

Metrics Loading ...

Abstract

Kegiatan ini fokus pada implementasi model discovery learning pada pembelajaran Biologi di Kelas X MIA 2 MAN 2à Mataram. Implementasi model ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif, spikomotor dan afektif siswa. Penguasaan keterampilan dan proses kognitif siswa berhasil ditingkatkan setelah siswa dibantu guru dalam menganalisis informasi dan data untuk merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi atas hasil penemuannya. Peningkatan kemampuan kognitif siswa dalam model discovery learning ini ditunjukkan dari perolehan skor hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan dari sub pokok bahasan 1 di mana di antara 31 siswa, hanya 1 siswa yang mencapai KKM (80), sedangkan 30 siswa belum mencapai KKM dan pada sub pokok bahasan 2 mengalami peningkatan menjadi 16 siswa mencapai KKM dan 15 siswa belum mencapai KKM. Adapun peningkatan nilai afektif siswa terlihat dari peningkatakan persentase siswa yang termasuk kategori sangat baik dari 45,7% menjadi 58,3%, siswa dengan kategori baik 34,3% menjadi 27,6%, siswa dengan kategori cukup baik dari 5,7% menjadi 11,1% dan penurunan persentase siswa dengan kategori kurang baik dari 14,3% menjadi 2,8%.à Peningkatan psikomotorà dengan katagori baik dari 45,7% menjadi 58,3%, katagori cukup dari 34,3% menjadi 36,1% dan katagori kurang mengalami penurunan dari 20% menjadi 5,6%. Nilai penting dan kebaruan best practice àdalam penerapan pembelajaran discovery learning ini adalah siswa kelas X MIA 2 MAN 2 àMataram Tahun 2018 masih sangat membutuhkan bantuan guru melakukan àanalisis sendiri (self analysis) dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi proses untuk merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi atas hasil penemuannya. Sehingga dapat mengembangkan atau memperbanyak persediaan dan penguasaan keterampilan dan proses kognitif, afektif, dan psikomotor siswa. Hasil impementasi model discovery learning pada Pembelajaran Biologi dapat meningkatan kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif siswa Kelas X MIA 2 MAN 2 Mataram Tahun 2018.

References

Aoun, J. E. (2017). Robot-proof: higher education in the age of artificial intelligence. MIT Press.

In'am, A., & Hajar, S. (2017). Learning Geometry through Discovery Learning Using a Scientific Approach. International Journal of Instruction, 10(1), 55-70.

Gayatri, I. G. A. S., Jekti, D. S. D., & Jufri, A. W. (2013). Efektifitas pembelajaran berbasis masalah (PBM) dan strategi kooperatif terhadap kemampuan menyelesaikan masalah dan hasil belajar kognitif biologi ditinjau dari kemampuan akademik awal siswa kelas X SMA Negeri 3 Mataram. Jurnal Pijar Mipa, 8(2).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kurikulum 2013: Kompetensi Dasar Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA). Jakarta: TP.2013.

Aini, Z., Ramdani, A., & Raksun, A. (2018). Perbedaan Penguasaan Konsep Biologi Dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X Pada Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Dan Guided Inquiry di MAN 1 Praya. Jurnal Pijar Mipa, 13(1), 19-23.

Martaida, T., Bukit, N., & Ginting, E. M. (2017). The Effect of Discovery Learning Model on Studentââ¬â¢s Critical Thinking and Cognitive Ability in Junior High School. IOSR Journal of Research & Method in Education (IOSR-JRME), 7(6), 1-8.

Rahman, M. H. (2017). Using discovery learning to encourage creative thinking. International Journal of Sosial Science & Educational Studies, 4(2).

Schwab, C. 2016. The Fourth Industrial Revilution. Switzerland: Worls Economic Forum.

Ningrum, A. S., Lestari, N., & Kusmiyati, K. (2018). Perbedaan Hasil Belajar IPA Biologi Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization Dengan Tipe Mind Mapping Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 19 Mataram. Jurnal Pijar Mipa, 13(1), 37-44.

Yasmin, N., Ramdani, A., & Azizah, A. (2015). Pengaruh metode inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains dan hasil belajar biologi siswa kelas VIII di SMPN 3 Gunungsari tahun ajaran 2013/2014. Jurnal pijar MIPA, 10(2).

Wahyuningsih, W., Jamaluddin, J., & Karnan, K. (2015). Penerapan pembelajaran Biologi berbasis macromedia flash dan implikasinya terhadap keterampilan metakognitif dan penguasaan konsep siswa kelas VIII SMPN 6 Mataram. Jurnal Pijar MIPA, 10(1).

Author Biographies

Dewa Ayu Citra Rasmi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan MIPA, FKIP, Universitas Mataram.

Husna Tuhura, Madrasah Aliyah Negeri 2 Mataram. Jalan Pendidikan No. 25, Dasan Agung Baru, Selaparang, Kota Mataram, 83125 Nusa Tenggara Barat

License

The following terms apply to authors who publish in this journal:
1. Authors retain copyright and grant the journal first publication rights, with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License 4.0 International License (CC-BY License) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and first publication in this journal.

2. Authors may enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., posting it to an institutional repository or publishing it in a book), acknowledging its initial publication in this journal.
3. Before and during the submission process, authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website), as this can lead to productive exchanges as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).