Pengembangan Bahan Ajar Kimia Kontekstual Terintegrasi Keislaman

Authors

Devi Qurniati

DOI:

10.29303/cep.v4i2.2535

Published:

2021-08-14

Downloads

Additional Files

Abstract

Pengembangan bahan ajar di sekolah harus disesuaikan dengan kurikulum, dimana kurikulum 2013 adalah kurikulum yang diterapkan saat ini. Yang ditekankan dalam Kurikulum 2013 adalah dimensi pedagogik modern, sehingga dalam kurikulum 2013 menggunakan pendekatan ilmiah. Prinsip pendekatan saintifik selaras dengan pendekatan kontekstual sehingga materi yang dipelajari siswa dapat diterapkan dalam kehidupan mereka. Selain siswa dapat menerapkan materi kimia dalam kehidupan, siswa juga harus memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Untuk itu perlu dilakukan pengembangan bahan ajar yang kontekstual dan terintegrasi keislaman. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui kualitasà bahan ajar yang dikembangkan yaitu bahan ajar kimia kontekstual dan terintegrasi keislaman materi Ikatan Kimia kelas X SMA/MA. Bahan ajar ini dikembangkan menggunakan model ADDIE dengan tahapan antara lain analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi bahan ajar. Bahan ajar yang diperoleh sangat layak digunakan delam pembelajaran kimia, hal tersebut berdasarkan pada penilaian bahan ajar yang dilakukan oleh ahli media dengan nilai sangat baik, ahli materi dengan nilai sangat baik, ahli agama dengan nilai sangat baik, guru mata pelajaran kimia dengan nilai sangat baik, dan menurut tanggapan siswa sangat baik. Berdasarkan penilaian tersebut maka bahan ajar kimia kontekstual dan terintegrasi keislaman layak digunakan dalam pembelajaran.

References

Akhmad, H. (1992). Struktur Atom, Struktur Molekul, Sistem Periodik. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Amri, S. (2010). konstruksi Pengembangan Pembelajaran. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Baum. (1980). A Life Science Approach Second Edition. New York: Macmillan Publishing.

Branch. (2009). Instructional Design: the ADDIE Approach. New York: Springer.

Chang, R. (2004). Kimia Dasar. Jakarta : Erlangga.

Effendy. (2016). Ilmu Kimia untuk Siswa SMA dan MA Kelas X. Malang: Indonesian Academic Publishing.

Fadhlun. (2017). Pengembangan bahan ajar Matematika yang Terintegrasi Nilai Keislaman pada Materi Aritmatika Sosial di Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama. Lampung: IAIN Raden Intan.

Kemendikbud. (2013). Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Kemendikbud.

Komalasari, K. (2013). Pembelajaran Kontekstual: Konsep dan Aplikasi. Bandung: Refika Aditama.

Prasetiawan, W. (2008). Kimia Dasar 1. Jakarta: Cerdas Pustaka.

Prastowo, A. (2012). Pengembangan Sumber belajar. Yogyakarta: Pedagogia.

Purwanto. (2008). Ayat-ayat Semesta. Bandung: Mizan.

Purwanto, Y. (2015). Pengembangan bahan Ajar Berbasis Kontekstual pada Materi Himpunan Berbantu Video Pembelajaran. Pendidikan Matemtika FKIP Universitas Muhamadiyah Metro , Vol.4, No.1(67-77).

Ramzi. (2004). Mengintegrasikan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Agama. Yogyakarta: Perta.

Riduwan. (2013). Pengantar statistika Sosial. Bandung: Alfabeta.

Rimbawati. (2014). Penerapan Pendekatan Kontekstual dalam Pembelajaran Tematik. Lampung: Universitas Lampung.

Sanjaya, W. (2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar dan Proses Pendiidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Suyanti. (2010). Strategi Pembelajaran Kimia. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Tupamahu. (2001). Struktur Atom, Struktur Molekul, Sistem Periodik. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Wibraham. (1992). Pengantar Kimia Organik dan Hayati. Bandung: ITB.

How to Cite

Qurniati, D. (2021). Pengembangan Bahan Ajar Kimia Kontekstual Terintegrasi Keislaman. Chemistry Education Practice, 4(2), 186–193. https://doi.org/10.29303/cep.v4i2.2535