PENYULUHAN STANDARDISASI SISTEM FONOLOGI BAHASA SUMBAWA

Khairul Paridi, I Nyoman Sudika, Burhanuddin Burhanuddin

Abstract


Tulisan ini bermaksud menjelaskan standardisasi aspek fonologi dalam bahasa Sumbawa yang mencakup, yaitu (1) sistem pengembangan ejaan dan (2) standardisasi aspek fonologi bahasa Sumbawa. Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, secara metodologis akan dilakukan beberapa tahapan, yaitu (1) observasi dan penelaahan studi dialektologis, studi sosiolinguistis, dan studi fonologis bahasa Sumbawa, (2) klasifikasi materi dan penyusunan pokok materi penyuluhan, (3) koordinasi dan penyiapan perangkat penyuluhan, (4) penyuluhan, (5) penyusunan artikel; serta (6) penyusunan laporan. Sesuai materi penyuluhan, ejaan dikembangkan berdasarkan beberapa prinsip, di antaranya kesederhanaan yang berpijak pada satu dalil tertentu, misalnya satu bunyi (fonem) dilambangkan dengan satu huruf. Prinsip kedua fleksibel, artinya meskipun penyusunan ejaan menganut suatu prinsip dasar tertentu tetapi dalam konteks tertentu bersifat fleksibel, misalnya pada bunyi-bunyi tertentu tidak menganut satu bunyi satu huruf, bunyi /e/ dan /ə/ (dua bunyi) dalam bahasa Indonesia dilambangkan dengan [e] (satu huruf).

Full Text:

PDF

References


Burhanuddin. 2018. Pengembangan Bahasa Sumbawa Standard melalui Penawaran Konsep Tata Aksara Bahasa Sumbawa. Makalah dalam Seminar Nasional Bahasa Daerah di Mataram, 20 Oktober 2018. Mataram: FKIP Universitas Mataram

Mahsun. 1994. Penelitian Dialek Geografi Bahasa Sumbawa. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Disertasi untuk S3.

Mahsun. 2008. Penelitian Dialek Geografi Bahasa Sumbawa. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Disertasi untuk S3.

Moeliono, Anton M. 1981. Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Jakarta: Djambatan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.